Menu ✖

Mode Gelap

Rajutan Asa Ibu Supartini Nasabah PNM: Dari Keterpurukan Menuju Pemberdayaan Perempuan Difabel

17 Mei 2025 · 21:47 WIB ·


					Rajutan Asa Ibu Supartini Nasabah PNM: Dari Keterpurukan Menuju Pemberdayaan Perempuan Difabel Perbesar

Yogyakarta – Sejak tahun 2020 Ibu Supartini mulai mencoba kembali merajut keahlian yang telah lama ia miliki. Awalnya, ia hanya membantu teman-teman membuat produk rajut dengan bahan yang dipinjamkan. Namun keterbatasan modal menjadi hambatan besar untuk berkembang.

Hingga pada awal 2021, sebuah momen kecil mengubah segalanya. Seorang penjual gas yang mengantar ke rumah melihat beliau sedang merajut, lalu memperkenalkan beliau kepada program pembiayaan Mekaar dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Dari sinilah titik balik dimulai.

Dengan pinjaman modal awal dari PNM Mekaar, Ibu Supartini dapat membeli benang sendiri dan mulai memproduksi tas, dompet serta boneka rajut yang dipasarkan secara mandiri.

Bahkan, ketika permintaan meningkat, ia tidak bekerja sendiri. Ibu Supartini justru menggandeng perempuan-perempuan difabel lainnya dalam komunitas HWDI (Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia) Bantul untuk ikut memproduksi. Ia melatih mereka merajut, menciptakan ekosistem kerja produktif dan kolaboratif yang mengangkat martabat banyak perempuan dengan keterbatasan fisik.

Kini, produknya menembus pasar internasional, termasuk pesanan 100 tas dari The Sack. Meski belum bermitra dengan pusat oleh-oleh, ia aktif mengikuti pameran untuk memasarkan produknya.

Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menyampaikan bahwa “Kisah Ibu Supartini mengingatkan kita bahwa keterbatasan fisik bukanlah batas untuk berkarya. Di PNM, kami percaya bahwa setiap perempuan Indonesia termasuk yang menyandang disabilitas memiliki potensi luar biasa untuk bangkit dan berkembang. Karena itu, kami memberikan layanan yang setara tanpa membeda-bedakan. Semua nasabah berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh, peduli, dan menginspirasi lingkungan sekitarnya. Inilah semangat kami di PNM Mekaar untuk terus memberdayakan, bukan sekadar hanya memberikan pinjaman usaha.” ujarnya.

Di balik kesibukannya sebagai pelaku UMKM, Ibu Supartini juga menjalani peran sebagai ibu dan nenek. Ia tinggal bersama anak bungsu dan cucunya, serta menjadi mitra ojek online dalam program Difabike untuk mendukung UMKM lokal.

Lebih dari sekadar usaha, apa yang dilakukan Ibu Supartini merupakan bentuk nyata pemberdayaan masyarakat. Ia menghidupkan harapan bagi banyak ibu rumah tangga dan perempuan difabel untuk tetap produktif dan berdaya.

Tidak jarang ia juga diundang menjadi pelatih merajut di berbagai sekolah dan instansi pemerintahan.

PNM melalui program Mekaar telah berperan penting dalam mendukung perjalanan Ibu Supartini. Modal yang diberikan bukan hanya pinjaman, melainkan bahan bakar semangat untuk memberdayakan kembali mimpi-mimpi yang sempat runtuh.

“Program kita memberdayakan para UMK lokal dengan hastag #PNMuntukUMKM

PNMPemberdayaanUMKM dengan modal usaha agar lebih berkembang dan berkelanjutan,” katanya.

Kisah Ibu Supartini mengajarkan kita bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya. Dengan ketekunan, keberanian, dan dukungan yang tepat, siapa pun bisa bangkit dan menjadi inspirasi bagi sekitarnya.***

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Facebook Bagikan ke Line Salin tautan artikel
Baca Lainnya

OJK Tegaskan Reformasi Pasar Modal Usai Sorotan MSCI

22 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi.

Garap Wisata Mangrove Demangkarta, Solusi Bangun Indonesia Kantongi ESG Platinum

22 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Eduwisata Mangrove Demangkarta, inovasi sosial Solusi Bangun Indonesia yang berlokasi di Cilacap, Jawa tengah.

Petani Gagal Panen Terbantu Program Petani Gajian, Ini Harapan Mereka

22 Oktober 2026 - 06:39 WIB

Petani Gagal Panen Terbantu Program Petani Gajian, Ini Harapan Mereka

57 Perusahaan Vietnam Bakal Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Bidik Peluang Kerja Baru

22 Oktober 2026 - 06:32 WIB

57 Perusahaan Vietnam Bakal Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Bidik Peluang Kerja Baru

Warga Minta Pasar Murah Digelar Tiap Hari, Begini Respons Ahmad Luthfi

21 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Warga Minta Pasar Murah Digelar Tiap Hari, Begini Respons Ahmad Luthfi

Ahmad Luthfi Minta KDMP Hidupkan Ekonomi Desa, Bukan Sekadar Bangun Gerai

20 Oktober 2026 - 18:46 WIB

Ahmad Luthfi Minta KDMP Hidupkan Ekonomi Desa, Bukan Sekadar Bangun Gerai
Trending di Ekonomi

Tinggalkan Komentar