Selasa, 28 April 2026
28 C
Semarang

Dihadang di Depan Rumah: Yovita Terluka Usai Cegah Keributan

Yovita, terluka parah di wajah usai berusaha membela teman yang lebih dulu dihadang dua orang tak dikenal di depan rumahnya.

Berita Terkait

SEMARANG, PortalJateng.id – Rekaman kamera CCTV di Jalan Halmahera Raya, Semarang Timur, merekam sebuah peristiwa yang menggambarkan keberanian sekaligus pilu, seorang remaja putri berusaha membela seseorang yang lebih dulu menjadi sasaran dua orang tak dikenal. Namun nyawanya nyaris melayang.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 06.30 WIB. Korban bernama Yovita, warga Halmahera Raya No. 19. Ia hendak berangkat beribadah ke gereja. Namun sebelum ia sempat melangkah keluar, kekacauan sudah dimulai di depan pagar rumahnya.

Detik-Detik dari Rekaman CCTV

Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar di media sosial, seseorang (tidak terlihat jelas pria atau wanita karena kualitas gambar) sudah menunggu Yovita di depan pagar rumahnya. Mereka tampaknya telah berjanjian, mungkin untuk pergi bersama.

Namun sebelum Yovita keluar, dua orang laki-laki tak dikenal datang dengan sepeda motor. Mereka berboncengan. Pengendara tetap di atas motor, sementara pemboncengnya turun dan langsung menghampiri orang yang sedang menunggu Yovita tersebut.

Terjadilah keributan. Orang yang menunggu Yovita itu sepertinya dipaksa menyerahkan sesuatu oleh kedua laki-laki tersebut. Situasi semakin tegang.

Yovita, yang dari dalam rumah melihat kejadian itu, tidak tinggal diam. Ia membuka pintu pagar. Secara refleks, ia keluar dan melakukan perlawanan, bukan untuk mempertahankan barangnya sendiri, tapi untuk membela seseorang yang lebih dulu menjadi sasaran.

Di sinilah tragedi terjadi.

Pelaku yang tadinya berhadapan dengan orang yang menunggu Yovita, kemudian beralih ke Yovita. Ia mengeluarkan senjata tajam. Tanpa ampun, senjata itu diayunkan ke arah Yovita yang sedang berusaha melindungi temannya.

Satu tebasan mengenai wajah Yovita. Darah mengucur.

Kedua pelaku langsung tancap gas meninggalkan lokasi. Sementara orang yang tadinya menunggu Yovita, selamat? Tidak terluka? Rekaman CCTV tidak memperlihatkan secara jelas. Namun yang pasti, Yovita terbaring dengan luka di wajah dan tangan.

Ibu korban yang mendengar teriakan putrinya bergegas keluar. Ia mendapati Yovita dalam kondisi bersimbah darah di depan pagar rumahnya sendiri.

17 Jahitan di Wajah dan Tangan

Yovita segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke RS Telogorejo untuk penanganan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan medis mencatat luka yang serius:

  • 15 jahitan di bagian dahi
  • 2 jahitan di bagian pipi
  • Luka pada jari tangan akibat upaya mempertahankan diri

Total, Yovita harus menerima 17 jahitan di sekujur wajah dan tangannya.

Pesan dari pihak keluarga yang beredar di kalangan warga berbunyi:

“Menginformasikan bahwa tadi pagi sekitar pk. 06.30 Yovita (putri Bapak Yudhi Haryanto) (Halmahera Raya No. 19), sewaktu akan ke gereja, dijambret di depan rumah, dilukai wajahnya dengan pisau dan mendapat 17 jahitan di dahi, pipi, jari tangan. Saat ini dalam perawatan di RS Telogorejo. Mohon dukungan doa semoga Yovita segera pulih jiwa dan raganya.”

Polisi: Benturan dengan Kekerasan, Bukan Begal

Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Semarang Timur buka suara terkait peristiwa ini. Iptu Andy Susanto, Kapolsek Semarang Timur, membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Kami membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun berdasarkan keterangan awal, kejadian ini adalah benturan dengan kekerasan, bukan aksi begal seperti yang ramai diperbincangkan,” demikian pernyataan Kapolsek dalam rekaman suara wawancaranya pada awak media.

Menurut penjelasan polisi, pelaku dalam peristiwa ini berjumlah dua orang yang tidak dikenal. Keduanya mengendarai satu unit sepeda motor dan melakukan aksinya dengan cara mengancam korban untuk menyerahkan barang berharga.

Dalam peristiwa itu, korban mengalami kerugian berupa luka-luka dan kehilangan uang tunai sebesar Rp100.000 (milik siapa? Apakah milik Yovita atau milik teman yang menunggu? Polisi tidak merinci).

Polisi menyebut peristiwa terjadi sekitar pukul 06.45 WIB, berbeda beberapa menit dari keterangan keluarga, di wilayah Kelurahan Karang Tempel, Kecamatan Semarang Timur.

Polisi Buru Pelaku dengan Bekal CCTV

Kapolsek Semarang Timur menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan saat ini sedang melakukan penyelidikan secara intensif guna mengungkap identitas pelaku.

“Anggota kami telah melakukan olah TKP dan saat ini sedang melakukan penyelidikan secara intensif guna mengungkap pelaku,” ujarnya.

Salah satu bekal utama kepolisian adalah rekaman CCTV yang ada di lokasi kejadian, rekaman yang sama yang menggambarkan bagaimana Yovita berusaha membela temannya sebelum akhirnya menjadi korban. Polsek Semarang Timur juga berkoordinasi dengan Polrestabes Semarang untuk mempercepat proses pengejaran.

Imbauan Kapolsek untuk Warga

Menyikapi peristiwa tersebut, Kapolsek Semarang Timur mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat beraktivitas di pagi hari.

“Apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan, segera laporkan kepada pihak kepolisian terdekat atau melalui layanan kepolisian 110 dan aplikasi Lapor Mas (Libas),” pungkasnya.

Masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi dan tetap menyerahkan proses hukum kepada pihak berwenang.

Catatan Redaksi

Yovita tidak sedang membela dirinya sendiri. Ia membela temannya. Ia keluar dari pagar rumahnya bukan karena barangnya mau dirampas, tapi karena melihat seseorang yang ia kenal sedang dalam bahaya.

Itu yang membuat peristiwa ini lebih menyayat dari sekadar aksi kriminal biasa.

Kita tidak tahu persis apa yang terjadi antara teman Yovita dan kedua pelaku sebelum Yovita keluar. Apakah itu utang? Apakah itu janji yang tidak ditepati? Atau memang murni perampasan? Biar polisi yang menyelidiki.

Yang kita tahu, seorang remaja putri yang hendak beribadah kini terbaring dengan 17 jahitan di wajahnya. Bukan karena ia salah. Tapi karena ia memilih untuk tidak diam saat melihat temannya dalam kesulitan.

PortalJateng.id turut memohon doa untuk kesembuhan Yovita. Semoga polisi segera menangkap pelaku. Dan semoga keberanian Yovita, meski berbuah luka, menjadi catatan bahwa masih ada orang baik di dunia ini.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru