Selasa, 17 Februari 2026
26 C
Semarang

Suami Anggota DPRD Jateng Ditembak di Rumah, Pelaku Masih Buron

Suami Anggota DPRD Jateng Ditembak di Rumah, Pelaku Masih Buron

Berita Terkait

PEKALONGAN – Seorang pria ditembak orang tak dikenal di kediamannya. Amat Muzakhim (56), suami dari anggota DPRD Jawa Tengah Nur Fatwah (Fraksi PPP), menjadi korban percobaan pembunuhan di Dukuh Cap Gawen, Kelurahan Kedungwuni Timur, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (14/2/2026) malam. Korban selamat, sementara pelaku hingga kini masih buron.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 21.10 WIB. Amat yang tengah menerima tamu di teras rumah dikejutkan dengan kemunculan seorang pria misterius. Pelaku mengendarai sepeda motor Vario hitam dengan pelat nomor tertutup plastik, menggunakan helm dan masker.

Setelah memposisikan diri sekitar 10 meter dari korban, pelaku mengarahkan senjata api dan melepaskan satu tembakan. Diduga karena gugup, tembakan meleset dan melintas di atas kepala korban, menghantam plafon rumah sebelum akhirnya jatuh di area garasi. Pelaku langsung melarikan diri.

Olah TKP dan Barang Bukti

Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf, membenarkan kejadian tersebut. Tim gabungan Polres Pekalongan dan Polda Jateng langsung diterjunkan ke lokasi.

“Kami telah melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi, dan mengamankan proyektil yang akan diperiksa di laboratorium forensik,” ujar Rachmad.

Dari hasil olah TKP, polisi menemukan bekas tembakan di plafon rumah dengan ketinggian 257 cm serta sebuah proyektil timah sepanjang 1 cm di area garasi. Tiga orang saksi telah dimintai keterangan secara intensif.

“Berdasarkan CCTV dan hasil pemeriksaan, tembakan mengarah ke atas atau tidak langsung ke korban, sehingga sementara kami simpulkan sebagai aksi teror,” tegas Kapolres.

Ia meminta masyarakat tetap tenang dan berkomitmen akan mengungkap identitas pelaku dalam waktu singkat.

Korban: Tidak Punya Musuh, Sedang Dampingi Kasus Penculikan

Amat Muzakhim menceritakan detik-detik menegangkan saat pelaku mengarahkan senjata kepadanya. Ia sedang duduk di teras bersama dua rekannya ketika tembakan dilepaskan.

“Tembakannya mengarah ke saya, tapi meleset. Pelaku pakai motor Vario hitam, plat nomor ditutup plastik. Pakai helm dan masker, postur sedang, tinggi sekitar 170 cm. Setelah menembak, dia langsung kabur,” ujar Amat.

Menariknya, korban mengaku tidak memiliki musuh. Namun ia dikenal sebagai aktivis masyarakat yang cukup vokal. Belakangan, ia tengah aktif mendampingi kasus penculikan penjual martabak yang masih berproses di Polda Jateng.

“Saya baru pulang dari kegiatan penyaluran bantuan korban banjir sebelum kejadian ini. Tidak menyangka akan ada percobaan penembakan,” tambahnya.

Sang istri, Nur Fatwah, anggota Komisi A DPRD Jateng dari Fraksi PPP, hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan resmi.

Motif Masih Didalami, Pelaku Diburu

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih memburu pelaku dan mendalami motif di balik aksi penembakan tersebut. Belum ada keterangan resmi mengenai kemungkinan keterkaitan kasus ini dengan aktivitas sosial yang digeluti korban maupun pekerjaan sang istri sebagai anggota dewan.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terprovokasi. Polisi memastikan akan mengungkap kasus ini secara tuntas.

Catatan Redaksi

Seorang suami dari wakil rakyat ditembak di teras rumahnya sendiri. Peluru melesat, plafon berlubang, dan pelaku lenyap dalam gelap. Korban selamat, tapi rasa aman ikut terbang bersama proyektil yang kini jadi barang bukti.

Amat Muzakhim mengaku tak punya musuh. Tapi belakangan ia aktif mendampingi kasus penculikan. Apakah ini kebetulan?

Atau ada pesan tersembunyi di balik peluru yang meleset itu?Polisi menyebutnya “aksi teror”. Tapi teror tetaplah teror. Ia bekerja bukan dengan membunuh, tapi dengan menanamkan ketakutan.

Dan ketika keluarga legislatif bisa ditembak di rumah sendiri, publik berhak bertanya, siapa yang benar-benar aman di negeri ini?

Apakah peluru ini untuk Amat, atau peringatan untuk istrinya yang duduk di kursi DPRD? Apakah ini soal kasus penculikan, atau ada urusan lain yang belum terungkap?

Pelaku masih buron. Motif masih gelap. Tapi satu hal yang pasti, kejadian ini bukan sekadar kriminal biasa. Ia adalah alarm bahwa kekerasan bisa menyasar siapa saja, bahkan di teras rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman.

Semoga polisi bekerja cepat. Dan semoga Amat Muzakhim serta keluarganya pulih dari trauma. Tapi yang lebih penting, negara harus hadir, bukan hanya dalam bentuk penyelidikan, tapi juga jaminan bahwa kekerasan seperti ini tak akan terulang.

Tertawalah pada anggapan bahwa “keluarga dewan kebal peluru”. Tapi jangan berhenti menuntut agar setiap warga negara, apapun profesinya, berhak merasa aman di rumahnya sendiri.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru