SEMARANG, PortalJateng.id – Di malam yang mulai dingin, Stasiun Tawang Semarang tetap ramai oleh calon pemudik yang menanti keberangkatan. Senin (16/3/2026) pukul 20.30 WIB, rombongan pejabat tinggi TNI-Polri tiba di stasiun tertua di Kota Semarang itu. Bukan sekadar inspeksi, kehadiran Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. M. Syahduddi dan Dandim 0733/Kota Semarang Kolonel Inf Priyo Handoyo membawa misi ganda: memastikan keamanan sekaligus menghadirkan kehangatan di tengah hiruk-pikuk mudik.
Keduanya turun langsung ke lantai peron, menyapa petugas, dan memberikan bingkisan sembako kepada mereka yang berjaga di Pos Pelayanan (Posyan). Tak hanya itu, mainan anak-anak juga dibagikan kepada keluarga pemudik yang tengah menanti jadwal keberangkatan. Gestur kecil yang berbicara banyak tentang wajah pelayanan publik yang lebih humanis.
“Kehadiran kami di sini bukan hanya untuk mengecek kesiapan pengamanan, tetapi juga memastikan bahwa masyarakat merasakan kehadiran negara. Momen mudik adalah saat yang tepat untuk menunjukkan bahwa TNI-Polri hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujar Kombes Syahduddi dalam arahannya.
Sinergi TNI-Polri di Titik Vital
Kunjungan yang berlangsung hingga pukul 21.15 WIB ini dihadiri sedikitnya 18 pejabat utama TNI-Polri dan unsur terkait. Hadir mendampingi antara lain Kasdim 0733/KS Letkol Inf Yohanes Heru Wibowo, Kabag Ops Polrestabes Semarang AKBP Asep Supiyanto, Kasat Lantas AKBP Yunaldi, Ka SDM AKBP Tri Wakhyuni, Kasat Samapta AKBP Tri Wisnugroho Yulianto, Kasat Narkoba AKBP Hankie Fuariputra, Kasat Intelkam Kompol Rohmadi Hartono, Kasi Propam Kompol M. Ali, Kapolsek Semarang Utara Kompol Heri Sumiarso, Danramil 03 Semarang Utara Mayor Inf Ahmad Mubarok, Wakapolsek Semarang Utara AKP M. Sarjuddin, serta Kepala Stasiun Tawang Nanang Paragkesit.
Kerumunan pejabat ini menunjukkan betapa Stasiun Tawang menjadi salah satu titik vital pengamanan arus mudik di Kota Semarang. Sebagai stasiun besar kelas satu yang melayani rute-rute utama Jawa, Stasiun Tawang mencatat ribuan penumpang setiap harinya. Data PT KAI Daop 4 Semarang sebelumnya menunjukkan, pada Minggu (15/3) saja, tercatat 7.530 penumpang turun di stasiun ini, melampaui jumlah keberangkatan yang mencapai 6.766 orang.
Kolonel Inf Priyo Handoyo menegaskan bahwa sinergi TNI-Polri menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan dan kelancaran arus mudik. “Kami berkomitmen untuk terus berkoordinasi dan bersinergi, tidak hanya di stasiun tetapi di seluruh titik rawan di wilayah Kota Semarang. Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Strategi Pengamanan: Tebal di Titik Rawan
Dalam arahannya, Kapolrestabes Semarang memaparkan sejumlah strategi yang telah disiapkan untuk mengamankan arus mudik tahun ini. Penebalan patroli, penjagaan, serta pengaturan lalu lintas difokuskan pada titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan guna menjamin keselamatan masyarakat.
Selain itu, Polrestabes Semarang juga menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional untuk menjaga kelancaran arus kendaraan. “Kami akan terus memantau dinamika di lapangan. Jika diperlukan, rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional untuk mengurai kepadatan,” jelas Kombes Syahduddi.
Yang tak kalah penting, penguatan koordinasi lintas sektoral terus dilakukan bersama Dinas Perhubungan, Jasa Marga, pemerintah daerah, dan instansi terkait. Langkah preemtif dan preventif melalui penyuluhan kepada masyarakat juga digencarkan untuk membangun kesadaran bersama akan pentingnya keselamatan berkendara.
Pemantauan situasi keamanan juga dilakukan secara terpadu dengan memanfaatkan media sosial dan teknologi informasi sebagai bagian dari strategi pelayanan modern yang responsif terhadap dinamika di lapangan. Masyarakat dapat melaporkan gangguan atau membutuhkan bantuan melalui kanal-kanal resmi yang telah disediakan.
Sentuhan Humanis di Tengah Kesibukan
Yang menarik dari kunjungan ini adalah perhatian pada hal-hal kecil yang berdampak besar pada psikologis masyarakat. Pembagian mainan kepada anak-anak pemudik, misalnya, bukan sekadar seremoni. Di tengah penatnya perjalanan, senyum anak-anak yang menerima hadiah menjadi oase yang menyegarkan.
Seorang ibu muda yang tengah menunggu kereta bersama balitanya tampak tersenyum saat anaknya mendapat mainan dari rombongan. “Seneng, Anak jadi nggak rewel, terima kasih Pak Polisi,” ujarnya polos.
Kepala Stasiun Tawang, Nanang Paragkesit, mengapresiasi kunjungan dan dukungan moril dari jajaran TNI-Polri. “Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan ini. Sinergi dengan TNI-Polri sangat membantu kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para pemudik,” ujarnya.
Catatan Redaksi
Kunjungan malam hari ke Stasiun Tawang ini mengirim pesan kuat bahwa keamanan dan kenyamanan adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan dalam pelayanan publik. Tidak cukup hanya menjaga dari potensi gangguan, aparat keamanan juga perlu hadir dengan wajah humanis yang menenangkan.
Di tengah kekhawatiran akan kemacetan, kecelakaan, atau aksi kriminalitas, kehadiran langsung para pejabat tinggi di lapangan menjadi jaminan bahwa negara benar-benar bekerja. Apalagi ketika kehadiran itu dibarengi dengan aksi nyata berupa pembagian sembako dan mainan, pesan yang tersampaikan bukan sekadar “kami menjaga”, tetapi “kami peduli”.
Polrestabes Semarang melalui berbagai langkahnya memastikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya dalam memberikan rasa aman dan nyaman selama momentum mudik Lebaran. Pada akhirnya, sinergi TNI-Polri, pengelola stasiun, dan berbagai unsur terkait inilah yang akan menentukan apakah perjalanan mudik tahun ini meninggalkan kenangan manis atau sebaliknya.
Dengan persiapan matang dan pendekatan humanis seperti ini, diharapkan arus mudik di Stasiun Tawang dan seluruh wilayah Semarang dapat berjalan aman, lancar, dan penuh kehangatan.



