KULON PROGO – Kecelakaan lalu lintas melibatkan rombongan motor gede (moge) Harley-Davidson milik Bos Rokok HS, Muhammad Suryo, dengan sebuah sepeda motor Jupiter MX terjadi di perempatan Mlangsen, Kalurahan Palihan, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, Minggu (1/3/2026) sore. Insiden nahas itu merenggut nyawa istri Muhammad Suryo, Anis Syarifah, yang meninggal dunia saat menjalani perawatan.Kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Menurut keterangan Kasat Lantas Polres Kulonprogo, AKP Kristiyono, peristiwa bermula ketika rombongan moge yang dikendarai Muhammad Suryo melaju dari arah timur ke barat. Di saat bersamaan, sebuah sepeda motor Jupiter MX yang dikendarai oleh seorang ayah bersama anaknya hendak menyeberang dari arah selatan ke utara. Kedua kendaraan bertabrakan dengan keras dan terpental masuk ke saluran irigasi di pinggir jalan.
“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan ini. Termasuk apakah ada faktor kecepatan atau kelalaian lainnya,” ujar AKP Kristiyono.
Korban Meninggal dan Kondisi Terkini
Akibat tabrakan tersebut, Anis Syarifah (istri Muhammad Suryo) mengalami luka berat. Ia sempat mendapatkan perawatan intensif di RS Rizki Amalia Temon sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit JIH (JIH Hospital) di Yogyakarta. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Sementara itu, Muhammad Suryo sendiri dikabarkan dalam kondisi kritis dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Pengendara Jupiter MX beserta anaknya juga mengalami luka-luka dan saat ini dirawat di RSUD Wates untuk mendapatkan penanganan medis.
Penanganan dan Penyelidikan oleh Pihak Berwenang
Petugas kepolisian dari Satuan Lalu Lintas Polres Kulonprogo langsung tiba di lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi korban dan kendaraan, serta mengamankan sejumlah barang bukti. Proses evakuasi berlangsung beberapa jam karena kendaraan terperosok ke dalam saluran irigasi.
Kasat Lantas AKP Kristiyono menambahkan bahwa pihaknya masih mendalami kronologi lengkap kejadian, termasuk memeriksa saksi-saksi di lokasi. “Kami mengimbau kepada masyarakat yang melihat atau mengetahui kejadian ini untuk memberikan keterangan kepada petugas. Proses penyelidikan masih berjalan untuk memastikan penyebab kecelakaan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak keluarga terkait rencana pemakaman almarhumah. Peristiwa ini menjadi duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar Muhammad Suryo, tetapi juga bagi masyarakat sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut.
Catatan Redaksi
Perempatan Mlangsen, Temon, yang mungkin setiap hari dilintasi dengan tenang, sore itu berubah menjadi saksi bisu tragedi yang merenggut nyawa dan melukai harapan. Dalam sekejap, sebuah perjalanan berubah menjadi duka, sebuah keluarga kehilangan anggota tercinta, dan dua anak harus merasakan sakit di ruang rawat rumah sakit.
Kecelakaan ini mengingatkan kita pada satu hal yang sering terlewat di tengah hiruk-pikuk aktivitas, betapa tipisnya batas antara selamat dan celaka. Tidak ada yang tahu bahwa di tikungan takdir, sebuah perempatan bisa menjadi garis akhir.
Hingga hasil penyelidikan keluar, kita tidak bisa serta-merta menyalahkan salah satu pihak. Namun yang pasti, setiap pengguna jalan, baik yang mengendarai moge mewah maupun motor biasa, memikul tanggung jawab yang sama, yaitu keselamatan diri sendiri dan orang lain.
Semoga almarhumah Anis Syarifah diterima di sisi-Nya, keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, dan para korban luka segera pulih. Dan bagi kita semua, semoga ini menjadi pengingat untuk selalu waspada dan berhati-hati di jalan. Karena pulang dengan selamat adalah berkah yang tak ternilai.



