Kamis, 16 April 2026
30.9 C
Semarang

Ribuan Jemaat, Puluhan Gereja: Paskah Semarang Aman

Polrestabes bersama TNI dan Linmas memastikan keamanan berjalan optimal.

Berita Terkait

SEMARANG, PortalJateng.id – Lonceng gereja berbunyi pelan di sepanjang Jalan Pandanaran. Di dalam Gereja Katedral Semarang, ribuan jemaat duduk dengan khusyuk, lilin menyala di tangan, doa-doa terucap dalam hening. Di luar, aparat kepolisian berjaga. Tidak terburu-buru. Tidak juga mengganggu. Mereka hanya hadir, memastikan bahwa kekhidmatan tidak terusik oleh apa pun.

Rangkaian perayaan Paskah 2026 di Kota Semarang berlangsung dalam dua hari, Kamis (2/4) hingga Jumat (3/4). Puluhan gereja di seluruh kecamatan, dari Semarang Selatan hingga Mijen, dari Banyumanik hingga Genuk, dipadati ribuan jemaat yang menjalankan ibadah Kamis Putih dan Jumat Agung.

Dan kabar baiknya: semua berjalan aman, tertib, dan penuh khidmat.

Ribuan Jemaat di Puluhan Gereja

Di wilayah Semarang Selatan, ribuan jemaat menghadiri Misa Kamis Putih di sejumlah gereja besar, Gereja Katedral Semarang, Gereja Keluarga Kudus Admodirono, Kapel Susteran Peterongan, dan Gereja Materdei Lampersari. Ibadah digelar dalam beberapa sesi, total jemaat mencapai ribuan orang.

Hingga Jumat Agung, rangkaian ibadah berlanjut dengan visualisasi Jalan Salib di Gereja Katedral serta kebaktian di GKI Peterongan dan GKMI Sola Gratia. Ratusan hingga ribuan jemaat kembali hadir. Situasi tetap terjaga.

Di Banyumanik, pengamanan difokuskan di gereja-gereja besar dengan jumlah jemaat mencapai ribuan. Di Gunungpati dan Genuk, ibadah berlangsung khidmat dengan pengamanan ketat yang melibatkan TNI dan Linmas. Di Gayamsari, Pedurungan, Ngaliyan, hingga Mijen, personel gabungan disiagakan untuk sterilisasi lokasi, pengaturan arus lalu lintas, dan pemantauan situasi.

Total, puluhan gereja di seluruh Semarang mendapat pengamanan intensif.

Sinergi Tiga Pilar: Polri, TNI, dan Linmas

Kapolsek Semarang Selatan, Kompol Sucipto S.H., menegaskan bahwa pihaknya menerjunkan personel untuk pengamanan terbuka dan tertutup.

“Kami berkomitmen memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Kristiani yang menjalankan ibadah Paskah. Alhamdulillah seluruh kegiatan berjalan lancar dan kondusif,” ujarnya.

Ucapan serupa disampaikan Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Agung Setiyo. Ia menjelaskan bahwa secara umum pelaksanaan pengamanan rangkaian Paskah di Kota Semarang berjalan optimal.

“Seluruh jajaran Polsek telah melaksanakan pengamanan secara maksimal pada kegiatan ibadah Kamis Putih hingga Jumat Agung. Ini merupakan bentuk pelayanan Polri dalam menjamin keamanan serta kebebasan masyarakat dalam menjalankan ibadah,” jelasnya.

Yang menarik, pengamanan tidak hanya dilakukan oleh Polri. Personel TNI, Dinas Perhubungan, hingga pengamanan internal gereja dilibatkan secara sinergis. Di Semarang Utara dan wilayah lainnya, kolaborasi ini tampak nyata, aparat berjaga di luar, petugas keamanan gereja berjaga di dalam, semuanya dalam koordinasi yang rapi.

Toleransi yang Terjaga

Kompol Agung Setiyo juga menekankan pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama sebagai fondasi utama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan damai.

“Dengan sinergi antara aparat keamanan, pengurus gereja, dan masyarakat, seluruh rangkaian ibadah dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh khidmat,” tambahnya.

Pernyataan itu bukan sekadar seremoni. Data BPS Jawa Tengah 2025 menunjukkan bahwa Indeks Kerukunan Umat Beragama di Kota Semarang mencapai angka 78,6, termasuk kategori “tinggi” dan berada di atas rata-rata provinsi yang sebesar 75,2. Angka ini mengindikasikan bahwa toleransi di Semarang bukan sekadar wacana, tapi benar-benar terasa dalam keseharian.

Bukan yang Pertama, Bukan yang Terakhir

Pengamanan ibadah Paskah di Semarang bukanlah hal baru. Setiap tahun, pola serupa dijalankan, pengamanan terbuka di luar gereja, pengaturan lalu lintas, sterilisasi lokasi, hingga pemantauan digital.

Data yang dihimpun dari berbagai sumber media, bahwa tidak pernah terjadi insiden keamanan yang signifikan selama perayaan Paskah di Semarang dalam satu dekade terakhir. Pola pengamanan yang matang dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kuncinya.

Yang membedakan tahun ini mungkin adalah kesadaran kolektif, bahwa di tengah hiruk-pikuk politik nasional dan ketegangan global, masyarakat Semarang tetap memilih untuk merayakan perbedaan dengan damai.

Polrestabes: Pengamanan Terus Ditingkatkan

Polrestabes Semarang memastikan pengamanan akan terus ditingkatkan hingga seluruh rangkaian perayaan Paskah selesai. Bukan karena ada ancaman, tapi karena memberi rasa aman adalah bagian dari pelayanan publik yang tidak boleh berhenti.

“Kami berkomitmen untuk terus mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bagi seluruh masyarakat di Kota Semarang,” demikian pernyataan resmi Polrestabes.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru