WONOSOBO – Pencarian terhadap pria yang tenggelam di Waduk Wadaslintang akhirnya membuahkan hasil. Agus Waluyo (36) berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada Kamis (15/1/2026) sore sekitar pukul 16.00 WIB, setelah tiga hari menghilang.
Tubuh korban ditemukan mengapung tidak jauh dari area penyelaman yang telah disisir tim. Penemuan ini mengakhiri operasi SAR yang sempat mengalami kendala berat akibat kondisi alam.
“Benar, korban tenggelam waduk Wadaslintang sudah berhasil ditemukan tim SAR gabungan sore tadi jam 4 dan langsung dievakuasi,” terang Budiono, Kepala Kantor SAR Semarang.
Budiono memaparkan bahwa operasi pencarian pada hari sebelumnya, Rabu (14/1/2026), sempat sangat sulit. Tim SAR Gabungan harus menghadapi beberapa tantangan sekaligus.
· Cuaca Buruk: Hujan deras yang turun mengganggu visibilitas dan aktivitas di permukaan air.
· Arus Tidak Menentu: Aliran air di waduk yang berubah-ubah menyulitkan prediksi pergerakan korban.
· Kedalaman dan Visibilitas: Kedalaman Waduk Wadaslintang yang mencapai 80 meter dengan visibilitas bawah air yang sangat terbatas menjadi tantangan ekstra bagi penyelam.
“Beruntung pagi hingga sore ini cuaca hanya mendung sehingga pencarian hari ini bisa maksimal dan usaha tim SAR gabungan membuahkan hasil,” ujar Budiono, mengapresiasi kerja keras seluruh personel.
Seperti diberitakan sebelumnya, musibah terjadi pada Senin (12/1/2026) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, Agus Waluyo sedang berada di keramba ikan di Waduk Wadaslintang.
Perahu yang ditambatkan ternyata lepas dan hanyut. Korban kemudian berusaha mengejarnya dengan berenang. Diduga, ia kehabisan tenaga melawan arus dan akhirnya tenggelam.
Kejadian ini kembali menegaskan pentingnya kewaspadaan tinggi saat beraktivitas di atas atau di sekitar perairan, terutama pada malam hari.
Berikut poin keselamatan yang perlu selalu diingat:
- Pakai Alat Pengaman: Selalu kenakan life jacket atau pelampung, bahkan untuk aktivitas dekat tepian.
- Pastikan Tambatan Kuat: Periksa kondisi dan ikatan tambatan perahu sebelum meninggalkannya.
- Kenali Kemampuan & Kondisi: Jangan meremehkan arus air atau kelelahan. Berenang mengejar perahu di perairan terbuka sangat menguras tenaga.
- Hindari Aktivitas Sendirian di Malam Hari: Upayakan ada pendamping yang bisa membantu atau mencari pertolongan jika terjadi keadaan darurat.
Dengan ditemukannya korban, proses evakuasi dan serah terima kepada keluarga dapat segera dilakukan. Semoga keluarga almarhum diberi ketabahan, dan insiden ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu mengutamakan prosedur keselamatan.



