SEMARANG, PortalJateng.id – Historic Building Lawang Sewu, ikon heritage Kota Semarang yang telah berdiri megah sejak era kolonial, kembali mengukir sejarah baru. Bangunan ini menjadi saksi peluncuran resmi Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026 , Jumat (22/5/2026).
Festival film pendek yang mengusung nama Lawang Sewu ini diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi sineas muda Indonesia. Sekaligus mengangkat nama Lawang Sewu sebagai pusat kreativitas dan budaya di tingkat nasional maupun internasional.
Acara berlangsung hangat dan megah. Turut hadir Wali Kota Semarang Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M. , serta sejumlah pejabat dan tokoh penting dari berbagai instansi pemerintah dan swasta.
Seribu Pintu, Seribu Peluang
Lawang Sewu yang dalam bahasa Jawa bermakna “seribu pintu” kini dimaknai ulang. Yakni, sebagai seribu peluang bagi dunia perfilman Indonesia.
Kawasan heritage yang dikelola PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) ini bukan sekadar bangunan bersejarah. Ia telah menjadi destinasi wisata unggulan yang terus bertransformasi.
Dari sekadar situs heritage yang menyimpan cerita masa lalu, Lawang Sewu kini tampil sebagai ruang kreatif. Ia membuka pintu bagi lahirnya karya-karya baru di industri perfilman Indonesia.
Transformasi ini menegaskan bahwa Lawang Sewu selalu relevan di setiap zaman. Ia mampu menjembatani warisan sejarah dengan semangat kreativitas generasi muda.
Dukungan Penuh dari Pemerintah
Turut hadir sejumlah pejabat penting dalam acara tersebut:
- Konsulat Kehormatan India di Surabaya, Mr. Manoj Bhat
- Perwakilan Kementerian Kebudayaan RI (Direktur Film, Musik, dan Seni), Inni Dewi Wanti, S.S., M.SP.
- Perwakilan Gubernur Jawa Tengah sekaligus Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah, Dr. Ir. AR Hanung Triyono, M.Si.
- Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, ST., MT.
- Wali Kota Salatiga yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Salatiga
- Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, S.E., M.A.P.
Kehadiran para pejabat tinggi ini menunjukkan dukungan kuat dari pemerintah. Dukungan terhadap pengembangan industri kreatif melalui festival yang berbasis di kawasan heritage Lawang Sewu.
Forkopimda dan Jajaran KAI Wisata Hadir
Hadir pula unsur Forkopimda Kota Semarang dan perwakilan instansi:
- Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol. Heri Wahyudi, S.I.K., M.M.
- Dandim 0733/KS, Kolonel Inf. Priyo Handoyo, S.Sos., M.Si.
- Danlanal, Kolonel Marinir Sabronianto, S.H., M.Sc.
- Dandenpom, Mayor CPM Sugiyarto
- Danlanumad, Letkol CPN I Gede Winarsa
Keberadaan unsur Forkopimda ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor sangat didukung untuk kesuksesan LOFF 2026 di kawasan Lawang Sewu.
Turut hadir pula jajaran manajemen PT Kereta Api Pariwisata:
- Direktur Komersial PT Kereta Api Pariwisata, Hetty Herawati
- Vice President of Sales and Marketing PT Kereta Api Pariwisata, Kartono
- Manager of Asset Operation PT Kereta Api Pariwisata
Kehadiran jajaran manajemen KAI Wisata menegaskan komitmen perusahaan. Komitmen dalam mendukung kegiatan yang menguatkan posisi Lawang Sewu sebagai ruang kreatif dan destinasi wisata unggulan.
Direktur Komersial PT Kereta Api Pariwisata, Hetty Herawati, menyampaikan kebanggaannya.
“Kami sangat bangga Lawang Sewu dapat menjadi rumah bagi lahirnya karya-karya kreatif sineas muda Indonesia melalui LOFF 2026,” ujar Hetty Herawati.
“Lawang Sewu bukan sekadar bangunan bersejarah. Ia adalah ruang hidup yang terus bernapas dan berevolusi,” jelasnya.
“Sebagai pengelola kawasan heritage, KAI Wisata selalu berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman yang tidak hanya berkaitan dengan wisata sejarah. Tetapi juga menjadikan Lawang Sewu sebagai ruang bagi ekspresi kreatif dan pengembangan industri kreatif nasional,” tambah Hetty.
Penampilan Seni dan Simbolisasi “Pintu”
Acara dibuka dengan penampilan Alfa Bintang Orchestra dan pertunjukan teatrikal Mahardhi Project. Keduanya menghadirkan nuansa budaya khas Semarang.
Momen utama ditandai dengan peluncuran brand identity baru LOFF 2026. Peluncuran dilakukan melalui simbolisasi “pintu” yang merepresentasikan Lawang Sewu sebagai gerbang lahirnya peluang baru bagi dunia perfilman Indonesia.
Simbolisme pintu ini sangat lekat dengan identitas Lawang Sewu yang bermakna “seribu pintu”. Kini, dimaknai ulang sebagai seribu peluang bagi para sineas muda untuk berkarya dan bersinar di industri perfilman.
