Selasa, 10 Februari 2026
25 C
Semarang

Jawa Tengah Gencarkan Operasi Pasar Cabai, TPID Bergerak Cepat Redam Lonjakan Harga

Berita Terkait

Surakarta — Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat meredam lonjakan harga cabai yang terus meningkat sejak November.

Pada bulan tersebut, Jawa Tengah mengalami inflasi sebesar 0,19% (mtm), dengan kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau memberikan andil terbesar (0,12%).

Deputy Direktur KPW Bank Indonesia Jawa Tengah, Wahyu Dewanti mengungkapkan, cabai rawit menjadi komoditas yang paling menekan inflasi setelah naik 7,13% (mtm) pada November, kemudian melejit hingga 98,61% pada Desember akibat gangguan distribusi dan pasokan di berbagai wilayah terdampak bencana.

Untuk itu TPID Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, BUMD PT JTAB Pangan, serta champion petani lokal “Petarung Sejati”, menggelar Operasi Pasar Cabai sebagai langkah cepat stabilisasi harga.

Operasi pasar pertama dilaksanakan serentak pada 10 Desember 2025 di Pasar Karangayu Kota Semarang dan Pasar Legi Kota Surakarta.

Dalam kegiatan tersebut, cabai dijual dengan harga Rp65.000 per kilogram, lebih rendah dari harga pasar, untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menahan tekanan inflasi pada kelompok pangan.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares menuturkan, kegiatan ini menjadi bukti komitmen para champion “Petarung Sejati” yang sebelumnya telah menandatangani kesepakatan penyediaan 18% stok produksi untuk stabilisasi pasokan sepanjang Oktober hingga Desember 2025.

“Selain itu, Pemprov Jawa Tengah juga telah memperkuat kerja sama melalui MoU dengan BUMD Pangan PT JTAB untuk memastikan ketersediaan cadangan pangan strategis dan menjaga agar harga komoditas tetap terkendali,” ujarnya.

Di saat yang sama, Gerakan Pangan Murah (GPM) terus digelar di berbagai kabupaten/kota dengan menghadirkan cabai sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP), sehingga masyarakat memperoleh alternatif harga yang lebih terjangkau.

TPID Jawa Tengah juga memperkuat sinergi lintas instansi untuk memastikan stabilitas pasokan. Dukungan sarana prasarana budidaya dan bantuan teknis diberikan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan bersama Bank Indonesia, termasuk intervensi pada 18% luas tanam anggota Petarung Sejati saat periode off season. Dinas Ketahanan Pangan memberikan subsidi harga, PT JTAB bertindak sebagai off taker, sementara kelompok Petarung Sejati menjadi motor pelaksana di lapangan.

Selain intervensi pasar, Jawa Tengah juga memperluas kawasan budidaya cabai seluas 300 hektare pada 2025 yang tersebar di berbagai daerah seperti Banjarnegara, Batang, Boyolali, Cilacap, Grobogan, Klaten, Temanggung, Wonogiri, hingga Wonosobo. Pola tanam diatur pada periode off season (Juni–Juli) agar panen jatuh pada bulan-bulan defisit, yakni Oktober hingga Desember, sehingga suplai tetap terjaga untuk meredam gejolak harga.

TPID Provinsi Jawa Tengah memastikan bahwa seluruh rangkaian kebijakan ini diarahkan untuk menjaga ketersediaan cabai, menstabilkan harga di pasar, serta memastikan kesejahteraan petani dan konsumen tetap terlindungi di tengah dinamika pangan akhir tahun.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru