Senin, 27 April 2026
30 C
Semarang

Strategi Besar Polda Jateng dan JSB Hadapi Puncak Mudik Lebaran 2026: Pos Terpadu Kalikangkung Jadi Pusat Kendali

strategi-polda-jateng-jsb-hadapi-puncak-mudik-lebaran-2026

Berita Terkait

SEMARANG, PortalJateng.id – Pergerakan 38,71 juta orang diprediksi bakal masuk ke Jawa Tengah pada mudik Lebaran 2026. Angka ini menjadikan Jateng sebagai provinsi tujuan favorit kedua setelah Jawa Timur. Menghadapi fenomena tahunan ini, Polda Jawa Tengah bersama PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) mematangkan strategi besar, dari Pos Terpadu Kalikangkung hingga penambahan gardu tol, agar puluhan juta pemudik bisa sampai kampung halaman dengan selamat dan lancar.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, dalam berbagai kesempatan menyampaikan bahwa seluruh jajaran telah disiagakan menghadapi lonjakan arus yang diprediksi terjadi dalam dua gelombang.

Puncak Arus Mudik dan Balik Dua Gelombang

Berdasarkan hasil koordinasi lintas sektoral Operasi Ketupat Candi 2026 yang dipimpin Kapolri, Polda Jateng memprediksi puncak arus mudik tahun ini terjadi dua kali:

· Gelombang pertama: 14–15 Maret 2026

· Gelombang utama: 18–19 Maret 2026

Sementara puncak arus balik diperkirakan terjadi pada:

· 24–25 Maret 2026

· 28–29 Maret 2026

“Pola dua gelombang ini dipengaruhi oleh kebijakan fleksibilitas waktu kerja serta kecenderungan masyarakat memilih waktu keberangkatan yang berbeda, sehingga pergerakan kendaraan tidak terpusat dalam satu waktu saja,” jelas Kombes Pol Artanto.

Pos Terpadu Kalikangkung, Pusat Komando Pengamanan

Polda Jateng menyiapkan Pos Terpadu Kalikangkung sebagai pusat koordinasi seluruh pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di jalur tol, arteri, hingga jalur selatan.

“Kami telah menyiapkan pos terpadu di Kalikangkung yang akan mengkoordinir seluruh pos pengamanan dan pos terpadu di jajaran. Pos ini menjadi pusat kendali untuk memantau perkembangan arus lalu lintas di berbagai jalur yang ada di Jawa Tengah,” ujar Artanto.

Pos Terpadu Kalikangkung yang dikendalikan langsung oleh Dirlantas Polda Jateng akan memantau dan mengendalikan seluruh jalur secara terpadu, mulai dari Jalan Tol Trans Jawa, jalur arteri Pantura, jalur tengah, jalur selatan, hingga jalur arteri selatan-selatan atau Pansela.

“Kebijakan one way lokal akan diterapkan sesuai indikator dan hasil monitoring kepadatan lalu lintas di lapangan,” tambahnya.

Empat Kawasan Aglomerasi untuk Respons Cepat

Untuk memudahkan koordinasi, Polda membagi wilayah Jawa Tengah menjadi 4 Kawasan Aglomerasi dengan pusat kendali di masing-masing wilayah:

1. Aglomerasi Banyumas – kendali Polresta Banyumas

2. Aglomerasi Wonosobo – meliputi Banjarnegara, Dieng, hingga Magelang, kendali Polres Wonosobo

3. Aglomerasi Klaten – mengarah ke Yogyakarta, kendali Polres Klaten

4. Aglomerasi Ungaran–Semarang–Demak–Jepara – kendali Polrestabes Semarang

Pembagian ini memungkinkan respons cepat dan pengaturan lalu lintas yang lebih presisi sesuai karakteristik masing-masing wilayah. Polres Salatiga misalnya, telah mengaktifkan Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan sejak 9 Maret 2026, meliputi Pos Terpadu Ramayana, Posyan Exit Tol Tingkir, Pospam Cebongan, Pospam Kecandran, dan Pospam Blotongan.

