Menu ✖

Mode Gelap

Bursa Wirausaha 2026, Ahmad Luthfi Dorong UMKM Jateng Tembus Pasar Lebih Luas

7 Okt 2026 · 16:42 WIB ·


					Bursa Wirausaha 2026, Ahmad Luthfi Dorong UMKM Jateng Tembus Pasar Lebih Luas Perbesar


SEMARANG
– Bursa wirausaha tidak boleh berhenti sebagai ajang pamer produk. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadikannya sebagai pintu masuk untuk memperluas pasar, membuka kemitraan, melahirkan wirausaha muda, hingga mendorong UMKM naik kelas dan menciptakan lapangan kerja.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan, ruang temu antara pelaku usaha, mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha menjadi penting untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih kuat.

Pesan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat menghadiri Bursa Wirausaha Unggulan 2026 di Muladi Dome Universitas Diponegoro, Rabu (7/10/2026). Kegiatan tersebut mempertemukan 27 lembaga inkubator Jateng-DIY, pelaku UMKM, serta sekitar 760 mahasiswa calon pengusaha dari 17 perguruan tinggi di Jawa Tengah dan DIY.

“Terima kasih kepada Kementerian UMKM yang hari ini melakukan bursa usaha terkait dengan kesempatan kerja dan wirausaha. Undip sebagai hub-nya, ini ada adik-adik mahasiswa dan UMKM di seluruh kabupaten/kota hadir untuk mengembangkan ekonomi baru di wilayah kita,” kata Luthfi, yang memimpin Jawa Tengah bersama Wagub Taj Yasin.

Menurutnya, pengembangan wirausaha muda tidak cukup hanya dengan memberikan pelatihan. Mereka harus dipertemukan dengan akses pasar, pembiayaan, teknologi, serta jejaring kemitraan agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Hal itu menjadi semakin penting karena UMKM merupakan salah satu penopang utama perekonomian Jawa Tengah. Saat ini terdapat sekitar 4,2 juta UMKM yang tersebar di 35 kabupaten/kota. Sebanyak 97,95 persen di antaranya merupakan usaha mikro.

Sementara hingga triwulan II-2026, Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah telah membina 201.035 unit usaha dengan nilai aset sekitar Rp39,74 triliun dan omzet mencapai sekitar Rp70,74 triliun.

Luthfi menegaskan, besarnya jumlah UMKM tersebut harus diikuti dengan peningkatan kapasitas dan skala usaha.

“UMKM harus mempunyai dampak dan naik kelas. Mulai dari mikro menjadi kecil hingga menengah dan dapat ekspor produk. Di saat kondisi geopolitik kemudian keterbatasan fiskal, UMKM kita harus bisa naik kelas,” tegasnya.

Pemprov Jateng, kata Luthfi, terus memperluas ruang tumbuh bagi calon pengusaha maupun pelaku usaha yang telah berjalan. Salah satunya melalui penguatan kapasitas kewirausahaan dan inkubasi bisnis.

Program seperti Akademi Balatkop dan Hetero Business Leap diarahkan agar pembekalan yang diterima calon pengusaha tidak berhenti pada teori. Materinya mencakup pola pikir kewirausahaan, pengembangan produk, pemasaran, pemanfaatan teknologi digital, pengelolaan usaha, hingga perluasan pasar.

Antusiasme terhadap pengembangan kapasitas kewirausahaan pun terus meningkat.

Pada 2025, Akademi Balatkop mencatat 4.193 pendaftar. Peminatan terbesar berada pada bidang digital marketing, keuangan bisnis, dan English conversation. Sementara platform e-learning Akademi Balatkop telah diakses 740 orang.

Pada 2026, terdapat 2.282 wirausaha binaan, yang terdiri atas 1.398 calon wirausaha, 436 wirausaha pemula, dan 448 wirausaha mapan. Bidang makanan menjadi peminatan terbesar dengan 48,9 persen, disusul kerajinan 13,3 persen dan jasa digital 13,3 persen.

