Sabtu, 14 Februari 2026
26 C
Semarang

Raih Juara iForte NDC Semarang, SMA Cita Hati Surabaya dan ISI Yogyakarta Melaju ke Grand Final Jakarta

Berita Terkait


SEMARANG
 – Suasana meriah dan penuh semangat mewarnai gelaran iForte National Dance Competition (NDC) “Inspirasi Diri” 2025–2026 regional Semarang. Pada babak kurasi offline yang digelar di The Park Semarang, 14 Februari 2026, SMA Cita Hati East Campus Surabaya dan Institut Seni Indonesia Yogyakarta (ISI Yogyakarta) sukses meraih juara pertama di kategori masing-masing.

Di kategori SMA/SMK, grup SPOTS dari SMA Cita Hati East Campus Surabaya tampil penuh energi dan percaya diri. Koreografi yang mereka sajikan dinilai kuat dari sisi konsep, kekompakan, hingga eksplorasi gerak. Mereka berhasil mengungguli Onerous Dance Crew dari SMA Negeri 1 Surakarta sebagai juara kedua dan Ballaretatra dari SMA Negeri 1 Padamara Surakarta di posisi ketiga.

Kapten tim SPOTS, Sydney, mengaku tak menyangka timnya mampu meraih posisi tertinggi di tengah persaingan yang ketat.

“Hari ini kami dapat juara satu. Puji Tuhan, kami sangat bersyukur dan senang sekali. Semua peserta bagus-bagus, jadi kami benar-benar tidak menyangka bisa menang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, persiapan dilakukan selama kurang lebih dua bulan. Pada awalnya latihan digelar seminggu sekali, lalu semakin intens menjelang hari perlombaan.

“Kami harus pintar membagi waktu antara sekolah dan latihan. Mendekati hari H, kami latihan hampir setiap hari supaya tampil maksimal,” katanya.

Untuk lagu wajib “Inspirasi Diri”, SPOTS mengangkat kisah seorang nelayan yang bercita-cita mengenyam pendidikan setelah melihat anak-anak sekolah. Dalam alur cerita yang dibawakan, sang nelayan akhirnya diajak bersekolah hingga lulus bersama.

“Pesannya sederhana, bahwa setiap orang punya hak untuk bermimpi dan meraih pendidikan,” jelas Sydney.

Pada tarian kedua, mereka memilih tema jamu sebagai simbol budaya Indonesia yang mulai jarang diminati generasi muda.

“Sekarang anak muda lebih sering memilih minuman modern. Kami ingin mengingatkan bahwa jamu itu bagian dari budaya kita yang tidak boleh dilupakan,” tambahnya.

Sementara itu, di kategori perguruan tinggi, grup Anvesha dari ISI Yogyakarta tampil dominan dengan konsep matang dan teknik kuat. Mereka meraih juara pertama, disusul D’MAYDS dari Universitas Negeri Semarang di posisi kedua dan SDSU dari Universitas Sebelas Maret Surakarta di peringkat ketiga.

Perwakilan Anvesha, Virgianto, menjelaskan bahwa konsep yang diangkat timnya bertema “entitas” dan refleksi tentang dosa serta kerusakan alam akibat ulah manusia.

“Kami mengangkat kehidupan sebelum adanya dunia seperti sekarang, saat alam masih murni dan belum tercemar. Ada juga penyindiran terhadap bencana banjir di Sumatera. Intinya tentang pemurnian yang dulu bersih, kini menjadi kotor karena perbuatan manusia,” ungkapnya.

Persiapan mereka berlangsung sekitar tiga bulan, mulai dari penggarapan konsep, musik, hingga koreografi yang seluruhnya dirancang dari nol. Tantangan terbesar adalah menyatukan karakter tubuh, power, volume gerak, serta latar belakang anggota yang berasal dari berbagai daerah.

“Basic kami berbeda-beda, jadi proses penyatuan tubuh dan energi cukup menantang. Musik dan konsep juga kami garap dari awal,” katanya.

Head of Area Jawa Tengah 1 iForte, Renard Djunaidi, mengatakan kompetisi ini telah dipersiapkan selama lima hingga enam bulan, mulai dari seleksi video hingga kurasi offline di berbagai kota.

“Tahun ini ada 710 pendaftar dari 227 kota dan kabupaten di Indonesia. Dari 13 kota pelaksanaan, masing-masing akan mengirimkan satu juara SMA/SMK dan satu juara perguruan tinggi ke Grand Final di Jakarta,” ujarnya.

Aspek penilaian mencakup koreografi, konsep, serta busana atau wardrobe yang mendukung keseluruhan penampilan.

Head of Marketing Communication iForte, Victor Sihombing, menyebut ajang ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung regenerasi seni budaya di kalangan pelajar dan mahasiswa.

“Kami ingin memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkreasi sekaligus mencintai budaya Indonesia. Lagu ‘Inspirasi Diri’ memang diciptakan untuk menyemangati anak-anak muda agar terus bertumbuh dan tidak berhenti mengeksplorasi diri,” katanya.

Lagu tema “Inspirasi Diri” merupakan hasil kolaborasi iForte bersama Yura Yunita dan Eross Candra, yang memadukan musik pop dengan sentuhan budaya Nusantara.

Dengan kemenangan ini, SPOTS dan Anvesha akan mewakili regional Semarang di Grand Final Jakarta pada April mendatang. Di ajang tersebut, mereka akan bersaing dengan perwakilan dari 12 kota lainnya untuk memperebutkan gelar juara nasional iForte NDC “Inspirasi Diri” 2026 sekaligus membawa nama baik daerah masing-masing.***

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru