Senin, 25 Mei 2026
29.9 C
Semarang

Memasuki Hari Ketujuh Masa Angkutan Lebaran, 166 Ribu Pemudik Turun di Stasiun Daop 4 Semarang

h7-lebaran-166-ribu-pemudik-turun-stasiun-daop-4-semarang-tawang-tegal-primadona

Berita Terkait

SEMARANG, PortalJateng.id – Memasuki hari ketujuh masa angkutan Lebaran 2026, jumlah penumpang kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 4 Semarang terus menunjukkan tren peningkatan. Data terkini per Selasa (17/3/2026) mencatat, sebanyak 23.048 penumpang berangkat dari berbagai stasiun di wilayah Daop 4, sementara jumlah penumpang yang tiba mencapai 28.254 orang.

Angka ini menguatkan pola yang terlihat sejak awal masa mudik, Jawa Tengah masih menjadi daerah tujuan utama para perantau yang pulang kampung. Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menegaskan bahwa tren peningkatan akan terus berlanjut hingga mendekati puncak arus mudik Lebaran yang diprediksi akan terjadi pada 18-19 Maret 2026.

“Seiring semakin dekatnya Hari Raya Idul Fitri, jumlah penumpang yang menggunakan layanan kereta api di wilayah Daop 4 Semarang terus mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik karena dinilai aman, nyaman, serta bebas dari kemacetan,” ujar Luqman.

Lima Stasiun Tersibuk 17 Maret 2026

Beberapa stasiun di wilayah Daop 4 mencatat aktivitas penumpang yang luar biasa tinggi pada Selasa kemarin. Stasiun Semarang Tawang menjadi yang tersibuk dengan 7.168 penumpang naik dan 7.504 penumpang turun. Tak kalah ramai, Stasiun Semarang Poncol mencatat 7.407 penumpang naik dan 3.879 penumpang turun.

Di wilayah pantura, Stasiun Tegal melayani 2.386 penumpang naik dan 4.727 penumpang turun, sementara Stasiun Pekalongan mencatat 2.035 penumpang naik dan 3.475 penumpang turun. Di perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur, Stasiun Cepu melayani 672 penumpang naik dan 1.767 penumpang turun.

Data ini menarik karena menunjukkan karakteristik yang berbeda di setiap stasiun. Di Stasiun Semarang Tawang dan Tegal, jumlah penumpang turun jauh lebih tinggi dibanding naik, menegaskan posisi kedua stasiun ini sebagai pintu kedatangan utama para perantau yang pulang kampung. Sementara di Stasiun Semarang Poncol, justru penumpang naik mendominasi, menandakan stasiun ini menjadi titik keberangkatan favorit warga Semarang yang hendak merantau atau mudik ke kota lain.

Kumulatif 11-17 Maret: Dominasi Kedatangan

Secara kumulatif selama tujuh hari masa angkutan Lebaran yang dimulai 11 Maret lalu, total penumpang yang naik dari stasiun-stasiun Daop 4 mencapai 145.320 orang, sementara penumpang yang turun tercatat 166.132 orang. Selisih lebih dari 20 ribu penumpang ini mengkonfirmasi bahwa wilayah Jawa Tengah, khususnya di koridor Daop 4, menjadi daerah tujuan utama arus mudik tahun ini.

Jika dirinci per stasiun selama periode 11-17 Maret 2026, Stasiun Semarang Tawang mencatat akumulasi tertinggi dengan 48.133 penumpang naik dan 45.923 penumpang turun. Stasiun Semarang Poncol menyusul dengan 47.656 penumpang naik dan 26.411 penumpang turun. Angka ini menunjukkan bahwa Tawang dan Poncol berperan sebagai dua gerbang utama mobilitas masyarakat di Ibu Kota Jawa Tengah.

