Rabu, 27 Mei 2026
28 C
Semarang

157.042 Penumpang Lebaran 2026 di Bandara Ahmad Yani, Naik 13%, Puncak Balik 24 Maret

Menunjukkan bahwa masyarakat semakin percaya pada layanan transportasi udara, baik untuk mudik maupun balik.

Berita Terkait

SEMARANG, PortalJateng.id — Gelombang pemudik yang memadati Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang selama 18 hari terakhir akhirnya mulai surut. Posko Angkutan Udara Lebaran 2026 resmi ditutup, meninggalkan catatan manis, trafik penumpang dan pergerakan pesawat mengalami lonjakan signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sepanjang 13 hingga 30 Maret 2026, bandara kebanggaan warga Jawa Tengah ini melayani 157.042 penumpang, meningkat 13 persen dibanding Lebaran 2025. Pergerakan pesawat juga melesat 25 persen dengan total 1.282 pergerakan.

“Tercatat lonjakan selama 18 hari posko Angkutan Udara Lebaran 2026 pada 13 s.d. 30 Maret 2026, melayani total 157.042 penumpang dan 1.282 pergerakan pesawat. Data tersebut menunjukkan kenaikan trafik penumpang 13% dan peningkatan trafik pesawat 25% dibandingkan periode posko Lebaran tahun 2025,” ujar General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, Selasa (31/03/2026).

Puncak Mudik dan Balik: Ribuan Penumpang Setiap Hari

Momen puncak arus mudik terjadi pada 14 Maret 2026, sehari setelah posko dibuka. Sebanyak 10.238 penumpang tercatat melintas, mereka yang memilih mudik lebih awal untuk menghindari kepadatan puncak.

Sementara itu, puncak arus balik bertepatan dengan H+3 Lebaran, 24 Maret 2026, dengan volume penumpang mencapai 11.573 orang. Angka ini bahkan melampaui prediksi awal manajemen bandara yang memperkirakan puncak balik di kisaran 11.480 penumpang.

Dari sisi rute, Jakarta, Banjarmasin, dan Bali menjadi destinasi terfavorit para pemudik. Ketiga kota ini secara konsisten mencatat okupansi tinggi sepanjang periode angkutan Lebaran.

86 Penerbangan Tambahan: Antisipasi Lonjakan

Lonjakan trafik ini tak terjadi begitu saja. Manajemen bandara bersama sejumlah maskapai telah menyiapkan langkah antisipatif sejak jauh hari. Total 86 penerbangan tambahan (extra flights) disediakan selama periode posko, menjadi alternatif bagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan tiket di hari-hari favorit.

“Terdapat pelayanan 86 extra flights selama periode posko Lebaran 2026 yang menjadi alternatif bagi para pengguna jasa untuk mendapatkan tiket ke berbagai tujuan,” jelas Sulistyo.

Untuk diketahui, pada periode Natal dan Tahun Baru sebelumnya, Bandara Ahmad Yani juga menerima pengajuan 42 extra flights dari Citilink untuk rute Jakarta–Semarang dan sebaliknya. Kali ini, jumlah extra flights meningkat drastis, mencerminkan tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi udara saat Lebaran.

Tak hanya extra flights, manajemen juga melakukan optimalisasi fasilitas terminal, penugasan personel di berbagai service touch point, serta koordinasi intensif dengan maskapai dan instansi terkait guna memastikan kelancaran operasional .

Kontribusi pada Lonjakan Mobilitas Nasional

Capaian Bandara Ahmad Yani ini sejalan dengan data nasional yang dirilis Kementerian Perhubungan. Secara keseluruhan, jumlah pemudik pada masa angkutan Lebaran 2026 mencapai 147,55 juta orang, lebih tinggi dari prediksi awal yang sebesar 143,92 juta.

Moda transportasi udara nasional mencatat 4,77 juta penumpang, naik 6,97 persen dibanding tahun lalu. Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin percaya pada layanan transportasi udara, baik untuk mudik maupun balik.

Sulistyo pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. “Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pengguna jasa yang telah mematuhi ketentuan, menjaga ketertiban, serta turut menciptakan suasana perjalanan yang aman dan nyaman. Apresiasi setinggi-tingginya juga kami sampaikan kepada seluruh stakeholder, serta mitra kerja yang telah mendukung kelancaran operasional selama periode posko,” katanya.

Bandara Ahmad Yani: Gerbang Utama Jateng

Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani memang layak disebut sebagai gerbang utama transportasi udara di Jawa Tengah. Berlokasi di pesisir barat Kota Semarang, bandara ini memiliki terminal modern seluas 58.652 m² yang dibangun mengapung di atas laut.

Dengan kapasitas hingga 7 juta penumpang per tahun atau 20.000 orang per hari, bandara ini terus berbenah. Rute penerbangan pun kian variatif, dari Jakarta, Surabaya, Makassar, Balikpapan, Pontianak, Banjarmasin, hingga rute internasional yang kembali dibuka ke Kuala Lumpur dan Singapura.

Ke depan, manajemen bandara berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan menciptakan pengalaman perjalanan yang menyenangkan, termasuk pada periode peak season mendatang.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru