Jumat, 15 Mei 2026
32.2 C
Semarang

62 Stan Ramaikan Java Numismatic Fair 2026 di Queen City Mall Semarang

Berita Terkait


SEMARANG
 – Pameran terbesar uang kuno, logam mulia, dan Trading Card Games (TCG) di Indonesia bertajuk Java Numismatic Fair 2026 resmi digelar di Atrium Queen City Mall Semarang pada 15-17 Mei 2026. Event ini menjadi ajang berkumpulnya kolektor, komunitas, pelaku usaha, hingga pecinta numismatik dari dalam dan luar negeri.

Ketua Panitia Java Numismatic Fair 2026, Eggiansyah El Islamy mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan mempertemukan para kolektor dari berbagai negara untuk saling berinteraksi, bertransaksi, sekaligus memperluas jejaring.

“Tujuan acara ini untuk mengumpulkan para kolektor bukan hanya dari Indonesia, tetapi juga dari berbagai negara di dunia untuk berkumpul, jual beli, bersilaturahmi, dan networking,” ujar pria yang akrab disapa Egi, Jumat 15 Mei 2026.

Menurutnya, pameran tidak hanya menghadirkan koleksi uang kuno dan logam mulia, tetapi juga kartu TCG yang kini semakin diminati generasi muda.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu mendorong perputaran ekonomi sekaligus meningkatkan minat masyarakat terhadap dunia numismatik di Indonesia.

Selain menjadi ajang transaksi koleksi, Java Numismatic Fair 2026 juga membawa misi edukasi kepada masyarakat terkait maraknya hoaks mengenai harga uang kuno.

Egi menegaskan, banyak informasi menyesatkan di media sosial yang menyebut sejumlah koin lama seperti koin kelapa sawit, karapan sapi, melati, komodo, hingga angklung bernilai ratusan juta rupiah.

“Padahal koin-koin itu sebenarnya tidak langka. Kalau mau tahu uang atau koin yang benar-benar mahal biasanya berbahan emas atau perak karena punya nilai intrinsik,” jelasnya.

Ia juga meluruskan anggapan bahwa seluruh koin berwarna kuning mengandung emas. Menurutnya, sebagian besar koin tersebut hanya berbahan campuran tembaga dan kupronikel.

“Tidak semua koin berwarna kuning itu emas. Banyak yang hanya campuran tembaga dan nikel,” katanya.

Dalam pameran tersebut, Egi turut memamerkan koleksi pribadinya, termasuk koin emas dari era Kesultanan Samudra Pasai abad ke-13 yang disebut sebagai salah satu koleksi tertuanya.

Sementara itu, Pembina kegiatan Andre Julian menyebut Java Numismatic Fair 2026 merupakan pameran numismatik pertama berskala besar yang digelar di Semarang.

Sebanyak 62 stan meramaikan pameran tersebut. Sekitar 70 persen diisi koleksi uang dan koin, sedangkan sisanya menghadirkan kartu koleksi dan berbagai produk terkait.

“Kita ingin mengenalkan sejarah melalui mata uang, baik kertas maupun koin. Selain itu juga menjadi ajang silaturahmi antara kolektor, UMKM, penjual, dan pembeli dari seluruh Indonesia,” ujarnya.

Andre menyebut peserta pameran tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga melibatkan perwakilan dari delapan negara.

Ia menjelaskan, Semarang dipilih sebagai lokasi perdana karena memiliki nilai historis sebagai salah satu pusat perdagangan penting di masa lalu bersama Batavia dan Surabaya.

“Semarang punya potensi besar, penggemarnya banyak, dan secara geografis berada di tengah Pulau Jawa sehingga mudah dijangkau,” katanya.

Harga koleksi yang dipamerkan pun bervariasi, mulai ratusan ribu rupiah hingga puluhan juta rupiah tergantung kelangkaan dan kondisi barang.

Salah satu pengunjung asal Pekalongan, Hadiwibowo, mengaku tertarik mengoleksi uang kertas lama karena memiliki nilai sejarah dan nostalgia masa kecil.

“Saya beli uang kertas kuno pecahan Rp1.000, Rp500, sampai Rp100. Jadi teringat waktu kecil dulu dipakai beli jajan, bakso, dan permen,” pungkasnya.***

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru