Rabu, 27 Mei 2026
30.3 C
Semarang

One Way Lokal Kalikangkung-Bawen Diberlakukan, 36 Ribu Kendaraan Masuk Semarang dalam 11 Jam

one-way-lokal-kalikangkung-bawen-36-ribu-kendaraan-masuk-semarang

Berita Terkait

SEMARANG, PortalJateng.id – Dua ratus ribu kendaraan telah memasuki Kota Semarang melalui Gerbang Tol Kalikangkung dalam sepekan terakhir. Namun angka itu bukan sekadar statistik, ia adalah gelombang manusia yang membawa cerita, harapan, dan tentunya tantangan bagi para pengelola jalan tol. Rabu (18/3/2026) sore, gelombang itu mencapai puncaknya, arus kendaraan di GT Kalikangkung tembus 4.200 unit per jam, memaksa polisi memberlakukan one way lokal dari KM 414 hingga Simpang Susun Bawen KM 442.

Kapospam Kalikangkung, AKP Dimas, menyebut dalam kurun 11 jam (06.00-17.00 WIB), sebanyak 36.372 kendaraan telah melintas menuju Semarang dan Solo. Lonjakan tertinggi terjadi pukul 15.00-16.00 WIB dengan 4.201 kendaraan per jam. “Karena arus per jam saat ini mencapai sekitar 4.200, dan rata-rata per jam di atas 3.000, maka ini menjadi indikator untuk pelaksanaan one way,” jelasnya.

Di tengah hiruk-pikuk kepadatan itu, Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang, Nasrullah, punya cerita lain. Di Rest Area KM 379A Batang, ia baru saja meresmikan fasilitas yang tak biasa, taman lalu lintas.

“Di taman lalu lintas ini anak-anak bisa bermain sekaligus belajar mengenal rambu-rambu jalan dan peta,” ujar Nasrullah.

Taman yang didesain dengan nuansa ikon Jembatan Kalikuto ini menjadi oase di tengah penatnya perjalanan. Tak hanya taman, rest area yang sama juga dilengkapi penginapan, ruang pertolongan pertama (P3K), dan dua unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Dua wajah mudik terlihat jelas hari ini, di satu sisi, kepadatan yang membutuhkan rekayasa lalu lintas, di sisi lain, upaya menghadirkan kenyamanan melalui fasilitas yang manusiawi. Keduanya adalah respons atas satu realitas, masyarakat tetap akan mudik, apa pun tantangannya.

Data PT Jasamarga Semarang Batang periode H-10 hingga H-4 Lebaran (11-17 Maret 2026) mencatat 200.174 kendaraan melintas masuk dari arah barat, melonjak 80,47 persen dibanding lalu lintas normal. Sementara yang meninggalkan Semarang hanya 105.780 unit, menegaskan bahwa Jawa Tengah masih menjadi tujuan, bukan sekadar tempat transit.

“Kami sudah memprediksi ini. Biasanya H-4 hingga H-3 adalah puncak tertinggi,” ujar Nasrullah.

Untuk mengantisipasi kepadatan, perusahaan menambah personel transaksi dari 90 menjadi 171 orang, menyiapkan dua unit derek, satu mobil crane, serta 100 unit water barrier. Seratus lima puluh satu kamera CCTV memantau setiap sudut jalan dari pusat kendali operasi 24 jam.

Namun di balik semua kesiapan teknis, ada satu hal yang tak kalah penting, kesadaran pemudik itu sendiri. Nasrullah mengingatkan agar perjalanan direncanakan dengan baik, termasuk memanfaatkan rest area untuk beristirahat. Di KM 379A, misalnya, pemudik tak hanya bisa meregangkan kaki, tapi juga memberi edukasi lalu lintas kepada anak-anak melalui taman yang tersedia.

Informasi terkini dapat diakses melalui One Call Center Jasa Marga 24 jam di nomor 133 atau aplikasi TRAVOY. Dengan nomor tiga digit yang baru diluncurkan, diharapkan pengguna jalan lebih mudah melaporkan kejadian darurat atau sekadar menanyakan kondisi lalu lintas.

Di GT Kalikangkung, one way lokal masih terus dievaluasi. Di KM 379A, anak-anak mungkin tengah asyik belajar rambu di taman lalu lintas. Dua wajah mudik yang berbeda, namun satu tujuan, pulang dengan selamat dan nyaman.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru