Senin, 18 Mei 2026
29.3 C
Semarang

Dafam Dukung Gebyar Apitan Sampangan 2026, Dorong Pelestarian Budaya dan Pengembangan UMKM Lokal

Berita Terkait

SEMARANG – Dafam turut ambil bagian dalam gelaran Tasyakuran dan Apitan di Kelurahan Sampangan 2026.

Ini menjadi bentuk nyata dukungan perusahaan terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus penguatan sektor UMKM masyarakat.

Corporate Secretary Dafam, Soviadi Nor Rachman, menyampaikan bahwa keterlibatan ini menjadi wujud kepedulian perusahaan terhadap tradisi yang sudah mengakar kuat di tengah masyarakat. 

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya sekadar seremoni tahunan, melainkan memiliki nilai sosial dan ekonomi yang penting bagi masyarakat.

Melalui momentum ini, Dafam berupaya ikut serta dalam menjaga keberlangsungan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan. 

Mengingat keterlibatan para pelaku UMKM lokal yang menjadi bagian penting dalam mensukseskan kegiatan tersebut.

“Kami percaya kegiatan budaya seperti Apitan bukan hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga momentum memperkuat kebersamaan, gotong royong, dan pemberdayaan masyarakat. Dafam bangga dapat ikut mendukung acara ini,” ujar Soviadi.

Ia juga menambahkan bahwa partisipasi ini merupakan bagian dari komitmen Dafam dalam mendukung kegiatan sosial dan budaya secara berkelanjutan. 

Selain itu, perusahaan juga ingin berkontribusi dalam mengembangkan potensi masyarakat lokal agar semakin berkembang.

Sementara itu, Lurah Sampangan, Victor Wahyu Widianto, turut memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara tersebut. 

Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada panitia, donatur, hingga masyarakat yang telah ikut berpartisipasi dalam kesuksesan acara.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut mensukseskan gelaran tahunan ini. Mulai panitia, donatur, hingga warga Kelurahan Sampangan, kami ucapkan terima kasih,” katanya.

Victor juga mengungkapkan optimisme bahwa ke depan, Apitan Sampangan dapat berkembang menjadi salah satu agenda wisata tahunan di Kota Semarang. Menurutnya, potensi tersebut sangat terbuka dan sedang diupayakan secara serius.

“Ya kita harapannya bisa masuk agenda wisata tahunan Kota Semarang. Dan saat ini kita sedang berusaha untuk itu. Karena potensi untuk wisata ada di Sampangan ini,” jelasnya.

Ia menyebutkan bahwa Sampangan memiliki berbagai potensi wisata lain yang bisa dikembangkan selain Apitan. 

Beberapa di antaranya adalah Kelompok Wanita Tani, Makam Nyi Tampi, kesenian Jaranan Turonggo Seto, tradisi Suronan, hingga Pasar Tiban Menoreh.

“Untuk makam Nyi Tampi kita proyeksikan untuk wisata religi. Nanti kita pugar dan buatkan pendopo di sana,” terangnya.

Sebagai informasi, rangkaian kegiatan Apitan Sampangan 2026 berlangsung selama empat hari, mulai 13 hingga 16 Mei 2026. Beragam acara digelar untuk memeriahkan kegiatan ini, mulai dari ziarah makam leluhur, pentas seni budaya, bazar UMKM, hingga penampilan wayang kulit dengan lakon “Babat Alas Wonomarto” sebagai penutup acara.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru