KENDAL, PortalJateng.id – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Tol Batang-Semarang KM 397+200B, tepatnya di Desa Sumbersari, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Sabtu (7/3/2026) siang. Sebuah truk bermuatan rokok menabrak truk tangki bermuatan tetes tebu yang berada di depannya. Diduga kuat penyebabnya adalah microsleep atau sopir mengantuk.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Kendal, IPDA Heru M Ardiantoro, membenarkan kejadian tersebut dan memberikan keterangan detail mengenai kronologi serta identitas para pihak yang terlibat.
“Kejadiannya sekitar pukul 13.00 WIB. Truk bermuatan rokok dengan nomor polisi KT 8702 CM yang dikemudikan Dwi Ismanto, warga Desa Sedayu, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menabrak truk tangki bermuatan tetes tebu dengan nomor polisi B 9061 BFU yang dikemudikan Sahidin, warga Desa Pasirbungkur, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat,” ujar IPDA Heru, dalam keteranganya Sabtu (7/3/2026).
Kronologi: Oleng ke Kanan Lalu Menabrak
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), awalnya truk muatan rokok yang dikemudikan Dwi Ismanto melaju dari arah Semarang menuju Jakarta dengan kecepatan sedang di lajur kiri. Setibanya di lokasi, diduga pengemudi kehilangan konsentrasi karena mengantuk. Truk pun oleng ke kanan dan menabrak bagian belakang truk tangki yang berjalan di depannya.

Dampak tabrakan cukup keras. Bagian depan truk rokok ringsek, menyebabkan sopirnya, Dwi Ismanto, terjepit di dalam kabin. Beruntung, tim evakuasi segera tiba di lokasi.
“Alhamdulillah, kondisi sopir truk atas nama Dwi Ismanto selamat dan hanya mengalami luka di bagian dahi dan pelipis. Kernet truk juga selamat dengan luka lecet di kaki,” jelas IPDA Heru.
Sementara itu, sopir truk tangki, Sahidin, tidak mengalami luka berarti. Kedua kendaraan mengalami kerusakan material, dengan truk rokok paling parah di bagian depan.
JSB Cepat Tanggap: Evakuasi dan Atur Lalin
PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) selaku pengelola Ruas Tol Batang-Semarang segera bergerak begitu mendapat informasi. Tim patroli jalan raya (PJR) dan petugas derek diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi kendaraan dan membersihkan sisa-sisa kecelakaan.
Direktur Utama PT JSB, Nasrullah, menyatakan bahwa pihaknya langsung mengerahkan seluruh sumber daya untuk memastikan penanganan cepat dan keselamatan pengguna jalan lain.
“Kami langsung mendatangi lokasi untuk melakukan aksi cepat penanganan dan pengaturan lalu lintas. Saat evakuasi berlangsung, kami terpaksa menutup sebagian jalur di lajur 2 dari KM 397+350 untuk memberikan ruang aman bagi petugas dan meminimalkan risiko kecelakaan susulan,” jelas Nasrullah dalam keterangan resminya, Sabtu (7/3/2026).
Proses evakuasi berjalan lancar dan tuntas sekitar pukul 15.30 WIB. Setelah area dinyatakan aman, seluruh lajur tol kembali dibuka normal. Kejadian ini kemudian diserahkan kepada PJR Jateng 1 C untuk proses lebih lanjut.
Imbauan Nasrullah: Jangan Abaikan Rasa Lelah
Atas nama PT Jasamarga Semarang Batang, Nasrullah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat kemacetan selama evakuasi. Pihaknya juga mengimbau seluruh pengguna jalan tol untuk selalu mengutamakan keselamatan.
“Kami imbau pengemudi untuk memastikan kondisi kendaraan laik jalan, mematuhi rambu-rambu, dan yang terpenting, jika merasa lelah atau mengantuk, segera beristirahat di tempat yang telah disediakan, seperti rest area. Jangan pernah memaksakan diri karena nyawa taruhannya,” tegas Nasrullah.
Ia menambahkan bahwa JSB akan terus berkoordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait untuk meningkatkan keselamatan di ruas tol yang dikelolanya, termasuk dengan mempertimbangkan penambahan rambu peringatan di titik-titik rawan kecelakaan.
Microsleep: Bahaya yang Sering Diremehkan
Kecelakaan ini menjadi pengingat pahit bahwa microsleep atau tidur sekejap saat mengemudi adalah pembunuh di jalan raya. Kondisi ini biasanya terjadi tanpa disadari, terutama setelah berkendara lama atau kurang istirahat.
Sopir truk rokok, Dwi Ismanto, menempuh perjalanan dari Malang menuju Jakarta. Perjalanan panjang dengan tekanan waktu distribusi kerap memaksa sopir memaksakan diri. Akibatnya, konsentrasi menurun dan risiko kecelakaan melonjak drastis.
Satlantas Polres Kendal masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap kedua sopir untuk mendalami penyebab pasti kecelakaan. Namun dari keterangan awal, faktor human error, khususnya microsleep, menjadi sorotan utama.
“Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan terhadap sopir truk rokok dan sopir truk tangki untuk memastikan tidak ada faktor lain seperti masalah teknis kendaraan,” pungkas IPDA Heru.
Catatan Redaksi
Di balik ringseknya kabin truk rokok, ada kisah tentang seorang sopir yang mungkin hanya ingin cepat sampai tujuan, tapi justru harus berurusan dengan maut. Beruntung nyawa masih selamat, meski harus merasakan sakit di dahi dan terjepit logam.
Yang patut diapresiasi, respons cepat JSB di bawah komando Nasrullah, serta kesigapan Polres Kendal. Evakuasi dilakukan sigap, lalu lintas diatur, dan informasi disampaikan transparan. Namun, insiden ini juga mengungkap ironi, bahwa imbauan untuk beristirahat jika lelah sudah digaungkan di mana-mana, tapi praktik di lapangan masih jauh dari harapan.
Mungkin sudah saatnya ada regulasi yang lebih ketat tentang jam kerja sopir angkutan jarak jauh, atau pemanfaatan teknologi pendeteksi kantuk di kendaraan komersial. Karena pada akhirnya, microsleep bukan hanya masalah individu, tapi juga sistem logistik yang sering mengabaikan faktor keselamatan demi efisiensi.
Satu nyawa hampir melayang. Semoga ini jadi pelajaran bagi kita semua: di jalan tol, kecepatan bukan segalanya. Istirahat sejenak lebih berharga daripada menyesal seumur hidup.