Setiap pintu di Lawang Sewu seolah menjadi metafora bagi setiap kesempatan yang terbuka lebar bagi kreativitas tanpa batas.
Juri Ternama dan Talkshow Inspiratif
LOFF 2026 juga menghadirkan para juri ternama:
- Nirina Zubir
- Yandi Laurens
- Ardian Parasto
Serta dihadiri Pembina Sampo Kong, Mulyadi.
Keberadaan juri-juri berpengalaman ini diharapkan dapat memberikan penilaian yang berkualitas dan inspiratif bagi para peserta. Sekaligus meningkatkan kredibilitas festival di mata industri perfilman Indonesia.
Acara dilanjutkan dengan talkshow inspiratif bertajuk “Belajar, Berkarya, Berlayar”. Talkshow membahas perkembangan industri kreatif dan perfilman Indonesia. Kegiatan ini membawa wawasan berharga bagi seluruh hadirin di tengah keagungan arsitektur Lawang Sewu.
Penayangan Film “The Last Swing 38”
Sebagai penutup, ditayangkan film pemenang Film Fund 2025 “The Last Swing 38”. Penayangan ini semakin menambah hangat suasana malam peluncuran LOFF 2026 di kawasan Lawang Sewu.
Film ini juga menjadi bukti nyata bahwa Lawang Sewu secara konsisten mendukung dan mengapresiasi karya-karya sineas muda Indonesia. Dari tahun ke tahun, kawasan ini menjadi rumah bagi industri perfilman yang terus bertumbuh.
Lawang Sewu: Panggung Kreativitas Masa Depan
Hetty menambahkan pesan inspiratif tentang masa depan Lawang Sewu.
“Melalui LOFF 2026, kami ingin menunjukkan bahwa Lawang Sewu bukan hanya tempat untuk mengenang masa lalu. Tetapi juga panggung bagi kreativitas masa depan,” papar Hetty.
“Lawang Sewu adalah bukti bahwa warisan sejarah dan semangat inovasi bisa berjalan beriringan. Kami percaya sinergi antara heritage, budaya, dan industri kreatif akan membawa nama Lawang Sewu semakin dikenal luas. Serta membawa manfaat yang besar bagi Kota Semarang dan Indonesia secara keseluruhan,” tutup Hetty.
Komitmen ke Depan
Melalui LOFF 2026, Kota Semarang kembali menegaskan komitmennya sebagai ruang tumbuh industri kreatif dan perfilman Indonesia.
Kehadiran festival ini juga diharapkan semakin memperkuat posisi Lawang Sewu sebagai destinasi wisata unggulan di Kota Semarang. Destinasi yang menawarkan pengalaman melampaui sekadar wisata heritage, yaitu pengalaman berseni, berkreasi, dan berkolaborasi.
Lawang Sewu kini hadir dengan wajah baru yang lebih segar dan relevan. Tanpa meninggalkan keaslian dan keagungan yang menjadi identitasnya selama puluhan tahun.
Festival ini diharapkan semakin menggaungkan nama Lawang Sewu di tingkat nasional maupun internasional. Sebagai ikon heritage, budaya, dan ruang kreatif Indonesia.
“Ke depannya, KAI Wisata akan selalu mendukung inisiatif-inisiatif kreatif yang dapat memperkaya nilai dan daya tarik Lawang Sewu. LOFF 2026 adalah bukti bahwa Lawang Sewu mampu menjadi lebih dari sekadar destinasi wisata heritage. Ia dapat menjadi inspirasi dan panggung bagi talenta-talenta kreatif Indonesia. Lawang Sewu akan selalu membuka pintu-pintu baru bagi siapa saja yang ingin berkarya dan bermimpi,” pungkas Hetty Herawati.
Dengan semangat More Experience, Elevating Every Journey , KAI Wisata terus berkomitmen menghadirkan layanan dan pengalaman yang lebih personal, lebih berkesan, dan semakin relevan bagi pelanggan masa kini.
Lawang Sewu telah berdiri selama lebih dari satu abad. Dindingnya menyaksikan pergantian zaman, dari kolonial hingga kemerdekaan. Kini, bangunan bersejarah ini membuka pintu untuk babak baru, menjadi panggung bagi mimpi-mimpi sineas muda Indonesia.
Seribu pintu bukan lagi sekadar arsitektur. Ia adalah metafora untuk seribu peluang, seribu cerita, seribu karya yang lahir dari imajinasi anak muda yang ingin bersuara. LOFF 2026 adalah wujud nyata bahwa warisan sejarah tidak harus menjadi museum yang sunyi. Ia bisa menjadi ruang hidup yang terus bernapas, berdenyut, dan berkreasi.
Semoga festival ini menjadi titik tolak bagi lahirnya sineas-sineas hebat dari Semarang. Semoga Lawang Sewu semakin dikenal sebagai ikon kreativitas, bukan hanya sekadar bangunan tua yang indah. Karena di setiap pintu yang terbuka, ada masa depan yang menanti untuk diciptakan.



