SEMARANG, PortalJateng.id – Mudik Lebaran tinggal menghitung hari. Tiket kereta api jarak jauh sudah banyak yang ludes dipesan. Tapi, bagaimana jika rencana perjalanan mendadak berubah? Atau tiba-tiba ada keperluan yang tak bisa ditinggalkan?
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mengingatkan masyarakat untuk memahami secara cermat ketentuan pembatalan maupun perubahan jadwal (reschedule) tiket.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengimbau pelanggan memanfaatkan aplikasi Access by KAI agar prosesnya lebih praktis dan efisien, terutama saat periode mudik yang rawan antrean di stasiun.
“Kami menyarankan pelanggan melakukan pembatalan atau reschedule melalui aplikasi Access by KAI agar lebih mudah dan tidak perlu antre di stasiun. Pastikan juga batas waktu pengajuan diperhatikan agar tidak melewati ketentuan yang berlaku,” ujar Luqman dalam siaran persnya, Rabu (11/3/2026).
Pembatalan Tiket, Jangan Sampai Kehabisan Waktu
Jika terpaksa membatalkan perjalanan, ada beberapa hal krusial yang wajib diperhatikan. Batas waktu adalah yang paling utama. Pembatalan hanya bisa dilakukan paling lambat 30 menit sebelum jadwal keberangkatan dan sudah harus masuk sistem. Kalau lewat dari itu? Tiket hangus. Tidak ada kompromi.
Soal dokumen, penumpang wajib menunjukkan identitas asli sesuai data di tiket. Kalau diwakilkan, bawa surat kuasa bermaterai, fotokopi identitas pemberi dan penerima kuasa, plus KTP asli pemilik tiket. Ribet? Makanya, usahakan urus sendiri.
Pembatalan bisa dilakukan lewat tiga jalur, yaitu aplikasi Access by KAI (ini paling disarankan karena praktis), mesin Loketbox, atau datang langsung ke loket pembatalan di stasiun. Tapi ingat, kalau pilih ke stasiun, siap-siap antre.
Konsekuensinya, ada potongan 25 persen dari harga tiket (di luar bea pesan). Potongan ini dibulatkan ke atas dalam kelipatan Rp1.000. Jadi, dana yang kembali ke kantong penumpang sebesar 75 persen dari harga tiket.
Untuk pengembalian dana, kalau via aplikasi atau Loketbox, uang bakal ditransfer ke rekening atau e-wallet. Kalau lewat loket stasiun, bisa minta transfer atau ambil tunai di tempat. Prosesnya butuh waktu sekitar 7 hari. Sabar, ya.
Perubahan Jadwal (Reschedule): Ganti Tanggal atau Kereta? Bisa!
Nah, kalau niat mudiknya tetap jalan cuma jadwalnya yang mau digeser, aturannya beda lagi.
Lewat aplikasi, reschedule bisa dilakukan paling lambat 2 jam sebelum keberangkatan. Kalau sudah mepet dan lewat batas itu, masih ada harapan, datang ke loket stasiun maksimal 1 jam sebelum jadwal berangkat. Tapi syaratnya, kursi di jadwal baru harus masih tersedia.
Yang penting diingat, bahwa tiket harus sudah lunas dan belum dicetak sebagai boarding pass kalau mau reschedule secara online. Perubahan yang bisa dilakukan cukup fleksibel, ganti kursi, ganti tanggal, ganti jam, bahkan pindah ke kereta lain.
Soal biaya, sama seperti pembatalan, dikenakan 25 persen dari harga tiket (di luar bea pesan), dibulatkan ke atas Rp1.000. Tapi ada tambahan, kalau harga tiket baru lebih mahal, penumpang wajib membayar selisihnya. Sebaliknya, kalau lebih murah, selisihnya tidak dikembalikan. Jadi, pikir-pikir dulu sebelum ganti ke jadwal dengan tarif lebih rendah.
Pengecualian dan Informasi Tambahan
Luqman mengingatkan bahwa tiket promo tertentu bisa punya ketentuan khusus. Jadi, baca syarat dan ketentuan dengan teliti sebelum beli.
Ada kabar baik juga, jika pembatalan terjadi karena gangguan operasional dari pihak KAI, misalnya kereta batal berangkat atau ada masalah teknis, penumpang berhak atas pengembalian dana 100 persen. Ini bentuk tanggung jawab KAI kepada pelanggan.
Untuk keluarga yang mudik dengan balita usia di bawah tiga tahun (infant), wajib memesan tiket infant. Tiketnya gratis, tapi anak tidak mendapat tempat duduk sendiri dan harus dipangku selama perjalanan. Pemesanan bisa dilakukan bersamaan saat membeli tiket dewasa, baik lewat aplikasi Access by KAI maupun di loket stasiun pada hari keberangkatan.
Catatan Redaksi
Di balik aturan teknis yang terkesan rumit ini, ada pesan besar, bahwa mudik butuh perencanaan matang. KAI sudah menyediakan kemudahan lewat aplikasi Access by KAI, tapi pemahaman aturan tetap jadi kunci agar tidak rugi waktu dan uang.
Bayangkan, kalau telat 31 menit mengajukan pembatalan, tiket hangus. Kalau salah paham soal selisih harga saat reschedule, bisa kecewa karena uang lebih mahal tak kembali. Makanya, baca teliti, tanyakan jika ragu, dan manfaatkan kanal resmi KAI.
Apalagi di musim mudik, antrean di stasiun bisa mengular. Dengan aplikasi, semua bisa diurus dari rumah, praktis, aman, dan bebas stres. Jangan lupa juga pesan tiket infant bagi yang membawa balita, karena meski gratis, tetap harus tercatat dalam sistem.
Jadi, sebelum mudik, pastikan semua tiket sudah sesuai jadwal, pahami aturan mainnya, dan siapkan rencana cadangan. Karena pada akhirnya, perjalanan yang nyaman adalah yang bebas dari kekhawatiran administratif. Selamat mudik, selamat berkumpul dengan keluarga!



