Untuk melakukannya, para ilmuwan menganalisis data dari National Nutrition and Physical Activity Survey, yang mendokumentasikan nutrisi dan aktivitas fisik pada 9.341 orang dewasa Australia antara Mei 2011 dan Juni 2012.
Di antaranya ditemukan bahwa ketika orang makan sarapan yang cukup rendah protein, mereka cenderung mengonsumsi makanan dalam jumlah yang lebih besar pada waktu makan berikutnya.
Temuan ini mendukung hipotesis, karena menunjukkan bahwa individu berusaha memenuhi kebutuhan protein mereka dengan makan lebih banyak sepanjang hari.
Baca juga: Polisi Tetapkan 2 Orang Jadi Tersangka Kasus Festival Musik Berdendang Bergoyang
Demikian pula, diamati juga bahwa ketika orang makan sarapan dengan lebih banyak protein, asupan makanan mereka lebih rendah untuk makanan berikutnya.



