Minggu, 24 Mei 2026
31.4 C
Semarang

Festival Siripada: KAI Wisata dan Umat Buddha Kolaborasi Hidupkan Wisata Heritage Kereta Api Ambarawa-Tuntang

“Kereta api wisata ini adalah jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini, dan Sungai Tuntang mengingatkan kita bahwa perjalanan sejarah harus mengalir seperti air, membawa kehidupan, bukan merusaknya.”

Berita Terkait

KABUPATEN SEMARANG – PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) meluncurkan inisiatif baru dalam pengembangan wisata heritage dengan menggelar Festival Siripada di kawasan Stasiun Tuntang, Kabupaten Semarang. Kolaborasi dengan Resto & Art Stasiun Tuntang dan Pokjaluh Agama Buddha Kabupaten Semarang ini bertujuan menghidupkan kembali pesona jalur kereta api wisata Ambarawa-Tuntang sekaligus mengintegrasikan nilai spiritual, budaya, dan kelestarian alam.

Festival Siripada: Menyatukan Spiritualitas, Budaya, dan Pelestarian Alam di Pinggir Sungai Tuntang

Festival yang diikuti sekitar 400 umat Buddha dari Boyolali dan Kabupaten Semarang ini digelar di kawasan Sungai Tuntang yang mengalir dari Rawa Pening. Acara ini merupakan terobosan konsep wisata ekoteologi yang menggabungkan pelestarian alam, nilai budaya, dan sejarah perkeretaapian Indonesia. Romo Pujiyanto, tokoh budaya dan agama Buddha Kabupaten Semarang yang memimpin acara, menyampaikan apresiasi dan pesan mendalam.

“Kegiatan ini bukan sekadar ritual, tetapi sebuah bentuk syukur dan penghormatan pada harmoni antara manusia, sejarah, dan alam,” ujar Romo Pujiyanto. Ia menambahkan, “Kereta api wisata ini adalah jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini, dan Sungai Tuntang mengingatkan kita bahwa perjalanan sejarah harus mengalir seperti air, membawa kehidupan, bukan merusaknya.”

Kereta Api Wisata Heritage: Lebih dari Transportasi, Merupakan Identitas Bangsa

Direktur Utama KAI Wisata, Hendy Helmy, menegaskan bahwa kereta api wisata heritage bukan hanya sarana transportasi, melainkan bagian dari identitas bangsa yang harus dilestarikan. “Kami berkomitmen mengembangkan destinasi wisata berbasis sejarah dan budaya yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan dan keberlanjutan aset bersejarah,” jelas Hendy.

VP Corporate Secretary KAI Wisata, Otnial Eko Pamiarso, menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari penguatan posisi KAI Wisata sebagai penggerak railway tourism di Indonesia. “Kami terus memperluas jaringan mitra untuk menciptakan pengalaman wisata yang holistik, dari perjalanan kereta hingga aktivitas budaya di titik-titik pemberhentian seperti Stasiun Tuntang,” ujarnya.

Komitmen KAI Wisata: Menjaga Warisan Sejarah untuk Generasi Mendatang

KAI Wisata bertekad memastikan jalur kereta api wisata heritage Ambarawa-Tuntang tetap terjaga kelestariannya, aman secara operasional, dan ramah lingkungan. Festival Siripada menjadi contoh konkret bagaimana wisata heritage dapat dikelola secara bertanggung jawab dengan melibatkan komunitas lokal dan nilai-nilai spiritual.

Harapannya, langkah ini dapat meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya menjaga aset sejarah perkeretaapian, sekaligus menarik lebih banyak wisatawan lokal maupun mancanegara untuk merasakan pengalaman naik kereta uap melintasi pemandangan hijau di jalur legendaris Jawa Tengah.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru