Selasa, 1 September 2026
29 C
Semarang

Berbenah Sambut MTQ Nasional, UKM Jateng Corner Tawarkan Produk Unggulan

Berita Terkait

SEMARANG – Galeri UKM Jateng di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, terus berbenah menjadi UKM Jateng Corner. Konsep penyajian dan produk unggulan yang ditawarkan pun berubah semakin baik.

Keberadaan gerai itu sekaligus dimanfaatkan untuk menangkap peluang pasar dari pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXXI, yang akan berlangsung di Kota Semarang pada 11–20 September 2026 di Simpanglima Semarang.

Beragam produk tersedia di UKM Jateng Corner. Mulai dari busana dan batik, makanan dan minuman, aksesori, hingga berbagai produk kreatif lainnya.

Produk-produk tersebut ditawarkan dengan harga yang relatif terjangkau, bagi pengunjung dan penumpang yang berada di Bandara Ahmad Yani.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jateng, Hj. Nawal Arafah Yasin, M.S.I, mengatakan, momentum MTQ Nasional menjadi peluang untuk memperkenalkan sekaligus memperluas pemasaran produk UMKM lokal, kepada peserta dan tamu dari berbagai daerah.

Menurutnya, posisi UKM Jateng Corner di area kedatangan Bandara Ahmad Yani cukup strategis. Peserta MTQ Nasional yang datang dari luar Jawa Tengah maupun berbagai pulau di Indonesia, diharapkan dapat berkunjung dan mengenal produk unggulan daerah yang tersedia di gerai tersebut.

Tidak hanya melalui UKM Jateng Corner, Dekranasda Jateng juga akan membuka stan pameran yang menampilkan beragam potensi kerajinan dari 35 kabupaten/kota selama pelaksanaan MTQ Nasional.

“Jadi ini juga dalam rangka berpartisipasi untuk MTQ. Selain nanti kita akan membuka stan, juga di sini (UKM Jateng Corner) nanti akan menyediakan beberapa souvenir untuk pengunjung MTQ di bulan September ini,” katanya, seusai peluncuran UKM Jateng Corner di Bandara Ahmad Yani Semarang, Selasa (1/9/2026).

Menyukseskan program gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin, Nawal menjelaskan, UKM Jateng Corner merupakan hasil rebranding Galeri UKM Jateng yang telah beroperasi sejak 2019. Perubahan dilakukan tidak hanya pada nama, tetapi juga konsep penyajian dan jenis produk yang ditawarkan.

Sejumlah pembaruan dilakukan, mulai dari penataan dan tampilan produk, penambahan jenis produk, hingga penyediaan barang dengan harga menengah ke bawah, yang lebih menyesuaikan kebutuhan pengunjung.

Selain mengutamakan produk yang menarik secara visual, setiap produk yang ditampilkan juga membawa identitas dan kearifan lokal. Pelaku UMKM dapat menceritakan latar belakang maupun nilai yang terkandung dalam produk, melalui storytelling.

“Kita di sini ada tambahan makanan ya untuk oleh-oleh, juga minuman-minuman seduh nantinya akan kami hadirkan di sini. Kita juga menyiapkan bagaimana klien-klien di sini bisa menceritakan tentang story telling dari produk-produk UMKM yang ada,” beber Nawal.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, yang membuka rebranding UMKM Jateng Corner, mengapresiasi langkah Dekranasda Jateng, dalam merangkul dan membuka ruang pemasaran bagi pelaku UMKM lokal. Dia juga mendorong pendampingan kepada pelaku usaha, termasuk dalam memperoleh sertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Dia mengatakan, Pemprov Jateng berkomitmen melibatkan UMKM lokal dalam berbagai kegiatan pemerintahan, termasuk melalui MTQ Nasional XXXI yang akan menghadirkan ribuan peserta dan tamu dari berbagai daerah.

Tercatat, lebih dari 9.000 peserta dan tamu undangan dari luar Jawa Tengah diperkirakan hadir dalam momentum tersebut. Jumlah ini menjadi peluang yang perlu dimanfaatkan pelaku UMKM, untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produknya kepada masyarakat dari luar daerah.

“Monggo produk unggulan 35 kabupaten kota kita buka pada bazar selama MTQ Nasional. Kita ajak pelaku UMKM juga menikmati momen-momen besar kita,” ucap Taj Yasin.

Di sisi lain, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng, Desy Arijani mengatakan, UKM Jateng Corner semula bernama Galeri UKM Jateng yang mulai beroperasi pada 5 Maret 2019. Galeri tersebut merupakan hasil kerja sama Pemprov Jateng dengan PT Angkasa Pura I.

Selama beroperasi, UKM Jateng Corner telah menjadi salah satu ruang promosi dan pemasaran bagi produk UMKM lokal. Hingga saat ini, tercatat 142 UMKM telah mengisi UKM Jateng Corner, terdiri atas 88 UMKM kategori fesyen, dan 54 UMKM kategori food and beverage.

Dari sisi transaksi, omzet UKM Jateng Corner juga menunjukkan pertumbuhan dalam dua tahun terakhir. Pada 2024, omzet tercatat Rp449 juta, dan meningkat menjadi Rp657 juta pada 2025. Sementara, hingga Juli 2026, omzet telah mencapai Rp439 juta dan diproyeksikan terus meningkat hingga akhir tahun.

“Ini menunjukkan bahwa keberadaan galeri memiliki potensi yang baik sebagai sarana promosi, sekaligus pemasaran bagi produk UMKM kita. Dan ke depan, berbagai upaya akan kita lakukan untuk menambah kualitas, baik itu pengelolaan maupun layanan,” ucap Desy.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru