Jumat, 14 Agustus 2026
30.7 C
Semarang

Tak Sekadar Lulus, Peserta PKN II Jateng Diminta Gerakkan Organisasi

Berita Terkait


SEMARANG
 – Sebanyak 45 peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan VII Provinsi Jawa Tengah dinyatakan lulus.

Namun, pelatihan yang berlangsung selama lebih dari empat bulan itu tidak berhenti pada kelulusan. Inovasi yang dirancang peserta diharapkan terus diterapkan setelah mereka kembali ke instansi masing-masing.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno mengatakan, dampak setelah peserta kembali bekerja menjadi hal penting dari pelaksanaan PKN. Sebab, peserta merupakan para pemimpin yang diharapkan mampu menerapkan hasil pembelajaran untuk menggerakkan organisasi dan meningkatkan kinerja.

“Yang terpenting adalah dampak dari pelaksanaan PKN ini nanti terhadap teman-teman peserta setelah kembali bekerja,” kata Sumarno saat mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin, pada Penutupan PKN Tingkat II Angkatan VII di BPSDM Jateng, Jumat, 14 Agustus 2026.

Menurut Sumarno, peserta tidak cukup hanya menyelesaikan pelatihan. Tetapi harus mampu menerapkan apa yang diperoleh selama mengikuti PKN di tempat tugas masing-masing.

“Saya berharap mereka menjadi lebih bisa menggerakkan organisasi dan bisa memberi contoh untuk lebih berkinerja dan juga lebih berintegritas,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya keteladanan pemimpin dalam membangun budaya kerja dan integritas organisasi. Menurutnya, pemimpin harus menjadi contoh karena sikap dan perilakunya akan memengaruhi jajaran di bawahnya.

“Kalau pemimpinnya tidak berintegritas, itu akan merembet ke bawahnya seperti piramid,” katanya.

Karena itu, Sumarno berharap para peserta yang telah kembali ke instansi masing-masing dapat menjadi pemimpin yang mampu menggerakkan organisasi, memberi contoh, serta menerapkan inovasi yang telah diperoleh selama proses pembelajaran.

Kepala BPSDM Jateng Uswatun Hasanah mengatakan, pihaknya akan terus menindaklanjuti inovasi yang telah dirancang peserta. BPSDM bahkan akan meminta peserta untuk memastikan inovasi tersebut benar-benar dilaksanakan.

“Kami masih akan mengundang dan menagih teman-teman semuanya untuk membuat inovasi atau melaksanakan inovasi tersebut,” kata Uswatun.

PKN tersebut berlangsung pada 7 April hingga 14 Agustus 2026 dan diikuti 45 peserta. Mereka terdiri atas lima peserta dari kementerian/lembaga, empat dari Pemprov Jawa Tengah, 26 dari pemerintah kabupaten, dan 10 dari pemerintah kota.

Seluruh peserta dinyatakan lulus. Sebanyak 15 peserta memperoleh predikat sangat memuaskan, sedangkan 30 peserta dinyatakan memuaskan.

Selama pelatihan, peserta juga mengikuti Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman.

Visitasi tersebut mengangkat empat tema yang berkaitan dengan ketahanan pangan, yakni penguatan dan pemberdayaan SDM pertanian, transformasi pemasaran produk pertanian berbasis inovasi, alih teknologi untuk akselerasi produksi pertanian, serta ketahanan pangan berkelanjutan melalui penyediaan infrastruktur yang memadai.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pembelajaran dari Perum Bulog dan Bank Indonesia.

Lima peserta terbaik PKN yakni Moh. Edy Sukarno dari Kabupaten Semarang, Siswo Hartanto dari Kota Salatiga, Agus Sugiharto dari Provinsi Jawa Tengah, serta Bayu Adhinugroho Arianto dan Mia Banulita dari Kejaksaan RI.

Kelimanya memperoleh piagam penghargaan dan medali. Sementara seluruh peserta yang dinyatakan lulus mendapatkan Surat Tanda Tamat Pelatihan yang diterbitkan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI.**

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru