Sabtu, 22 Agustus 2026
28 C
Semarang

Barantin Percepat Arus Ekspor, Karding Tekankan Mutu dan Keamanan Komoditas

Berita Terkait


SEMARANG
 – Badan Karantina Indonesia (Barantin) terus mendorong percepatan layanan karantina untuk memperkuat daya saing komoditas Indonesia di pasar global. Percepatan pelayanan dilakukan dengan tetap mempertahankan standar keamanan hayati atau biosecurity sebagai prinsip utama yang tidak dapat dikompromikan.

Kepala Barantin Abdul Kadir Karding mengatakan, pelayanan karantina harus mampu mengikuti kebutuhan dunia usaha yang terus berkembang. Namun, percepatan dan kemudahan layanan tidak boleh mengurangi fungsi karantina dalam melindungi sumber daya hayati Indonesia.

Penegasan itu disampaikan Karding dalam Forum Penjaringan Aspirasi Masyarakat (Jaring Asmara) bersama pelaku usaha ekspor dan impor di Kantor Karantina Jawa Tengah, Semarang, Sabtu (22/8/2026).

Menurut Karding, forum tersebut menjadi sarana untuk mendengar langsung berbagai kendala, tantangan, dan kebutuhan pelaku usaha dalam proses ekspor dan impor. Masukan yang diperoleh akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan Barantin.

“Kegiatan ini bertujuan mendengarkan langsung masukan, tantangan di lapangan, dan kebutuhan pengusaha demi meningkatkan kualitas pelayanan karantina,” ujar Karding.

Ia menuturkan, perkembangan perdagangan global menuntut pemerintah menghadirkan layanan yang semakin cepat, mudah, transparan, dan adaptif. Untuk itu, Barantin terus memperkuat pemanfaatan teknologi digital guna memangkas tahapan layanan yang tidak diperlukan.

Selain digitalisasi, Barantin juga menyiapkan penguatan pendampingan bagi pelaku UMKM serta standardisasi fasilitas tindakan karantina. Langkah tersebut diharapkan membantu pelaku usaha memenuhi berbagai persyaratan sebelum produknya dikirim ke negara tujuan.

Karding menegaskan, kemudahan pelayanan tidak berarti pelonggaran pengawasan. Fungsi perlindungan terhadap sumber daya hayati tetap menjadi prioritas.

“Barantin bertindak sebagai penjaga perbatasan ekonomi sekaligus fasilitator perdagangan. Kami mengawal peningkatan mutu produk, pemenuhan standar sanitari-fitosanitari atau SPS negara tujuan, ketertelusuran, hingga hilirisasi komoditas ekspor,” katanya.

Menurut Karding, karantina justru memiliki peran penting dalam membuka akses pasar internasional. Produk yang memenuhi standar kesehatan, keamanan, mutu, serta ketertelusuran akan memiliki peluang lebih besar diterima oleh negara tujuan.

Hal itu menjadi semakin penting bagi UMKM yang mulai memperluas pasar ke luar negeri. Produk dengan nilai ekonomi tinggi harus diimbangi kemampuan memenuhi standar teknis dan persyaratan yang ditetapkan negara tujuan.

“Barantin berkomitmen terus memfasilitasi perdagangan dengan memberikan pelayanan secara optimal dan responsif terhadap dinamika bisnis internasional,” ujar Karding.

Potensi ekspor komoditas Jawa Tengah juga dinilai cukup besar. Berdasarkan data BEST TRUST (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology), sepanjang Januari-Juli 2026, komoditas asal Jawa Tengah telah dikirim ke 119 negara.

Dalam periode tersebut, tercatat 14.960 sertifikat ekspor dengan nilai mencapai sekitar Rp10,9 triliun.

Komoditas ekspor sektor hewan antara lain sarang burung walet, kulit kambing, kulit sapi, bulu bebek, dan pupuk. Dari sektor perikanan, sejumlah komoditas yang banyak dikirim ke luar negeri meliputi cumi-cumi, ikan tenggiri, udang vaname, ikan kerapu, dan ikan kakap.

Sementara itu, sektor tumbuhan ditopang komoditas seperti kayu lapis, kayu albasia, furnitur, bunga melati segar, dan kayu veneer.

Salah satu produk UMKM yang menunjukkan penetrasi pasar cukup luas adalah gula merah. Data BEST TRUST mencatat, sepanjang Januari-Juli 2026, gula merah asal Jawa Tengah telah diekspor secara rutin ke 43 negara.

Pasarnya tersebar di sejumlah kawasan, di antaranya Amerika Serikat, Jerman, Belanda, Inggris, Yunani, Australia, Peru, Kanada, Belgia, dan Meksiko.

Karding menilai capaian tersebut menunjukkan produk daerah memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar internasional selama mampu menjaga kualitas dan memenuhi standar secara konsisten.

Karena itu, Barantin akan terus menjadikan masukan pelaku usaha sebagai bahan untuk meningkatkan pelayanan sekaligus memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha.

“Jaring Asmara bukan sekadar nama, melainkan komitmen institusi untuk merangkul masyarakat usaha dengan pendekatan yang humanis, inklusif, dan transparan,” katanya.

Karding menegaskan, Barantin ingin membangun sistem pelayanan yang mampu menjawab dua kepentingan sekaligus, yakni memastikan perdagangan berjalan lancar dan keamanan hayati nasional tetap terlindungi.

“Keandalan sistem biosecurity nasional harus tetap terjaga tanpa harus mengorbankan kelancaran arus logistik perdagangan internasional,” pungkasnya.***

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru