Senin, 25 Mei 2026
32.7 C
Semarang

KAI Daop 4 Semarang Cetak Pertumbuhan 11% dalam Pengangkutan Barang Tahun 2025

KAI Daop 4 Semarang Catat Kenaikan 11% Volume Angkutan Barang pada 2025, Sentuh 291.572 Ton

Berita Terkait

SEMARANG – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang mencatatkan kinerja positif pada sektor angkutan barang sepanjang tahun 2025. Volume angkutan barang yang dihasilkan mencapai 291.572 ton, atau tumbuh 11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 269.248 ton.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif melalui rilisnya Selasa (03/2/2026), menjelaskan bahwa pencapaian ini didorong oleh meningkatnya permintaan layanan logistik berbasis rel. “Kinerja positif ini menjadi bukti komitmen KAI dalam menghadirkan layanan angkutan barang yang andal, efisien, dan tepat waktu,” ujarnya.

“Kereta api kini bukan hanya sarana transportasi penumpang, tetapi juga simpul penting dalam rantai distribusi logistik nasional. Capaian ini membuktikan kereta api semakin relevan dan strategis dalam mendukung efisiensi logistik serta pembangunan ekonomi hijau di Indonesia”, imbuhnya.

Peti Kemas Jadi Andalan, Dukung Sektor Strategis

Fokus utama angkutan barang KAI Daop 4 Semarang pada tahun 2025 adalah angkutan peti kemas dengan volume yang sangat signifikan, yakni mencapai 224.946 ton. Layanan bongkar muat peti kemas ini terkonsentrasi di Stasiun Tawang dan Stasiun Brumbung yang berperan sebagai simpul logistik utama di wilayah operasi tersebut.

Selain peti kemas, layanan angkutan barang lainnya turut berkontribusi dengan total volume 66.626 ton. Layanan ini mencakup Angkutan Retail (BHP), Angkutan Retail (Parcel)/General Cargo, serta komoditas lainnya.

Tidak hanya itu, moda kereta api juga menunjukkan peran strategisnya dalam mendukung rantai pasok logistik sektor-sektor vital pembangunan dan ketahanan energi Jawa Tengah. Kontribusi ini diwujudkan melalui:

· Angkutan Semen: Dilayani dengan pembongkaran di Stasiun Poncol dan Stasiun Brumbung.
· Angkutan Bahan Bakar Minyak (BBM): Dilayani dengan pembongkaran di Stasiun Larangan untuk menjamin kelancaran pasokan energi.

Faktor Pendukung dan Dampak Ekonomi

Pertumbuhan kinerja ini didukung oleh beberapa langkah operasional, antara lain peningkatan frekuensi perjalanan, optimalisasi jumlah gerbong dalam satu rangkaian, serta ketepatan waktu pengiriman.

Saat ini, layanan angkutan barang KAI Daop 4 telah menjangkau puluhan kota dan kabupaten di Pulau Jawa. Layanan ini berperan penting sebagai penghubung antara kawasan industri, pelabuhan (seperti Pelabuhan Tanjung Emas Semarang), pusat ekonomi, dan sentra distribusi nasional.

“Meningkatnya permintaan pelanggan terhadap layanan angkutan berbasis rel menjadi pendorong utama capaian ini,” pungkasnya.

Ekosistem logistik berbasis rel ini dinilai mampu mendekatkan produsen dengan konsumen, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasok nasional. Lokasi operasional Daop 4 yang strategis, yang mencakup kawasan industri penting seperti Kawasan Industri Wijayakusuma dan Kawasan Industri Terpadu Batang, menjadi penopang utama kinerja unggul tersebut.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru