KUDUS – Pencarian panjang terhadap seorang anak perempuan berusia 5 tahun berakhir dengan duka. Tim SAR Gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi Ismi Najiba Ulya, korban yang dilaporkan hanyut di anak Sungai Perak, Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah sekitar 18 jam pencarian, tertutup material lumpur dan ranting-ranting yang terbawa arus.
Seperti diketahui, Ismi dilaporkan hanyut pada Minggu (11/1/2026) sore sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, ia sedang bermain sepeda bersama dua kakaknya di area genangan limpasan air sungai.
“Berdasarkan keterangan saksi, sepeda yang ditumpangi korban tergelincir sehingga korban terjatuh ke sungai dan terbawa arus deras,” jelas Budiono, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Semarang.
Basarnas Semarang mengerahkan tim dari Pos Basarnas Jepara pada Senin (12/1/2026) pagi pukul 06.15 WIB, setelah menerima laporan resmi. Tim tersebut bergabung dengan unsur SAR lain membentuk tim gabungan.
Pencarian intensif dilakukan dengan menyisir sisi kiri dan kanan aliran sungai. Upaya itu akhirnya membuahkan hasil.
“Korban akhirnya berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada Senin (12/01/26) pukul 11.45 WIB,” ujar Budiono.
Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada jarak sekitar 700 meter ke arah selatan dari titik lokasi awal ia terjatuh. Jarak ini menunjukkan betapa derasnya arus yang membawa tubuh mungilnya.
Setelah ditemukan, tim segera melakukan proses evakuasi. Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga yang sedang berduka.
Dengan telah ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup. Seluruh personel dan unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Budiono menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras dan sinergi seluruh pihak. “Budiono juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja sama seluruh unsur SAR gabungan serta masyarakat setempat yang telah membantu selama proses pencarian,” tutup pernyataan resmi tersebut.
Musibah ini kembali menjadi peringatan yang sangat mahal bagi semua orang tua dan masyarakat yang tinggal di dekat aliran air. Beberapa poin penting perlu dijadikan pelajaran:
- Bahaya yang Tidak Terduga: Genangan air akibat hujan, terutama yang berasal dari limpasan sungai, dapat menyimpan arus yang jauh lebih kuat dari yang terlihat. Anak-anak tidak mampu melawannya.
- Pengawasan Penuh: Aktivitas anak di luar rumah, terlebih saat cuaca ekstrem seperti hujan deras, membutuhkan pengawasan ketat dari orang dewasa. Jarak dan kelalaian sepersekian detik bisa berakibat fatal.
- Edukasi Lingkungan: Penting bagi orang tua untuk secara konsisten mengedukasi anak tentang area-area berbahaya di sekitar rumah, terutama sungai, selokan besar, atau jalan yang rawan tergenang.
Kedalaman kasih sayang diukur dari kewaspadaan. Mari jaga anak-anak kita, titipan yang paling berharga, dengan memberikan pengawasan dan pemahaman akan keselamatan diri, agar tragedi pilu seperti ini tidak terulang kembali.



