Minggu, 31 Mei 2026
32 C
Semarang

Menjelang Idul Fitri, Penjualan Eceran di Semarang Alami Lonjakan

Berita Terkait

Semarang — Penjualan eceran di Kota Semarang menunjukkan lonjakan signifikan menjelang Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H. Bank Indonesia mencatat Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Januari 2026 tumbuh 16,97 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh peningkatan penjualan pada kelompok barang budaya dan rekreasi yang melonjak hingga 36,14 persen, diikuti suku cadang dan aksesoris sebesar 25,85 persen, serta makanan, minuman, dan tembakau sebesar 25,78 persen.

Secara bulanan (month-to-month/mtm), kinerja penjualan eceran juga mengalami akselerasi dengan pertumbuhan 19,21 persen, meningkat tajam dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 3,69 persen. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 28,82 persen, barang budaya dan rekreasi 13,48 persen, serta peralatan informasi dan komunikasi 2,74 persen.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari, menyatakan bahwa tren positif ini diperkirakan berlanjut pada Februari 2026 seiring meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat.

“Prakiraan kinerja penjualan eceran pada Februari 2026 secara tahunan meningkat sebesar 10,14 persen, didorong oleh pertumbuhan kelompok barang budaya dan rekreasi, suku cadang dan aksesoris, serta subkelompok sandang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, secara bulanan penjualan juga diperkirakan tumbuh 11,25 persen. Kenaikan ini terutama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 16,91 persen, subkelompok sandang 7,54 persen, serta barang lainnya 3,46 persen.

Menurut Andi, peningkatan tersebut tidak lepas dari momentum Ramadan dan persiapan masyarakat menghadapi Idulfitri yang mendorong konsumsi, terutama pada kebutuhan pokok dan gaya hidup.

Di sisi lain, tekanan inflasi di Kota Semarang untuk tiga hingga enam bulan ke depan diprakirakan menurun. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) April 2026 yang tercatat sebesar 156,8, turun dari bulan sebelumnya 181,58. Sementara IEH Juni 2026 juga menurun menjadi 167,11 dari sebelumnya 176,3.

“Penurunan tekanan inflasi sejalan dengan meningkatnya pasokan, terutama pada periode panen di April dan Juli 2026,” tambahnya.

Dengan tren konsumsi yang meningkat namun tekanan harga yang terkendali, kondisi ini dinilai mampu menjaga daya beli masyarakat tetap stabil selama periode Ramadan hingga Idul Fitri.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru