SEMARANG, PortalJateng.id — Sebanyak 335 calon anggota Polri mengikuti penandatanganan Pakta Integritas Penerimaan Polri Terpadu Tahun Anggaran 2026 di Aula Lantai III Gedung B Polrestabes Semarang, Selasa (31/3/2026). Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.10 WIB ini menjadi momen penting untuk memastikan proses rekrutmen berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik kecurangan.

Ratusan peserta tampak khidmat mengikuti rangkaian acara yang dimulai dengan persiapan dan pembukaan. Lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang, dilanjutkan dengan pembacaan doa. Suasana di aula berubah menjadi lebih serius saat para peserta menerima paparan mengenai mekanisme seleksi yang akan mereka jalani.
Komitmen Bersama: Dari Panitia hingga Peserta
Puncak kegiatan adalah pembacaan Pakta Integritas oleh panitia seleksi, pengawas eksternal, orang tua peserta, hingga para peserta seleksi itu sendiri. Mereka bersumpah untuk menjalankan proses rekrutmen sesuai aturan, tanpa korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Setelah pembacaan sumpah, satu per satu perwakilan dari setiap unsur mendekati meja dan membubuhkan tanda tangan di atas materai. Penandatanganan ini bukan sekadar formalitas. Ia adalah ikrar moral yang disaksikan oleh Tuhan dan masyarakat, sebuah janji yang harus ditepati.
Kegiatan ditutup dengan amanat Kapolda Jawa Tengah yang disampaikan secara virtual, serta dinyanyikannya lagu “Bagimu Negeri” sebagai bentuk pengabdian kepada tanah air.
335 Peserta: Akpol, Bintara, Tamtama

Jumlah peserta seleksi penerimaan Polri Terpadu di Polrestabes Semarang tahun ini tercatat sebanyak 335 orang , dengan rincian:
| Jenis Seleksi | Pria | Wanita | Total |
|---|---|---|---|
| Akpol | 93 | 8 | 101 |
| Bintara | 191 | 39 | 230 |
| Tamtama | 4 | 0 | 4 |
| TOTAL | 288 | 47 | 335 |
Mereka akan bersaing secara sehat untuk memperebutkan kursi sebagai calon pemimpin Polri masa depan. Seleksi SIPSS (Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana) yang digelar Polda Jateng pada Januari lalu, misalnya, diikuti 43 peserta dan menekankan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, Humanis) serta clean and clear. Prinsip yang sama juga berlaku dalam rekrutmen terpadu kali ini.
Polrestabes Semarang: Transparan, Akuntabel, Bebas KKN
Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Agung Setiyo Budi, S.E., menegaskan bahwa seluruh tahapan rekrutmen Polri dilaksanakan secara bersih dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
“Proses penerimaan Polri dilaksanakan secara transparan dan akuntabel. Kami pastikan tidak ada ruang bagi praktik KKN. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan hasil seleksi murni berdasarkan kemampuan serta prestasi masing-masing,” tegasnya.
Pernyataan ini sejalan dengan komitmen Polda Jawa Tengah yang sebelumnya telah menggelar penandatanganan Pakta Integritas untuk seleksi SIPSS 2026. Dalam kesempatan itu, Wakapolda Jateng Brigjen Pol Latif Usman menegaskan bahwa Pakta Integritas bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah janji moral dan tanggung jawab bersama.
“Seluruh rangkaian seleksi dilaksanakan dengan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) serta clean and clear, melibatkan pengawasan internal dan eksternal guna menjamin objektivitas dan keadilan bagi seluruh peserta,” ujarnya.
Pengawasan Internal dan Eksternal
Dalam kegiatan ini, Polrestabes Semarang menghadirkan tidak hanya panitia internal, tetapi juga pengawas eksternal dari berbagai unsur, termasuk tenaga ahli, perwakilan lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga orang tua peserta.
Kehadiran mereka memastikan bahwa proses seleksi berjalan objektif dan dapat diawasi oleh publik. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri, sekaligus mencetak calon anggota Polri yang profesional, berintegritas, dan siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Catatan Redaksi
Penandatanganan Pakta Integritas mungkin hanya berlangsung dua jam. Tapi maknanya akan terus berlanjut hingga para calon anggota Polri resmi menyandang pangkat dan menjalankan tugas di lapangan.
Seleksi rekrutmen adalah gerbang utama yang menentukan kualitas sumber daya manusia Polri di masa depan. Jika gerbangnya dijaga dengan bersih, maka insan Polri yang lahir dari proses ini akan memiliki fondasi integritas yang kuat. Sebaliknya, jika ada celah kecurangan, maka dampaknya akan terasa bertahun-tahun ke depan.
Polrestabes Semarang, melalui kegiatan ini, mengirim pesan tegas: tidak ada jalan pintas. Satu-satunya jalan untuk menjadi anggota Polri adalah melalui kemampuan dan prestasi, bukan koneksi atau uang.
Kepada 335 peserta yang hadir, selamat berjuang. Proses seleksi baru dimulai. Dan bagi publik, mari kita kawal bersama, pastikan proses ini benar-benar bersih, transparan, dan akuntabel. Karena masa depan Polri ada di tangan mereka yang lulus dari seleksi ini.



