Jumat, 1 Mei 2026
28.6 C
Semarang

Gerakan Pangan Murah Serentak di 35 Daerah Jawa Tengah, Jaga Stabilitas Harga Jelang Lebaran

Berita Terkait

Semarang — Upaya menjaga stabilitas harga pangan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah terus diperkuat. Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) provinsi serta TPID kabupaten/kota se-Jawa Tengah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 35 kabupaten/kota.

Program ini bertujuan memastikan ketersediaan bahan pangan pokok bagi masyarakat sekaligus menjaga keterjangkauan harga di tengah meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan nasional.

Kegiatan GPM dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta anggota TPID. Sejumlah kepala daerah dari berbagai kabupaten/kota juga mengikuti kegiatan tersebut secara daring bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia di Solo, Purwokerto, dan Tegal.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional, Maino Dwi Hartono, juga hadir secara langsung di Kabupaten Kebumen untuk memantau pelaksanaan program tersebut.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menjaga stabilitas pasokan pangan, mulai dari TPID kabupaten/kota, Bulog, BUMD pangan, hingga pelaku usaha dan mitra strategis lainnya.

“Gerakan Pangan Murah ini merupakan langkah konkret agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan tenang menjelang Ramadan dan Idul Fitri, tanpa perlu melakukan pembelian secara berlebihan,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying, karena pemerintah memastikan pasokan pangan di Jawa Tengah dalam kondisi cukup dan terus dijaga.

Data menunjukkan, hingga Februari 2026 inflasi Jawa Tengah tercatat sebesar 0,76 persen secara bulanan (month to month). Angka ini meningkat setelah pada Januari sebelumnya terjadi deflasi. Tekanan inflasi terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, khususnya pada komoditas daging ayam ras, cabai rawit, bawang merah, serta telur ayam ras.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pengendalian harga yang terkoordinasi dari hulu hingga hilir, mulai dari penguatan pasokan produksi, kelancaran distribusi, hingga ketersediaan barang di pasar.

“Untuk itu, Bank Indonesia bersama TPID menerapkan strategi pengendalian inflasi yang dikenal dengan pendekatan 4K, yakni menjaga ketersediaan pasokan, memastikan keterjangkauan harga melalui Gerakan Pangan Murah dan operasi pasar, menjaga kelancaran distribusi agar stok tidak terganggu terutama menjelang arus mudik, serta memperkuat komunikasi yang efektif kepada masyarakat,” terang Noor Nugroho.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho.

Dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah ini, masyarakat dapat membeli berbagai komoditas kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, di antaranya beras, daging ayam dan sapi, telur ayam ras, gula pasir, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, serta berbagai sayuran dan buah-buahan.

Selain itu, Bank Indonesia juga membuka stan khusus yang menyediakan cabai rawit merah segar, cabai merah kering, serta produk mocaf yang dapat dibeli menggunakan sistem pembayaran digital QRIS.

Stan tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi kepada masyarakat untuk mulai memanfaatkan bahan pangan alternatif, seperti cabai kering dan mocaf, sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi dari sisi permintaan.

“Penggunaan QRIS juga kami dorong agar masyarakat semakin terbiasa dengan transaksi nontunai yang lebih praktis dan aman, sekaligus memperkuat inklusi keuangan dan ekonomi digital di Jawa Tengah,” lanjut Noor Nugroho.

Sebagai bagian dari edukasi publik, kegiatan GPM juga diakhiri dengan talkshow interaktif bertema “Belanja Bijak Kunci Menjaga Stabilitas Harga”. Talkshow tersebut menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia, Dinas Pertanian dan Peternakan, serta Dinas Ketahanan Pangan yang memberikan tips praktis berbelanja secara bijak, melakukan diversifikasi pangan, serta menjaga stabilitas pengeluaran rumah tangga.

Melalui sinergi kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, Bank Indonesia optimistis inflasi di Jawa Tengah dapat tetap terjaga dalam rentang sasaran. Dengan demikian, daya beli masyarakat dapat terlindungi dan pertumbuhan ekonomi daerah tetap berjalan secara berkelanjutan.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru