SEMARANG – Kota Salatiga akan menjadi pusat pertemuan kerajaan dan kesultanan dari berbagai negara dalam gelaran Festival Adat Budaya Nusantara (FABN) ke-7 pada 24-28 Juli 2026.
Lebih dari 100 raja, sultan, dan pemangku adat dari dalam maupun luar negeri dijadwalkan hadir dalam agenda yang mengusung penguatan ketahanan adat dan budaya bangsa tersebut.
Ketua DPRD Kota Salatiga sekaligus Ketua Panitia Festival Adat Budaya Nusantara ke-7, Dance Ishak Palit, mengatakan, hingga saat ini sebanyak 37 raja dari luar negeri dan hampir 80 raja dari berbagai daerah di Indonesia telah mengonfirmasi kehadiran.
“Untuk sementara yang terkonfirmasi ada sekitar 37 raja dari luar negeri dan hampir 80 raja dari Indonesia yang akan hadir,” ujar Dance usai audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Kantor Gubernur, Semarang, Kamis (25/6/2026).
Menurut Dance, festival tersebut merupakan kolaborasi Pemerintah Kota Salatiga dengan Masyarakat Adat Nusantara, organisasi yang menaungi 267 kerajaan dan kesultanan di Indonesia serta memiliki jejaring dengan kerajaan di berbagai negara.
Selama lima hari penyelenggaraan, berbagai agenda budaya akan digelar, mulai dari Royal Dinner hingga Festival Putri Keraton yang untuk pertama kalinya diselenggarakan.
Puncak kegiatan akan ditandai dengan penandatanganan Piagam Salatiga oleh para raja, sultan, dan pemangku adat sebagai deklarasi bersama untuk memperkuat peran kerajaan dan keraton dalam menjaga nilai-nilai adat dan budaya bangsa.
Dance menegaskan, keberadaan kerajaan dan keraton selama ini memiliki kontribusi penting dalam menjaga identitas budaya Indonesia di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.
“Ketahanan adat dan budaya bangsa ini ada di kerajaan-kerajaan dan keraton-keraton. Karena itu kami menyiapkan Piagam Salatiga yang akan ditandatangani seluruh kerajaan bersama unsur pemerintah,” katanya.
Ia menambahkan, Festival Adat Budaya Nusantara telah memasuki penyelenggaraan ketujuh. Sejumlah daerah sebelumnya pernah menjadi tuan rumah kegiatan tersebut, di antaranya Candi Borobudur, Bali, dan Jambi.
Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi yang duet bareng Wagub Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), menyambut positif pelaksanaan festival tersebut. Menurut Dance, gubernur menyatakan siap memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan dan dijadwalkan menghadiri rangkaian acara pada 25 Juli 2026.
Festival Adat Budaya Nusantara ke-7 diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarkerajaan dan kesultanan, tetapi juga momentum memperkuat kolaborasi dalam menjaga warisan budaya sebagai fondasi ketahanan bangsa di masa depan.***