Bagi Luthfi, penguatan kapasitas tersebut harus berujung pada kemampuan pelaku usaha memperluas pasar dan menciptakan pekerjaan baru.

“Kita gandeng seluruh stakeholder yang ada kemudian memperbanyak kegiatan-kegiatan pameran sehingga bisa berkembang bersama. Termasuk juga soal digitalisasi,” ujarnya.

Penguatan UMKM juga ditempatkan sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi daerah di tengah pertumbuhan investasi.

Pada semester I-2026, realisasi investasi pada Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Jawa Tengah mencapai Rp 11,40 triliun. Angka tersebut terdiri atas investasi usaha mikro sebesar Rp 10,11 triliun dan usaha kecil Rp 1,29 triliun.

Investasi tersebut tidak hanya menunjukkan aktivitas ekonomi, tetapi juga berpotensi memperluas kesempatan kerja dan memperkuat rantai usaha di daerah.

Karena itu, Pemprov Jateng juga memperkuat akses permodalan bagi pelaku UMKM. Salah satunya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga 6 persen dari Bank Jateng.

Selain pembiayaan, pendampingan diarahkan pada peningkatan kualitas produk, kemasan, pemasaran, serta pemanfaatan teknologi digital. Dengan demikian, pelaku usaha tidak hanya mampu memproduksi barang, tetapi juga memiliki kemampuan menjangkau konsumen yang lebih luas.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, M Riza Damanik, mengatakan, Bursa Wirausaha Unggulan 2026 bukan sekadar kegiatan seremonial.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian panjang pengembangan kewirausahaan yang dimulai dari proses inkubasi oleh lembaga inkubator dan perguruan tinggi.

“Diharapkan kegiatan ini menjadi ruang yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa atau calon wirausaha muda untuk lebih produktif,” ujarnya.

Dengan mempertemukan kampus, inkubator, pemerintah, pelaku UMKM, dan pasar dalam satu ekosistem, bursa wirausaha diharapkan tidak berhenti pada transaksi sehari.

Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi ruang lahirnya pengusaha baru, berkembangnya usaha lokal, dan terbukanya lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat Jawa Tengah.*

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Facebook Bagikan ke Line Salin tautan artikel
Baca Lainnya

Taj Yasin Dorong Produk UMKM Jateng Perluas Pasar hingga Mancanegara

7 Oktober 2026 - 16:50 WIB

Taj Yasin Dorong Produk UMKM Jateng Perluas Pasar hingga Mancanegara

Premi Ringan, Manfaat Besar, Nasabah BRI Ungaran Terima Klaim Rp2,6 Juta dari BRILife

6 Oktober 2026 - 08:07 WIB

Premi Ringan, Manfaat Besar, Nasabah BRI Ungaran Terima Klaim Rp2,6 Juta dari BRILife

Jaga Kepercayaan Investor, Ahmad Luthfi Perkuat Keterbukaan Informasi Hukum

5 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Jaga Kepercayaan Investor, Ahmad Luthfi Perkuat Keterbukaan Informasi Hukum

OJK Cabut Izin Credit Saison Indonesia Finance, Perusahaan Wajib Likuidasi

5 Oktober 2026 - 07:25 WIB

OJK Cabut Izin Credit Saison Indonesia Finance, Perusahaan Wajib Likuidasi

Dari Sertifikat Halal ke Pasar Global, Ahmad Luthfi Buka Jalan UMKM Jateng

3 Oktober 2026 - 07:31 WIB

Dari Sertifikat Halal ke Pasar Global, Ahmad Luthfi Buka Jalan UMKM Jateng

Pangan Lokal Jateng Punya Nilai Ekonomi Besar, Ahmad Luthfi Dorong UMKM Naik Kelas

2 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Pangan Lokal Jateng Punya Nilai Ekonomi Besar, Ahmad Luthfi Dorong UMKM Naik Kelas
Trending di Ekonomi

Tinggalkan Komentar