Program Valet and Ride Mudik Nyaman untuk Pemotor

Salah satu program unggulan Polda Jateng adalah Valet and Ride, solusi mudik aman bagi pemudik roda dua. Program ini berlangsung pada 13–19 Maret 2026 di Nasmoco Brebes dengan kuota 1.447 pemudik dan 1.078 unit sepeda motor.

“Program Valet and Ride merupakan komitmen Polri untuk terus menghadirkan pelayanan yang adaptif dan solutif bagi masyarakat. Keselamatan masyarakat dan para pemudik menjadi prioritas utama kami selama musim mudik Lebaran. Melalui program ini, kami ingin memastikan masyarakat memiliki pilihan mudik yang lebih aman dan nyaman,” tegas Artanto.

Skemanya, sepeda motor pemudik akan diangkut menggunakan truk towing, sementara pemiliknya diberangkatkan dengan armada bus menuju kampung halaman. Dengan demikian, risiko kelelahan dan potensi kecelakaan akibat perjalanan jauh dapat ditekan secara signifikan .

Artanto juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menunda pengisian bahan bakar. “Kebiasaan menunda pengisian BBM hingga bahan bakar hampir habis berpotensi menimbulkan antrean panjang di SPBU maupun rest area. Jangan menunggu BBM menipis baru mengisi ulang, agar terhindar dari antrean panjang maupun risiko kendaraan mogok di perjalanan,” imbaunya.

Sinergi antara Polda Jateng dan Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah terus diperkuat melalui berbagai langkah antisipatif, termasuk pengawalan kendaraan tangki BBM secara situasional.

“Kami berharap kolaborasi pengamanan distribusi BBM serta kesadaran masyarakat dalam merencanakan perjalanan dapat menjaga kelancaran arus mudik dan balik Lebaran,” pungkasnya.

JSB Siapkan GT Kalikangkung, Gardu Bertambah, Layanan Makin Cepat

Sebagai simpul strategis penghubung arus kendaraan dari wilayah Barat menuju Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Jawa Timur, Gerbang Tol (GT) Kalikangkung menjadi titik krusial yang disiapkan maksimal oleh PT Jasamarga Semarang Batang (JSB).

Direktur Utama PT JSB, Nasrullah, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas layanan telah dilakukan, termasuk penambahan gardu Oblique Approach Booth (OAB) dari sebelumnya 8 unit menjadi 9 unit.

“Penambahan gardu transaksi ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas pelayanan di Gerbang Tol Kalikangkung. Dengan kapasitas gardu yang lebih besar, proses transaksi kendaraan dapat berlangsung lebih cepat sehingga antrean kendaraan dapat diminimalkan dan kelancaran arus mudik di koridor Tol Trans Jawa dapat terjaga,” ujar Nasrullah.

Saat ini, gerbang utama GT Kalikangkung dilengkapi dengan 8 gardu Exit dan 5 gardu Entrance yang seluruhnya siap operasi. Sementara pada akses OAB tersedia 9 gardu Exit dan 4 gardu Entrance. Penambahan ini memberikan fleksibilitas dalam pengaturan distribusi transaksi sesuai kondisi lalu lintas di lapangan.

PT JSB juga menyiapkan penambahan personel layanan transaksi serta pengaturan antrean kendaraan secara dinamis yang akan menyesuaikan kondisi di lapangan dan diskresi kepolisian.

Dengan pergerakan puluhan juta orang, kesadaran dan disiplin pemudik menjadi faktor kunci kelancaran arus mudik. Kombes Pol Artanto mengimbau:

1. Rencanakan perjalanan sejak awal dan hindari berangkat bersamaan pada waktu puncak.

2. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima dan bahan bakar terisi penuh sebelum berangkat.

3. Cek saldo E-Toll dan E-Money agar tidak terjadi antrean panjang di gerbang tol.

4. Jaga kondisi fisik selama perjalanan, segera manfaatkan rest area atau pos pelayanan untuk beristirahat.

5. Patuhi rambu-rambu lalu lintas dan hormati hak sesama pengguna jalan .

“Utamakan keselamatan berkendara, patuhi setiap rambu-rambu lalu lintas, serta hormati hak dan keselamatan sesama pengguna jalan,” pesan Artanto.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru