JAKARTA – Ribuan anggota Serikat Pekerja PT PLN (Persero) (SP PLN) dari seluruh penjuru Nusantara, mulai dari Aceh hingga Papua, menggelar Rapat Akbar di Kantor Pusat PLN, Jakarta (27/10). Acara konsolidasi berskala nasional ini dihadiri oleh sekitar 1.600 orang peserta yang mewakili semangat persatuan seluruh insan kelistrikan. Rapat akbar ini menjadi momentum penting untuk memperkokoh sinergi antara serikat pekerja dan jajaran manajemen dalam menjaga keandalan listrik nasional sekaligus memperjuangkan kesejahteraan pegawai.
Momentum kebersamaan dan kolaborasi ini semakin terasa kuat dengan kehadiran jajaran petinggi perusahaan. Orasi dan penyampaian aspirasi dalam rapat akbar ini dilakukan setelah sebelumnya diisi dengan pidato pengarahan yang disampaikan langsung oleh Direktur Utama PT PLN (Persero), Suroso Isnandar, bersama Direktur Legal dan Human Capital (Dir LHC) PLN, Nurlely Aman. Kehadiran para pimpinan puncak ini menegaskan komitmen keterbukaan manajemen terhadap suara dan aspirasi para pegawai di lapangan.
Menyambung pengarahan tersebut, Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Rizal Calvary Marimbo, tampil memberikan orasi yang membakar semangat para peserta. Dalam orasinya, Rizal menegaskan bahwa keberadaan dan kebesaran PLN Group sama sekali tidak terlepas dari peran vital seluruh pegawai, terutama mereka yang bertugas di garda terdepan. Ia berkomitmen bahwa jajaran direksi wajib mendengar, memperhatikan, dan merealisasikan aspirasi yang disuarakan oleh para pegawai demi kemajuan bersama.
“Teman-teman sekalian, kita adalah sebuah variabel dan komponen bersama yang membentuk yang namanya PLN Group. Tanpa teman-teman, tidak akan ada yang namanya PLN Group. Itu sebabnya, setiap aspirasi yang datang dari seluruh pelosok negeri berarti ada sesuatu yang sangat penting, dan direksi wajib hukumnya mendengar,” tegas Rizal Calvary Marimbo di hadapan ribuan peserta rapat akbar.
Lebih lanjut, Rizal juga memberikan garansi kepastian karier bagi para pegawai pemberani yang bertugas di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). “Saya bilang kepada GM, mau berada di ujung mana pun, kalau dia punya kemampuan, dia dipromosikan! Kalian mungkin berjuang di lapangan dengan risiko tinggi, dikejar massa demi memastikan listrik menyala sampai ke pulau-pulau. Orang-orang terbaik yang berani mengambil risiko seperti ini akan saya promosikan menjadi Senior Manager,” ujarnya penuh semangat.
Menyambut baik komitmen tegas dari Manajemen tersebut, Ketua Umum SP PLN, M. Abrar Ali, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran Direktur Manajemen Pembangkitan serta keterbukaan seluruh jajaran direksi. Ia menekankan bahwa sinergi ini membuahkan hasil nyata bagi perbaikan nasib pegawai. Salah satu capaian penting dari hasil perundingan yang diumumkan adalah kepastian kenaikan grade masa transisi yang ditargetkan terealisasi paling lambat pada bulan April tahun depan.
Selain kepastian karier, perlindungan dan kesejahteraan keluarga pegawai juga menjadi sorotan utama yang disepakati bersama manajemen. M. Abrar Ali memaparkan adanya peningkatan signifikan pada nilai santunan pemakaman bagi pegawai, dari yang sebelumnya Rp10 juta dinaikkan secara drastis menjadi Rp50 juta. Tidak hanya itu, SP PLN juga memastikan adanya perlindungan jaminan kesehatan purna tugas serta bantuan pendidikan yang dibayarkan di awal bagi keluarga pegawai yang meninggal dunia saat masih dalam masa dinas.
“Apa yang disampaikan Pak Suroso Isnandar tadi pagi dan Pak Direktur Manajemen Pembangkitan siang ini menjadi modal kita untuk menatap masa depan PLN yang optimistis. Yakinlah, apa yang sudah dituliskan dalam spanduk dan disampaikan ke Presiden serta direksi, insyaAllah akan kita bangun komunikasinya. Doakan dalam waktu tidak lama, satu per satu akan kita selesaikan dan sepakati,” ungkap Ketua Umum SP PLN, M. Abrar Ali, memberikan kepastian kepada para anggotanya.
Di samping mengawal isu internal terkait transisi organisasi dan kesejahteraan, Rapat Akbar ini juga menyoroti tajam ancaman eksternal yang berpotensi mereduksi kedaulatan energi nasional. SP PLN menyerukan kewaspadaan tinggi kepada seluruh anggota terhadap dinamika pembahasan Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan (RUU EBET) dan RUU Ketenagalistrikan. Fokus utamanya adalah mencegah dominasi swasta dan privatisasi terselubung di sektor kelistrikan.
“Khusus untuk power wheeling, ini akan kita kawal jangan sampai apa yang sudah dikeluarkan dari tim pemerintah diselundupkan kembali, karena itu sangat mengancam eksistensi PLN. PLN adalah Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan, tidak ada yang lain. Mana yang mengganggu eksistensi PLN kita, harus berani kita lawan!” tegas M. Abrar Ali mengingatkan krusialnya pertahanan regulasi kelistrikan.
Seluruh peserta rapat akbar menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi memajukan perusahaan, sekaligus siap menjadi garda terdepan jika eksistensi PLN diganggu oleh regulasi yang merugikan rakyat. Kekuatan persatuan 1.600 peserta yang hadir di Jakarta ini menjadi simbol kesiapan seluruh insan PLN di Indonesia untuk bergerak bersama menjaga aset strategis bangsa. SP PLN mengimbau agar peran pihak swasta di sektor kelistrikan tetap bersifat suportif, bukan mengambil alih peran krusial negara.
Menutup agenda Rapat Akbar yang berlangsung penuh antusiasme dari pagi hingga sore hari tersebut, M. Abrar Ali mengobarkan semangat persatuan yang disambut gemuruh oleh seluruh peserta. Seruan yel-yel “SP PLN! Yes, Kuat, Bersatu! PLN! Jaya, Terbaik, Unbundling, No! Power wheeling, Tolak! Indonesia, Berdaulat Merdeka, Merdeka, Merdeka! bergema dengan lantang di Kantor Pusat PLN, menandai kebulatan tekad SP PLN dalam menjaga kedaulatan energi nasional dan melindungi hak-hak pekerja.***











