SEMARANG – Lawang Sewu semakin mantap menjadi destinasi heritage kebanggaan Jawa Tengah. Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, melakukan kunjungan kerja ke pengelolaan destinasi heritage Lawang Sewu, Semarang, pekan ini. Kunjungan ini menjadi sinyal kuat bahwa ikon sejarah ibu kota Jawa Tengah itu tengah bersiap menyambut lonjakan wisatawan, termasuk pada perayaan Imlek 2577 Kongzili Februari mendatang.
Direktur Komersial KAI Wisata Hetty Herawati menyebut kunjungan Menteri Pariwisata sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengelolaan destinasi berbasis sejarah dan budaya.
“Suatu kehormatan bagi KAI Wisata dapat menerima kunjungan Ibu Menteri Pariwisata di Lawang Sewu. Kunjungan ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan destinasi heritage yang tidak hanya menjaga nilai sejarah, tetapi juga memberikan pengalaman wisata yang edukatif dan berkelas,” ujar Hetty dalam keterangan resminya, Kamis (12/2/2026).
Imlek 2026: Barongsai dan Target 10 Ribu Pengunjung
Momen kunjungan Menteri Pariwisata sekaligus menjadi tanda kesiapan Lawang Sewu menghadapi libur panjang Imlek. Tahun ini, perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili jatuh pada Februari 2026. Pihak pengelola mengantisipasi lonjakan pengunjung hingga 10.000 orang selama periode liburan.
Berbagai atraksi telah disiapkan, termasuk pertunjukan barongsai yang akan digelar di kawasan Lawang Sewu. Perpaduan arsitektur kolonial yang megah dengan kemeriahan tradisi Tionghoa diprediksi menjadi daya tarik kuat bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Ruang Immersive hingga Spot Estetik: Wajah Baru Lawang Sewu
Tak hanya mengandalkan nilai sejarah dan misteri yang melegenda, Lawang Sewu kini bertransformasi dengan sentuhan modern tanpa kehilangan jati diri heritage-nya.
Salah satu primadona baru adalah Ruang Immersive, sebuah ruangan dengan proyeksi visual digital yang menampilkan sejarah perkeretaapian Indonesia secara interaktif. Teknasi ini menjadi daya tarik lintas generasi, anak-anak muda mendapat pengalaman estetik, sementara pengunjung senior mendapatkan nostalgia.
Selain itu, hampir setiap sudut Lawang Sewu kini menjelma menjadi spot foto estetik. Bangunan kolonial yang terawat, pameran foto dan benda bersejarah, serta koleksi lokomotif tua menjadi latar sempurna bagi para pencinta swafoto.
Fasilitas penunjang pun terus dibenahi. Toilet bersih, musala, loker, tenant kuliner, hingga area duduk dengan hiburan live music di waktu-waktu tertentu membuat pengunjung betah berlama-lama.
Komitmen KAI Wisata: Heritage yang Hidup dan Berkelanjutan
Hetty Herawati menegaskan bahwa transformasi Lawang Sewu bukan sekadar renovasi fisik, melainkan perubahan paradigma pengelolaan.
“KAI Wisata berkomitmen untuk terus meningkatkan standar pelayanan dan tata kelola destinasi agar mampu menarik lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Kami akan terus berinovasi dalam pengelolaan destinasi wisata heritage yang profesional dan berkelanjutan,” tegasnya.
Pihaknya berharap Lawang Sewu tidak hanya menjadi simbol arsitektur dan sejarah, tetapi juga ruang interaksi budaya dan pusat kegiatan kreatif yang memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Momentum Penguatan Pariwisata Heritage Nasional
Kunjungan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menjadi sinyal positif bahwa pemerintah serius mendorong pariwisata berbasis sejarah dan budaya sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
Dengan kolaborasi erat antara KAI Wisata, pemerintah pusat, dan pemangku kepentingan lokal, Lawang Sewu diharapkan mampu menjadi destinasi heritage unggulan berkelas global yang tidak hanya mendatangkan wisatawan, tetapi juga membanggakan Indonesia di pentas internasional.



