SEMARANG – Menyambut lonjakan mobilitas masyarakat pada Angkutan Lebaran 1447 H/2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang memastikan kesiapan prasarana jalur rel kereta api. Perawatan intensif dilakukan di lintas utara dan selatan Jawa Tengah dengan total panjang rel mencapai 677 kilometer.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk kesiapan menghadapi bertambahnya frekuensi perjalanan KA dan pelanggan selama masa angkutan Lebaran.

“Tingkat mobilitas masyarakat meningkat signifikan, hal itu menuntut kesiapan prasarana secara optimal guna meminimalkan potensi gangguan operasional,” ujar Luqman dalam keterangannya pada PortalJateng.id, Sabtu (28/2/2026).
Wilayah Operasional Luas, 27 UPT Jalan Rel dan Jembatan Disiagakan

Wilayah kerja Daop 4 Semarang membentang strategis meliputi jalur utara dan sebagian selatan Jawa Tengah. Batas operasionalnya meliputi:
· Sisi Barat: Stasiun Tegal (perbatasan dengan Daop 3 Cirebon)
· Sisi Timur: Stasiun Cepu (perbatasan dengan Daop 8 Surabaya)
· Sisi Selatan: Stasiun Gundih (perbatasan dengan Daop 6 Yogyakarta)
Secara administratif, wilayah ini mencakup 10 kabupaten/kota dengan panjang total rel 677 KM. Untuk menjaga kualitas jalur, KAI Daop 4 Semarang memiliki 27 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan Rel dan Jembatan, terdiri dari 22 UPT Jalan Rel, 4 UPT Jembatan, dan 1 UPT Mekanik.
Jenis Perawatan, Dari Geometri Jalur hingga Patroli 24 Jam

Sejumlah pekerjaan perawatan prasarana dilakukan secara intensif, meliputi:
1. Perawatan Geometri JalurMeliputi pengukuran dan penyesuaian lebar rel, perbaikan elevasi dan kelurusan rel, serta stabilisasi jalur menggunakan alat berat perawatan jalan rel.
2. Penggantian Komponen JalurPenggantian bantalan rel (beton/kayu) yang mengalami retak atau rusak, penggantian rel aus, serta penambahan dan penataan ballast (batu kricak) untuk menjaga kekuatan struktur jalur.
3. Pemeriksaan Jembatan dan DrainasePemeriksaan detail konstruksi jembatan kereta api, pembersihan saluran air di kanan-kiri jalur, dan normalisasi drainase di daerah rawan banjir dan genangan.
4. Patroli dan Penjagaan Daerah Pantauan KhususPeningkatan frekuensi patroli di daerah rawan amblesan, banjir, dan longsor, penempatan petugas siaga prasarana selama 24 jam, serta pengoperasian Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) ekstra selama masa angkutan Lebaran.
Secara nasional, KAI telah menetapkan 179 lokasi Daerah Pemantauan Khusus (Dapsus) serta memetakan 217 lokasi rawan gangguan kamtib. Pengamanan didukung sekitar 8.900 personel internal dan 1.000 personel eksternal TNI/Polri, dilengkapi patroli jalur dan penggunaan drone di titik-titik rawan.
Siaga Bencana, Alat Material Untuk Siaga (AMUS) di 5 Stasiun
KAI Daop 4 Semarang juga menempatkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) yang terdiri dari batu ballast, besi, kayu, bantalan beton, dan material lain di atas gerbong datar. AMUS ditempatkan di lima lokasi strategis:
· Stasiun Pekalongan
· Stasiun Brumbung
· Stasiun Gundih
· Stasiun Cepu
· Stasiun Gambringan
Langkah ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, mengingat beberapa wilayah seperti Pekalongan sempat mengalami kendala akibat banjir dan genangan pada awal tahun.
Komitmen Kelancaran Angkutan Lebaran 2026

Dengan intensifikasi perawatan ini, Daop 4 Semarang menargetkan tidak adanya gangguan prasarana yang dapat menghambat perjalanan kereta api selama masa Angkutan Lebaran 2026. Selain pekerjaan teknis, KAI juga menyiapkan tim tanggap darurat serta peralatan pendukung yang siap digunakan sewaktu-waktu.
Sebelumnya, KAI Daop 4 Semarang juga telah memastikan 173 sarana (18 lokomotif dan 155 kereta) laik operasi melalui ramp check bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Pemeriksaan meliputi aspek administrasi dan teknis, mulai dari sistem pencahayaan, pengereman, hingga perlengkapan keselamatan.Daop 4 Semarang berkomitmen menghadirkan perjalanan kereta api yang selamat, aman, nyaman, dan tepat waktu, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dan balik Lebaran dengan tenang.
“Untuk mendukung kelancaran operasional, masyarakat juga diimbau untuk tidak beraktivitas di jalur rel serta disiplin saat melintas di perlintasan sebidang,” pungkas Luqman.
Catatan Redaksi
Di balik hiruk-pikuk persiapan teknis, perawatan rel, pengecekan drainase, siaga AMUS di lima stasiun, ada satu hal yang tak boleh dilupakan, bahwa keselamatan perjalanan pulang kampung adalah tanggung jawab bersama.
KAI sudah bekerja maksimal. 677 KM rel diperiksa, 27 UPT disiagakan, 173 sarana dinyatakan laik. Tapi secanggih apa pun prasarana, tetap butuh kesadaran kita, untuk tidak beraktivitas di jalur rel, disiplin di perlintasan sebidang, dan menghormati prioritas kereta api.
Mudik adalah tradisi tahunan yang dinanti. Jangan biarkan euforia bertemu keluarga ternoda oleh kelalaian di perjalanan. Karena selamat sampai tujuan adalah hadiah terindah yang bisa kita berikan untuk orang-orang di rumah.
Selamat mudik, selamat berkumpul dengan keluarga. Ingat, rel kereta bukan tempat nongkrong, dan perlintasan sebidang bukan arena adu cepat dengan kereta.