Di wilayah barat, Stasiun Tegal mencatat 13.013 penumpang naik dan 27.931 penumpang turun selama tujuh hari tersebut, sementara Stasiun Pekalongan melayani 11.404 penumpang naik dan 19.991 penumpang turun. Di ujung timur, Stasiun Cepu mencatat 5.200 penumpang naik dan 10.307 penumpang turun.

Data kumulatif ini semakin memperkuat pola yang terlihat dalam data harian. Stasiun Tegal, Pekalongan, dan Cepu mencatat jumlah penumpang turun hampir dua kali lipat dibanding penumpang naik. Sementara Stasiun Semarang Tawang relatif berimbang, menunjukkan perannya sebagai stasiun transit utama di Ibu Kota Jawa Tengah.

Tujuan Favorit dan Kereta Andalan

Luqman Arif menjelaskan bahwa mayoritas penumpang yang berangkat dari wilayah Daop 4 memiliki tujuan utama ke sejumlah kota besar, yaitu Jakarta, Surabaya, Solo, dan Purwokerto. Sementara itu, kereta api favorit yang menjadi pilihan masyarakat antara lain KA Ambarawa Ekspres, KA Joglosemarkerto, KA Tawang Jaya, dan KA Argo Sindoro.

Kereta-kereta ini menjadi primadona karena menawarkan kombinasi kecepatan, kenyamanan, dan jadwal yang sesuai dengan kebutuhan pemudik.

Kesiapan dan Imbauan KAI Daop 4

PT KAI Daop 4 Semarang memastikan seluruh aspek operasional terus dipersiapkan secara optimal, mulai dari kesiapan sarana, prasarana, hingga pelayanan kepada pelanggan. Tujuannya satu: agar perjalanan kereta api selama masa Angkutan Lebaran dapat berlangsung dengan aman, selamat, dan lancar.

Luqman mengimbau para pelanggan untuk merencanakan perjalanan dengan baik. Beberapa poin penting yang perlu diperhatikan pemudik:

  • Datang lebih awal ke stasiun untuk mengantisipasi kepadatan
  • Pastikan tiket dan identitas sesuai agar proses boarding dapat berjalan tertib
  • Manfaatkan aplikasi Access by KAI untuk memantau ketersediaan tiket dan jadwal terkini
  • Perhatikan barang bawaan dan jangan tinggalkan barang berharga

“Kami juga mengimbau kepada para pelanggan untuk merencanakan perjalanan dengan baik, datang lebih awal ke stasiun, serta memastikan tiket dan identitas sesuai agar proses boarding dapat berjalan dengan tertib dan nyaman,” tutup Luqman.

Catatan Redaksi

Data 166.132 penumpang yang turun di stasiun-stasiun Daop 4 dalam tujuh hari pertama mudik adalah cermin dari realitas sosial-ekonomi yang telah mengakar. Jutaan warga Jawa Tengah memilih merantau ke kota-kota besar demi mencari penghidupan yang lebih baik, dan Lebaran menjadi momen sakral untuk pulang.

Yang menarik, kereta api tetap menjadi moda transportasi pilihan utama meski ada alternatif lain seperti bus, mobil pribadi, atau pesawat. Alasan utamanya, bebas macet, tepat waktu, dan tingkat keselamatan yang tinggi. Dalam situasi di mana jalan tol kerap padat merayap, kereta api menawarkan kepastian waktu yang sulit ditandingi moda transportasi darat lainnya.

Fenomena ini juga mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi yang merata masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Selama lapangan kerja berkualitas masih terkonsentrasi di Jakarta, Surabaya, dan kota-kota besar lainnya, arus mudik akan selalu menjadi ritual tahunan yang menghadirkan kerinduan sekaligus kesibukan luar biasa bagi sektor transportasi.

KAI Daop 4 Semarang dengan segala persiapannya berharap dapat menjadi bagian dari solusi, menghadirkan perjalanan mudik yang tidak hanya mengantar pemudik sampai kampung halaman, tetapi juga melakukannya dengan aman, nyaman, dan berkesan.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru