BOYOLALI – Gelombang mudik Natal 2025 telah mencapai puncaknya di Gerbang Tol (GT) Ngemplak, pintu masuk utama menuju Kota Solo. PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) mencatat, sebanyak 41.386 kendaraan telah melintas masuk melalui gerbang ini dalam kurun enam hari terakhir (H-7 hingga H-2 Nataru).
Direktur Utama PT JSN, Mery Natacha Panjaitan, mengonfirmasi bahwa lonjakan tertinggi terjadi pada H-5 atau 20 Desember 2025, dengan 15.343 kendaraan. Arus didominasi oleh kendaraan pribadi (Golongan I).
“Total keluar-masuk kendaraan di GT Ngemplak periode itu mencapai 79.539 unit, naik 1% dari kondisi normal. Kami telah mengantisipasi dengan mengoptimalkan layanan di seluruh ruas tol,” ujar Mery, Selasa (24/12/2025).
Peningkatan Signifikan di Seluruh Gerbang Keluar
Tren peningkatan tidak hanya terjadi di pintu masuk. Data menunjukkan volume kendaraan yang keluar melalui ketujuh gerbang tol di ruas Solo-Ngawi justru melonjak lebih tinggi.
Sebanyak 169.785 kendaraan tercatat keluar dari tol periode yang sama, atau naik 13% dibandingkan arus normal yang berjumlah 150.314 kendaraan. Angka ini mengindikasikan besarnya arus distribusi pemudik menuju berbagai daerah di sekitar koridor tol.
Antisipasi Pengelola: Tambah Petugas dan Siaga Penuh
Menghadapi kepadatan ini, PT JSN telah memberlakukan sejumlah langkah antisipatif. Penambahan petugas dilakukan untuk mempercepat transaksi dan mengatur parkir di rest area. Gardu transaksi tambahan (Oblique Approach Booth) juga diaktifkan.
“Komitmen kami adalah memberikan pelayanan terbaik. Koordinasi dengan kepolisian dan kesiapan sarana prasarana, termasuk derek dan rest area, dijaga 24 jam,” tegas Mery.
Suara dari Jalan Apresiasi dan Kekhawatiran Pengendara Tua.
Di tengah keramaian, suara pengalaman langsung dari pengguna jalan mengungkap sisi lain dari mudik yang lancar. H. Subakir (52), pemudik asal Bekasi yang membawa keluarga besar ke Madura, mengapresiasi kinerja pengelola tol.
“Alhamdulillah sejauh ini ramai tapi lancar. Saya apresiasi kerja petugas,” ujarnya saat beristirahat di Rest Area 429 Ungaran.
Namun, di balik kelancaran itu, Subakir menyimpan kekhawatiran. Ia mengamati perilaku berkendara di tol yang kini diisi mobil-mobil “bagus dan kencang”.
“Saya justru agak tenang kalau padat, nggak ada celah untuk saling kebut. Mobil saya Kijang kapsul tua, 100 km/jam saja sudah kencang sekali. Tapi masih saja ada yang nyelip lebih kencang, itu kan berarti sudah di ambang batas,” tuturnya.
Pengemudi senior ini punya harapan yang jelas kepada aparat. “Saya mohon petugas lebih aktif memantau dan patroli, khususnya di titik rawan. Agar kejadian yang tidak diinginkan bisa diminimalisir. Keselamatan itu nomor satu,” pesan Subakir.
Imbauan Keselamatan untuk Pemudik
Menjelang puncak arus balik, PT JSN kembali mengimbau seluruh pemudik untuk:
· Memastikan kondisi kendaraan prima sebelum perjalanan.
· Mengisi penuh bahan bakar dan saldo uang elektronik.
· Beristirahat jika lelah, dengan memanfaatkan rest area yang tersedia.
· Selalu menaati rambu lalu lintas dan batas kecepatan.
Dengan langkah antisipasi dan sinergi antar pemangku kepentingan, pengelola berharap arus mudik dan balik Nataru 2025/2026 dapat berlangsung aman dan lancar hingga akhir periode.



