SEMARANG, PortalJateng.id – Jumat (13/3/2026) menjadi hari yang sibuk di Gerbang Tol Kalikangkung. Sebanyak 34.496 kendaraan tercatat melintas masuk ke Kota Semarang dari arah barat. Angka ini melesat 8,29 persen dibanding volume normal yang biasanya 31.856 kendaraan. Sementara itu, kendaraan yang meninggalkan Semarang juga meningkat, meski tak setajam arus masuk: 29.366 kendaraan, naik 1,94 persen dari normal.
Angka-angka ini bukan sekadar statistik. Di baliknya, ada ribuan keluarga yang mulai bergerak, ribuan cerita mudik yang mulai terukir di jalanan. Gerbang Tol Kalikangkung, yang selama ini dikenal sebagai “pintu gerbang” utama Jawa Tengah dari arah barat, mulai menunjukkan taringnya sebagai simpul paling kritis dalam jaringan Tol Trans Jawa.
Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), Nasrullah, memastikan bahwa pihaknya terus memantau situasi secara intensif.
“GT Kalikangkung merupakan salah satu gerbang strategis di jalur Tol Trans Jawa yang menjadi titik pertemuan arus kendaraan dari berbagai wilayah. Dengan adanya peningkatan volume lalu lintas ini, kami memastikan seluruh layanan operasional tetap berjalan optimal,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (13/3/2026).
Lonjakan Bertahap Menuju Puncak Arus
Peningkatan ini diprediksi akan terus berlanjut hingga puncak arus mudik yang diperkirakan jatuh pada 18 Maret 2026 atau H-3 Lebaran . Pada puncak nanti, kepadatan tertinggi diprediksi terjadi antara pukul 03.00 hingga 06.00 WIB, waktu di mana pengemudi paling rentan mengalami kelelahan.
Pemerintah Kabupaten Batang, yang wilayahnya menjadi salah satu lintasan utama tol ini, sudah mengantisipasi potensi kepadatan. Bupati Batang Faiz Kurniawan menyebut bahwa tiga exit tol di daerahnya, Kandeman, Kalibanteng, dan Weleri akan menjadi titik-titik krusial yang bermuara ke Jalan Pantura.
“Pastinya, Batang akan menjadi titik kepadatan kendaraan. Kemungkinan pengemudi atau pemudik mengalami kelelahan juga pasti ada, sehingga hal ini harus diantisipasi agar dapat menekan potensi kecelakaan,” ujar Faiz.
Kesiapan JSB: Gardu Tambahan, Mobile Reader, dan Petugas Siaga
Menghadapi lonjakan ini, JSB tidak tinggal diam. Sejak Februari lalu, PT Jasamarga Transjawa Tol telah meninjau langsung kesiapan operasional GT Kalikangkung, termasuk rencana penambahan kapasitas Gardu On Board Automatic (OAB).
Hasilnya, untuk jalur arus mudik menuju Semarang, disiapkan 11 gardu utama plus 9 gardu tambahan OAB, sehingga total tersedia 20 gardu keluar. Belasan unit mobile reader juga disiagakan untuk mempercepat transaksi di lapangan.
Jumlah petugas transaksi ditingkatkan drastis, dari biasanya 90 orang menjadi 171 orang. Dua unit kendaraan derek tambahan, satu unit mobil crane khusus, dan 100 unit water barrier juga dikerahkan untuk mendukung pengaturan lalu lintas.
“Kami menerapkan tarif diskon tambahan. Dimulai dari tanggal 12 Maret 2026 pukul 05.00 WIB, kami sudah memberlakukan tambahan tarif diskon sebesar 23 persen,” jelas Nasrullah.
Diskon Tol: Insentif dan Strategi Distribusi Arus
JSB tercatat memberikan diskon tol hingga 46 persen untuk periode tertentu. Untuk arus mudik, diskon 46 persen berlaku pada 15-16 Maret 2026 bagi kendaraan yang melakukan perjalanan menerus dari Gerbang Tol Cikampek Utama menuju GT Kalikangkung. Sementara pada arus balik, diskon serupa diberikan pada 26-27 Maret 2026 untuk arah sebaliknya.
Diskon ini bukan sekadar potongan harga, tapi juga strategi untuk mendistribusikan waktu keberangkatan pemudik. Dengan memberikan insentif pada H-4 hingga H-3, pemerintah berharap beban puncak arus di H-3 (18 Maret) bisa sedikit terurai.
Jangan Lupa: Saldo Cukup, Patuhi Rambu, dan Manfaatkan Travoy
Nasrullah mengingatkan para pemudik untuk selalu mempersiapkan perjalanan dengan baik. “Pastikan saldo uang elektronik mencukupi, jaga jarak aman antar kendaraan, serta patuhi rambu-rambu lalu lintas selama berkendara,” pesannya.
Selain itu, pengguna jalan juga bisa memanfaatkan aplikasi TRAVOY yang tersedia di iOS dan Android. Aplikasi ini menyediakan informasi lalu lintas real-time, CCTV di berbagai ruas tol, lokasi rest area, hingga fitur pemesanan layanan derek.
Jika mengalami kendala atau butuh informasi lebih lanjut, pemudik dapat menghubungi One Call Center Jasa Marga 24 jam di 133.



