Minggu, 14 Juni 2026
28.8 C
Semarang

Peresmian 23 Semarang Shopping Center, Tonggak Baru Pertumbuhan Ekonomi Semarang

Berita Terkait

Portaljateng.id, Semarang – PT Indonesian Paradise Property Tbk (Paradise Indonesia) bersama BINA NUSANTARA Group (BINUS) melalui perusahaan patungan PT Swarna Kanaka Parigraha resmi meresmikan 23 Semarang Shopping Center pada Sabtu 13 Juni 2026.

Peresmian ini menandai tonggak strategis baru dalam pengembangan kawasan terpadu yang menggabungkan gaya hidup modern, pertumbuhan ekonomi, dan keberlanjutan di Kota Semarang.

President Director & CEO Paradise Indonesia, Anthony P. Susilo menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.

“23 Semarang Shopping Center merupakan wujud kolaborasi strategis antara Paradise Indonesia dan BINUS dalam menghadirkan destinasi gaya hidup yang tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga mendukung pertumbuhan UMKM, pengembangan komunitas, dan keberlanjutan,” ujarnya.

Lebih dari 50 tenant UMKM dan brand lokal turut bergabung, menjadikan pusat belanja ini sebagai katalisator ekonomi baru bagi Jawa Tengah.

Area usaha permanen, pameran, dan bazar disiapkan khusus untuk mendukung promosi produk lokal.

Dalam momentum yang sama, BINUS juga melakukan groundbreaking pembangunan Hyatt Place Semarang, hotel berstandar internasional yang akan berdampingan dengan 23 Semarang Shopping Center.

Direktur Utama PT Prakasita Agung Mandiri (BINUS Group), Lawrence Wibisono, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

“Bagi BINUS, 23 Semarang dan Hyatt Place Semarang merupakan wujud nyata bagaimana kolaborasi strategis dapat menciptakan dampak yang melampaui aspek bisnis. Kami percaya kehadiran proyek ini dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat serta memperkuat aktivitas ekonomi lokal,” katanya.

Komitmen keberlanjutan juga ditunjukkan melalui pemasangan sistem panel surya berkapasitas 1,86 MWp yang mampu menghasilkan lebih dari 2,6 juta kWh energi bersih per tahun, memenuhi sekitar 23,5% kebutuhan energi kawasan.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru