JAKARTA – PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (AHI) atau ACES menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp548,02 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, Kamis (11/6/2026). Nilai tersebut setara Rp32,01 per lembar saham atau 82 persen dari laba per saham tahun 2025, menjadi rasio pembayaran dividen (payout ratio) tertinggi sepanjang sejarah Perseroan.
Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk, Gregory S. Widjaja, mengatakan pembagian dividen tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada para pemegang saham atas dukungan terhadap kinerja dan transformasi bisnis yang dijalankan perusahaan.
“Pembagian dividen ini merupakan bentuk apresiasi Perseroan atas kepercayaan dan dukungan para pemegang saham terhadap kinerja dan transformasi bisnis yang dijalankan Perseroan. Ke depan, kami akan terus memperkuat fundamental bisnis melalui strategi pertumbuhan berkelanjutan yang diwujudkan melalui ekspansi yang terukur dan peningkatan produktivitas toko-toko eksisting, serta inovasi yang terus relevan dengan kebutuhan pelanggan,” ujar Gregory.
Berdasarkan harga penutupan saham ACES pada 9 Juni 2026 sebesar Rp330 per saham, dividen yang dibagikan tersebut memberikan yield sekitar 9,7 persen.
Adapun jadwal pembagian dividen meliputi cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 19 Juni 2026, ex dividen pada 22 Juni 2026, recording date pada 23 Juni 2026, dan pembayaran dividen pada 10 Juli 2026.
Ekspansi Berlanjut ke Sejumlah Daerah
AHI yang menaungi berbagai merek ritel seperti AZKO, ATARU, Pendopo, NEKA, serta Toys Kingdom terus melanjutkan strategi ekspansi untuk memperkuat pertumbuhan bisnis.
Hingga Mei 2026, Perseroan telah membuka tujuh toko baru AZKO dan memasuki empat wilayah baru yang dinilai potensial, yakni Berau (Kalimantan Timur), Pasuruan (Jawa Timur), Pekalongan (Jawa Tengah), dan Timika (Papua Tengah).
Selain itu, Perseroan juga menambah lima toko NEKA yang berlokasi di Bandar Jaya, Ratu Dibalau, Urip Sumoharjo, Metro (Lampung), serta Leuwiliang, Bogor.
Menurut Gregory, potensi pertumbuhan ekonomi domestik dan kebutuhan rumah tangga yang masih besar menjadi dasar bagi perusahaan untuk terus melakukan pengembangan usaha secara berkelanjutan.
Raih Penghargaan Tingkat Asia
Transformasi bisnis yang dijalankan AHI melalui AZKO juga memperoleh pengakuan di tingkat regional. Pada ajang Retail Asia Awards 2026, AZKO berhasil meraih dua penghargaan sekaligus, yakni Brand Transformation of the Year dan Marketing Initiative of the Year.
Di pasar modal, kinerja dan komitmen keberlanjutan Perseroan juga mendapat pengakuan dengan masuknya ACES sebagai konstituen baru dalam indeks ESG-Q KEHATI dan ESG-S KEHATI pada evaluasi indeks Bursa Efek Indonesia periode Mei 2026.
Selain itu, saham ACES tetap tercatat dalam sejumlah indeks utama seperti IDX80, Kompas100, IDXESGL, IDXJII70, IDX Value30, IDX Growth30, dan IDX High Dividend 20.
Pencapaian tersebut dinilai mencerminkan kuatnya fundamental bisnis perusahaan, penerapan tata kelola yang baik, serta konsistensi dalam menjalankan prinsip keberlanjutan.
Salurkan 26 Ribu Lampu LED untuk Masyarakat
Di bidang keberlanjutan, AHI terus menjalankan program AZKO Berbagi Cahaya yang telah berlangsung sejak 2017. Program tersebut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya pada aspek energi bersih dan aksi terhadap perubahan iklim.
Sepanjang April hingga Juni 2026, program tersebut telah menjangkau 75 lokasi di berbagai daerah di Indonesia, meliputi rumah warga, fasilitas umum, hingga sekolah dasar.
Melalui program ini, Perseroan menyalurkan lebih dari 26.000 lampu LED hemat energi AZKO kepada lebih dari 47.000 penerima manfaat.
Program sosial tersebut juga dilakukan bersamaan dengan pembukaan toko baru di sejumlah daerah seperti Rangkasbitung, Berau, Pasuruan, dan Pekalongan melalui bantuan perlengkapan operasional untuk masjid dan sekolah serta kegiatan kebersihan lingkungan.
“Kami percaya bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya tercermin dari profitabilitas, tetapi juga dari kontribusi positif dan nilai tambah yang diberikan Perseroan kepada masyarakat, lingkungan, dan seluruh pemangku kepentingan,” tutup Gregory.***



