Kamis, 11 Juni 2026
33.4 C
Semarang

ESPERO Berbagi Takjil: 300 Paket untuk Pengguna Jalan, Siswa SMPN 2 Ungaran Belajar Peduli di Tengah Gerimis

berbagi-takjil-smpn-2-ungaran-espero-ramadan

Berita Terkait

UNGARAN, PortalJateng.id – Sore itu, Sabtu (7/3/2026), gerimis perlahan membasahi Jalan Raya depan area Makam Gatot Subroto, tepat di pertigaan exit tol Ungaran. Namun rintik hujan tak menyurutkan semangat puluhan siswa SMPN 2 Ungaran. Dengan pelindung hujan ala kadarnya dan senyum mengembang, mereka membagikan 300 paket takjil kepada para pengguna jalan yang melintas.

Di bawah langit mendung, aksi kecil ini terasa begitu hangat. Para pengendara motor yang berteduh di pinggir jalan, pedagang kaki lima maupun warga yang kebetulan melintas, satu per satu menerima paket berisi takjil lengkap dengan menu buka puasa. Gerimis yang turun seolah menjadi berkah tersendiri, mendinginkan suasana, tapi tak membasahi semangat berbagi.

Kegiatan bertajuk “ESPERO Berbagi Takjil Ramadhan 1447 H” ini digagas oleh Rohis dan OSIS SMPN 2 Ungaran, dimulai pukul 16.30 WIB hingga menjelang waktu berbuka. Lokasi dipilih bukan tanpa alasan, pertigaan exit tol yang merupakan titik dengan mobilitas tinggi, tempat banyak masyarakat melintas dalam perjalanan pulang kerja atau sekadar bersiap berbuka puasa.

Pendidikan Karakter di Bulan Penuh Berkah

Kepala SMPN 2 Ungaran, H. Sarbun Hadi Sugiarto, S.Pd, M.Pd, turun langsung mendampingi para siswa. Di sela-sela kegiatan, ia menjelaskan bahwa aksi sosial ini adalah bagian dari pendidikan karakter yang ingin ditanamkan sekolah.

“Gini loh, kegiatan kayak gini tuh penting banget buat pendidikan karakter anak. Ada lima hal yang coba kami tanamkan, kepedulian sama masyarakat, empati buat ngerti susahnya orang lain, kebersamaan karena mereka belajar kerja sama, kesederhanaan biar mereka tahu bersyukur, dan ketaqwaan karena ini bulan Ramadhan, berbagi itu ibadah,” jelas Pak Sarbun dengan nada ramah.

Ia berharap, kegiatan ini tak sekadar seremonial tahunan. Dalam jangka pendek, ia ingin kesadaran siswa tentang pentingnya berbagi semakin meningkat, dan kebiasaan baik ini terus terpelihara. Jangka panjangnya, ia yakin karakter peduli, empati, dan tanggung jawab sosial akan melekat pada diri siswa hingga mereka dewasa kelak.

“Kami ingin menciptakan generasi muda yang berakhlak mulia dan peduli sosial. Reputasi sekolah sebagai lembaga pendidikan yang peduli terhadap masyarakat juga otomatis terbangun,” imbuhnya.

Inisiatif Siswa, Dukungan Penuh Sekolah

Pembina OSIS dan Rohis SMPN 2 Ungaran, Tri Murdopo, S.Ag, yang juga Guru PAI dan BP, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian dari program Ramadhan Ceria Espero Ungaran 2026. Ia mengapresiasi antusiasme siswa yang luar biasa.

“Kegiatan ini atas inisiatif khususnya dari Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, serta pengurus Rohis dan OSIS. Sumber dana berasal dari seluruh warga sekolah, guru, karyawan, dan siswa-siswi SMPN 2 Ungaran. Alhamdulillah, antusiasme mereka sangat luar biasa,” ujar Tri.

Soal pemilihan lokasi, Tri mengaku ada pertimbangan matang. “Lokasi ini strategis, luas, dan banyak masyarakat yang melewati jalan tersebut. Kebetulan juga jaraknya dekat dengan sekolah kami, sehingga memudahkan koordinasi dan mobilitas siswa,” jelasnya.

Selain Tri, sejumlah guru lain turut hadir mendampingi, antara lain Waka Kurikulum Drs. Suwardi, Waka Kesiswaan Slamet Sutono, S.Pd, serta Pembina OSIS dan Rohis Umi Afifah S.Ag dan Fajar Setyabudi, S.Pd.

Kesan Siswa, Bahagia Bisa Berbagi

Salah satu siswa yang terlibat langsung, Nabila Filzah Zivanka, Ketua Rohis kelas 8G, mengaku merasakan pengalaman berharga.

“Meskipun gerimis, aku seneng banget sih, Mas. Rasanya tuh… gimana ya, kayak puas gitu lho bisa bantu orang lain. Apalagi bulan puasa, rasanya berkah banget. Terus aku jadi sadar, ternyata di sekitar kita banyak yang butuh uluran tangan. Aku pengen terus kayak gini,” cerita Nabila dengan mata berbinar.

Ia juga merasa kegiatan ini mendekatkan dirinya dan sekolah dengan masyarakat sekitar. “Saya ingin terus melakukan kegiatan seperti ini dan mengajak teman-teman lain untuk bergabung. Semoga tahun depan bisa lebih banyak lagi,” harapnya.

Sasaran Tepat, Manfaat Luas

Sebanyak 300 paket takjil dibagikan dengan sasaran yang terarah, mulai pengemudi kendaraan roda dua dan empat yang melintas, penumpang atau driver ojol, pedagang kaki lima di sekitar lokasi, serta masyarakat umum yang sedang berjalan kaki atau beraktivitas di jalan tersebut.

Salah satu penerima, Sutrisno (52), driver ojol yang kebetulan melintas, mengaku terharu. “Lagi puasa, buru-buru mau pulang, tiba-tiba dikasih takjil sama anak-anak SMP. Seneng banget, apalagi tadi hujan-hujanan begini mereka tetap semangat. Semoga berkah buat adik-adik semua,” tuturnya.

Menjelang saat berbuka puasa, kegiatan bagi takjil pun selesai, dengan koordinasi mantap, para siswa dan guru pun kembali ke sekolah, dan pulang ke rumah masing – masing dengan tertib.

Catatan Redaksi

Tiga ratus paket takjil mungkin cuma angka. Tapi di baliknya, ada cerita tentang puluhan anak usia belasan yang rela basah-basahan demi senyum orang lain. Ada pelajaran tentang giving yang nggak bisa diajarkan lewat teori di kelas.

Pak Sarbun, Pak Tri, Bu Umi, dan para guru lain mungkin nggak sedang mengajar matematika atau IPA sore itu. Tapi mereka sedang membangun sesuatu yang lebih besar, yaitu karakter. Nabila dan teman-temannya belajar bahwa jadi pintar itu penting, tapi jadi manusia yang peka itu jauh lebih berarti.

Gerimis sore itu mungkin cuma air yang turun dari langit. Tapi buat warga Ungaran yang kebagian takjil, dan buat siswa SMPN 2 yang membagikannya, gerimis itu berkah yang membasahi hati.

Semoga semangat ini terus nyala. Nggak cuma di bulan Ramadhan, tapi setiap kali ada kesempatan buat berbagi. Karena pada akhirnya, kebahagiaan sejati itu sederhana, sesederhana saat kita bisa membuat orang lain tersenyum.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru