Sabtu, 3 Oktober 2026
27.8 C
Semarang

Dari Sertifikat Halal ke Pasar Global, Ahmad Luthfi Buka Jalan UMKM Jateng

Berita Terkait

SEMARANG – Ekonomi syariah didorong menjadi salah satu kekuatan baru perekonomian Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) tidak berhenti pada pengembangan industri keuangan, tetapi turun langsung menggerakkan UMKM dan membangun ekosistem usaha halal yang berdampak bagi masyarakat.

Pesan itu disampaikan Ahmad Luthfi saat menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Tengah periode 2026–2031 di Ballroom Pandanaran, Hotel Padma, Kota Semarang, Jumat (2/10/2026). Hadir pula Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Ketua Umum Pengurus Pusat MES, Rosan Perkasa Roeslani, dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono.

Menurut Luthfi, potensi ekonomi syariah di Jawa Tengah sangat besar. Sekitar 97 persen dari 38 juta penduduk Jawa Tengah beragama Islam sehingga ekosistem ekonomi berbasis kebutuhan masyarakat muslim memiliki pasar yang luas.

“MES ini sangat strategis sekali karena hampir 97 persen dari 38 juta penduduk Jawa Tengah itu muslim. Minimal programnya bisa menumbuhkan ekonomi baru di wilayah kita,” kata Luthfi yang memimpin Jateng bersama wagub Taj Yasin.

Ia mengatakan, pengembangan ekonomi syariah telah menjadi bagian dari arah kebijakan pembangunan Jawa Tengah 2025–2029. Bahkan, pada 2027 ekonomi syariah ditempatkan sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi daerah, berdampingan dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Potensi tersebut, kata Luthfi, tidak hanya berada di sektor keuangan syariah. Jawa Tengah juga memiliki peluang besar pada industri halal, produk UMKM, kuliner, fesyen muslim, pariwisata ramah muslim hingga ekonomi pesantren.

“Kita punya wisata ramah muslim, tidak hanya seribu desa wisata tetapi wisata ramah muslim. Termasuk sertifikasi halal yang sampai saat ini di tempat kita sudah hampir 670 ribu sertifikasi halal diterbitkan,” ujarnya.

Luthfi meminta kepengurusan baru MES Jawa Tengah membangun kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan pelaku UMKM. Menurut dia, kekuatan ekonomi syariah justru akan semakin besar apabila mampu masuk ke aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.

“Tidak hanya mendongkrak produk pakaian atau fesyen. Semuanya harus punya nilai lebih, termasuk industri halal. Itulah gunanya ekonomi syariah,” katanya.

Pengembangan tersebut membuka ruang bagi UMKM untuk naik kelas melalui produk bersertifikat halal, pembiayaan syariah, perdagangan, kuliner, fesyen, pariwisata, ekonomi pesantren, hingga berbagai produk kreatif berbasis masyarakat.

Dengan demikian, ekonomi syariah tidak hanya menjadi isu sektor keuangan, tetapi dapat menjadi rantai ekonomi yang menghubungkan pelaku usaha kecil, industri, lembaga keuangan, pemerintah, akademisi hingga pasar ekspor.

Ketua Umum Pengurus Pusat MES, Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, Jawa Tengah memiliki potensi ekonomi syariah yang besar. Tantangannya adalah memastikan koordinasi antara MES, UMKM, dunia usaha, akademisi, dan pemerintah daerah berjalan efektif.

“Ini adalah titik kumpul bersama untuk berdiskusi sehingga menghasilkan kebijakan dan regulasi yang bisa berdampak bagi ekonomi syariah di Jawa Tengah. Paling penting program harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat bukan hanya dalam hal ekonomi tetapi kehidupan sehari-hari,” kata Rosan.

Ia mengatakan, pemerintah akan mendorong agar kontribusi ekonomi syariah terhadap perekonomian nasional maupun daerah dapat terukur lebih jelas.

Pada 2027, pemerintah pusat akan bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengukur kontribusi ekonomi syariah terhadap perekonomian secara keseluruhan, termasuk kontribusinya terhadap perekonomian daerah.

“Kalau ada ukurannya akan mudah menentukan posisi mana yang harus ditingkatkan. Kita ini ketinggalan di wisata syariah dan sektor keuangan dibandingkan negara lain, di sektor fesyen kita sudah nomor satu,” ujarnya.

Menurut Rosan, pengukuran tersebut penting agar pengembangan ekonomi syariah tidak berhenti pada program dan slogan, tetapi dapat diketahui dampaknya terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut juga diluncurkan Koperasi Ekspor Merah Putih yang dikelola PW MES Jawa Tengah. Koperasi tersebut diarahkan untuk mendukung perluasan pasar produk-produk ekonomi syariah Jawa Tengah ke pasar luar negeri.

Kehadiran koperasi itu diharapkan menjadi salah satu jembatan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan nilai tambah produk.

Dengan penguatan industri halal dari hulu hingga hilir, ekonomi syariah Jawa Tengah berpeluang tidak hanya memperbesar aktivitas ekonomi domestik, tetapi juga membawa produk UMKM lokal masuk ke rantai pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor.*

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru