Minggu, 26 April 2026
31.9 C
Semarang

Yayasan Al Fatihah dan PBNU Luncurkan AGUS, Salurkan 100 Ribu Al-Qur’an serta Bantuan Gizi Santri

Berita Terkait


SEMARANG
 – Yayasan Al Fatihah melalui program AQSI (Al-Qur’ani Santri) dan Ekspedisi Quran berkolaborasi dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) serta PWNU Jawa Tengah meluncurkan program Al-Qur’an dan Gizi untuk Santri (AGUS).

Peluncuran program tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Al-Uswah, Gunungpati, Kota Semarang, Minggu (8/3/2026).

Program AGUS merupakan inisiatif untuk mendukung pendidikan sekaligus kesejahteraan santri melalui penyaluran mushaf Al-Qur’an serta bantuan gizi. Dalam program ini disalurkan mushaf Al-Qur’an senilai Rp10 miliar serta 12.500 butir telur yang diperuntukkan bagi para santri di pesantren.

Momentum peluncuran program AGUS juga ditandai dengan penyerahan simbolis mushaf Al-Qur’an kepada para santri. Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi para santri sekaligus memperkuat dukungan terhadap pendidikan di lingkungan pesantren.

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menyampaikan bahwa program ini menjadi langkah penting untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi santri yang masih belum merata.

“Kemampuan kita untuk berakselerasi memberi makan santri mungkin masih belum berimbang. Maka dengan adanya Gerakan AGUS ini bisa menambal ketimpangan bagi santri yang belum mendapat program MBG, khususnya untuk santri,” ujar Yahya.

Ia berharap gerakan AGUS dapat menjadi pemicu semangat berbagai pihak untuk lebih peduli terhadap pemenuhan gizi para santri di pesantren. Menurutnya, perhatian terhadap gizi santri penting karena kondisi kesehatan masih menjadi tantangan.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, sekitar 19 persen santri terdata memiliki gejala anemia, yang salah satunya dipengaruhi oleh kebutuhan gizi yang belum terpenuhi secara optimal.

Manager Program Al-Qur’an Santri (AQSI) Yayasan Al Fatihah, Meida Yusna Ilmiah, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari gerakan penghimpunan dan distribusi mushaf Al-Qur’an untuk pesantren di seluruh Indonesia.

Menurutnya, sejak berdiri pada 2019, program tersebut telah membantu ribuan pesantren yang membutuhkan mushaf Al-Qur’an. Banyak santri yang masih menggunakan Al-Qur’an yang sudah usang, bahkan harus bergantian saat belajar dan menghafal.

“Karena itu kami melakukan pendataan pesantren yang membutuhkan mushaf Al-Qur’an. Kolaborasi dengan PBNU dan PWNU menjadi sangat strategis karena memiliki jangkauan luas ke pesantren di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Pada tahap awal peluncuran program AGUS, sebanyak 5.860 mushaf Al-Qur’an disalurkan kepada pesantren yang hadir dalam kegiatan tersebut. Selain itu, sekitar 12.500 butir telur juga didistribusikan sebagai dukungan gizi bagi sekitar 10.000 santri.

Manager Project Ekspedisi Quran Yayasan Al Fatihah, Nalurita Firdausya, menambahkan bahwa program distribusi ini menargetkan penyaluran hingga 100.000 mushaf Al-Qur’an secara bertahap ke pesantren-pesantren di Indonesia.

“Program ini diharapkan dapat membantu pesantren yang masih kekurangan Al-Qur’an sekaligus mendorong lahirnya generasi Qur’ani di berbagai daerah. Selain itu, para donatur yang mewakafkan mushaf Al-Qur’an juga akan mendapatkan doa dari para santri yang membaca mushaf tersebut sebagai bagian dari amal jariah,” pungkasnya.***

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru