Selasa, 26 Mei 2026
34.2 C
Semarang

Solusi Bangun Indonesia Bagikan Dividen Rp329,3 Miliar di Tengah Tekanan Industri Semen

Berita Terkait

JAKARTA — PT Solusi Bangun Indonesia Tbk membagikan dividen sebesar Rp329,3 miliar atau 50 persen dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp658,7 miliar. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Jumat, 22 Mei 2026.

Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Rizki Kresno Edhie Hambali, mengatakan pembagian dividen menjadi bentuk komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham sekaligus menjaga ketahanan bisnis di tengah tekanan industri semen nasional.

“Tahun 2025 merupakan periode yang penuh tantangan bagi industri semen. Namun melalui disiplin operasional, penguatan sinergi bersama SIG, serta transformasi komersial, Perseroan mampu menjaga profitabilitas dan memperkuat fundamental untuk pertumbuhan bisnis jangka panjang,” ujar Rizki.

Di tengah kondisi industri yang masih dibayangi kelebihan kapasitas, kenaikan biaya energi dan komoditas, serta persaingan pasar yang ketat, Solusi Bangun Indonesia tetap mencatatkan laba bersih Rp658,7 miliar. Perseroan menyebut penurunan kinerja industri dipengaruhi kontraksi volume pasar sebesar 4,5 persen dan penurunan konsumsi semen nasional sebesar 1,5 persen sepanjang 2025.

Meski demikian, strategi transformasi yang dijalankan bersama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG sejak paruh kedua 2025 mulai menunjukkan hasil positif. Perseroan mencatat tren perbaikan kinerja sejak kuartal IV 2025 dan berlanjut pada kuartal I 2026.

Pada tiga bulan pertama 2026, volume penjualan Solusi Bangun Indonesia tumbuh 9 persen, melampaui pertumbuhan pasar sebesar 5 persen. Pendapatan tercatat Rp2,56 triliun dengan kontribusi 56 persen berasal dari solusi berkelanjutan. Laba bersih juga melonjak 111 persen menjadi Rp101,89 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Rizki, peningkatan kinerja tersebut ditopang efisiensi operasional, penguatan pemasaran dan penjualan, serta keterlibatan perseroan dalam berbagai proyek infrastruktur.

“Kinerja awal tahun ini menjadi pijakan bagi Perseroan untuk menjaga momentum pertumbuhan. Ke depan, kami akan terus memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan efisiensi operasi dan pengendalian biaya, meningkatkan pemanfaatan bahan bakar alternatif untuk mengatasi fluktuasi energi, serta melanjutkan transformasi untuk melayani pelanggan dengan lebih baik,” katanya.

Selain memperkuat pasar domestik, Solusi Bangun Indonesia juga mulai memperluas pasar ekspor. Perseroan telah menyelesaikan proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi ekspor di Tuban, Jawa Timur, dan tengah mempersiapkan pengiriman perdana ke Amerika Serikat.

Fasilitas tersebut memiliki kapasitas ekspor antara 500 ribu hingga 1 juta ton semen per tahun dan diharapkan dapat meningkatkan utilisasi produksi sekaligus memperkuat daya saing perseroan di pasar internasional.

Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui sejumlah agenda lain, di antaranya pengangkatan kembali Yasuhide Abe sebagai direktur hingga 2031, pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2025, penunjukan Kantor Akuntan Publik Liana Ramon Xenia & Rekan sebagai auditor tahun buku 2026, penetapan remunerasi direksi dan komisaris, serta perubahan anggaran dasar perseroan.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru