Jumat, 17 April 2026
29 C
Semarang

Hari Kesehatan Nasional, IDAI–IPA Perkuat Advokasi dan Inovasi untuk Genjot Cakupan Imunisasi

Berita Terkait

Jakarta — Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bersama International Pediatric Association (IPA) menggelar Experience Sharing Workshop: “Pediatric Association Advocacy for Immunization Priorities” di Jakarta, bertepatan dengan momentum Hari Kesehatan Nasional ke-61 dan menjelang Hari Anak Sedunia.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi global dan merumuskan strategi inovatif untuk meningkatkan cakupan imunisasi sebagai fondasi menuju Generasi Indonesia Emas 2045.

Ketua Umum IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), menegaskan pentingnya mempercepat pemerataan imunisasi.

“Setiap anak yang terlindungi oleh imunisasi adalah calon pemimpin masa depan. Untuk mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045, kita harus memastikan fondasi kesehatan mereka kuat sejak dini. Tantangan imunisasi yang kompleks, dari aspek logistik hingga sosial budaya, harus kita atasi bersama dengan kolaborasi dan inovasi,” ujarnya.

Workshop menghadirkan perwakilan Kementerian Kesehatan, UNICEF, WHO, serta organisasi dokter anak dari sejumlah negara, termasuk Nigeria. Para narasumber membagikan pengalaman tentang solusi praktis untuk meningkatkan cakupan imunisasi, mengatasi penolakan vaksin, hingga memerangi misinformasi yang semakin marak.

Piprim menegaskan, imunisasi tetap menjadi intervensi kesehatan paling cost-effective yang terbukti menyelamatkan jutaan nyawa anak.

Namun, berbagai tantangan kini bersifat multidimensi, mulai dari logistik di wilayah pedesaan dan kepulauan, manajemen Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), isu injeksi ganda, hingga keraguan vaksin yang dipengaruhi budaya dan misinformasi.

Sementara itu Direktur Eksekutif IPA, Dr. Naveen Thacker, menyoroti pentingnya peran tenaga kesehatan dalam menghadapi infodemik.

“Komitmen Indonesia dalam membangun Generasi Emas 2045 sangat visioner. Dalam pertempuran melawan misinformasi vaksin, peran dokter anak sebagai sumber terpercaya tidak bisa ditawar. Pengalaman dan inovasi yang dibagikan di workshop ini bukan hanya berharga bagi Indonesia, tetapi juga menjadi pelajaran bagi komunitas kesehatan global,” katanya.

Pembahasan utama dalam workshop meliputi solusi logistik imunisasi, strategi komunikasi untuk mengatasi keraguan vaksin, pemberdayaan masyarakat dan tokoh lokal, penanganan misinformasi, serta pendekatan berbasis budaya untuk meningkatkan penerimaan imunisasi.

Melalui pertemuan ini, IDAI dan IPA menargetkan tersusunnya kerangka aksi advokasi yang dapat memperkuat program imunisasi nasional. Rekomendasi kebijakan, strategi komunikasi, dan model inovasi layanan yang dirumuskan diharapkan mampu mendukung target pemerintah serta memastikan lebih banyak anak Indonesia terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru