Selasa, 26 Mei 2026
26 C
Semarang

Basarnas Semarang Dirikan Posko Siaga SAR Khusus di GT Kalikangkung, Siap Evakuasi 24 Jam Selama Arus Mudik

posko-siaga-sar-khusus-basarnas-semarang-gt-kalikangkung-mudik-2026

Berita Terkait

SEMARANG, PortalJateng.id – Kamis (12/3/2026) pagi, suasana di Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang atau Basarnas Semarang sedikit berbeda. Puluhan personel berpakaian oranye khas SAR berkumpul rapi, bukan untuk latihan biasa, tapi untuk persiapan menghadapi salah satu momen terpadat dalam setahun, arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 H.

Apel Pembukaan Posko Siaga SAR Khusus Idul Fitri 2026 digelar serentak di seluruh Indonesia, dipimpin langsung oleh Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii. Di Semarang, posko utama didirikan di titik paling kritis, Gerbang Tol Kalikangkung.

Kepala Basarnas Semarang, Budiono, menjelaskan bahwa posko ini bukan sekadar formalitas.

“Posko Siaga SAR Khusus Idul Fitri ini kami dirikan di area gerbang tol Kalikangkung beserta satu tim SAR yang bersiaga 24 jam. Ini akan mempercepat respon time apabila terjadi kasus atau insiden kecelakaan yang membutuhkan penanganan khusus, seperti korban kecelakaan yang terjepit bodi mobil dan butuh penanganan khusus,” ujar Budiono usai apel.

Selain di GT Kalikangkung, Basarnas Semarang juga mengaktifkan posko di enam titik strategis lainnya. Mereka adalah Pos SAR dan Unit Siaga SAR di Jepara, Wonosobo, Magelang, Pemalang, dan Rembang. Tak hanya itu, Kapal Evakuasi KN SAR Sadewa 231 juga disiagakan untuk mengantisipasi kejadian di perairan.

Tim siaga SAR khusus ini tidak akan diam di posko. Mereka akan melakukan patroli jalan raya serta memantau titik-titik rawan di pelabuhan, terminal, stasiun, dan bandara. Objek wisata yang berpotensi menimbulkan musibah, seperti pantai dan waduk, juga akan menjadi sasaran patroli rutin.

“Kami ingin hadir di tengah masyarakat, bukan hanya menunggu laporan. Dengan patroli, kami bisa lebih cepat merespons jika terjadi sesuatu,” tambah Budiono.

Yang membedakan posko tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya adalah kesiapan personel dengan kualifikasi khusus. Basarnas Semarang menyiapkan tim yang mumpuni dalam hal Vehicle Accident Rescue (VAR) atau penyelamatan kecelakaan kendaraan, serta Medical First Responder (MFR) yang mampu memberikan pertolongan pertama gawat darurat.

Kualifikasi VAR ini penting mengingat banyaknya kecelakaan di jalan tol yang melibatkan kendaraan ringsek dan korban terjepit. Dengan kemampuan ini, tim SAR bisa melakukan evakuasi dengan cepat dan tepat tanpa memperparah kondisi korban.

“Tim kami bersiaga 24 jam penuh dan siap sewaktu-waktu bila dibutuhkan,” tegas Budiono.Posko siaga SAR khusus ini akan beroperasi selama 18 hari, mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026. Artinya, sejak H-7 Lebaran hingga H+7, tim SAR akan terus siaga tanpa henti.

Nomor Darurat: (024) 115 atau (024) 7629192, Gratis!

Budiono mengingatkan masyarakat untuk tidak ragu menghubungi Basarnas jika mengalami situasi darurat. Dua nomor telepon disiagakan, di (024) 115 dan (024) 7629192. Yang terpenting, layanan ini gratis alias tidak dipungut biaya sepeser pun.

“Dan bila ada situasi darurat yang membutuhkan jasa SAR, silakan menghubungi kami. Pelayanan jasa SAR ini gratis,” pungkas Budiono.

Nomor ini bisa dihubungi untuk berbagai kondisi darurat, seperti kecelakaan lalu lintas dengan korban terjepit, orang tenggelam di wisata air, pendaki hilang, hingga musibah di perairan. Tim SAR akan bergerak cepat begitu laporan diterima.

Gerbang Tol Kalikangkung dipilih sebagai posko utama karena merupakan simpul paling kritis dalam arus mudik di Jawa Tengah. Sebagai pintu masuk utama dari arah barat, jutaan kendaraan akan melintas di sini selama periode mudik. Data Kementerian Perhubungan memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 18-20 Maret 2026, dengan volume kendaraan yang melonjak drastis.

Di sinilah risiko kecelakaan paling tinggi. Rem blong, tabrakan beruntun, hingga kendaraan ringsek yang menjepit penumpang bisa terjadi kapan saja. Dengan menempatkan tim SAR khusus di titik ini, diharapkan setiap insiden bisa ditangani dalam hitungan menit, bukan jam.

Kepala Basarnas Semarang menyadari betul pentingnya kesiapan di titik rawan. “Kami ingin memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang akan merayakan Idul Fitri,” ujar Budiono.

Patroli Wisata: Antisipasi Kecelakaan di Pantai dan Waduk

Selain fokus di jalur mudik, Basarnas juga akan melakukan patroli di objek wisata yang berpotensi menimbulkan musibah. Pantai dan waduk menjadi perhatian khusus mengingat banyaknya wisatawan yang menghabiskan liburan Lebaran di tempat-tempat tersebut.

Kecelakaan di wisata air seperti tenggelam sering terjadi karena pengunjung tidak mematuhi aturan atau kurangnya pengawasan. Dengan adanya patroli SAR, diharapkan risiko ini bisa diminimalkan.

“Kami akan melakukan pemantauan baik di pelabuhan, terminal, stasiun maupun bandara, serta melakukan patroli keliling ke objek wisata yang rawan,” tambah Budiono.

Catatan Redaksi

Di tengah hiruk-pikuk persiapan mudik yang sering kali fokus pada infrastruktur dan rekayasa lalu lintas, kehadiran Basarnas dengan posko SAR khusus ini seperti “asuransi” yang tak terlihat. Mereka adalah garda terakhir ketika segala upaya pencegahan gagal dan kecelakaan tak terhindarkan.

Yang menarik, Basarnas tidak hanya menyiapkan personel, tapi juga memastikan mereka punya kualifikasi khusus. VAR dan MFR bukan sekadar sertifikat, tapi bukti bahwa tim ini benar-benar siap menghadapi skenario terburuk. Korban kecelakaan yang terjepit bodi mobil butuh penanganan berbeda dengan korban tenggelam atau korban kebakaran. Dengan kualifikasi ini, tim SAR bisa bertindak cepat dan tepat.

Patroli di objek wisata juga langkah cerdas. Liburan Lebaran identik dengan kunjungan ke pantai atau waduk. Sayangnya, tak sedikit pengunjung yang abai terhadap keselamatan. Dengan adanya patroli SAR, setidaknya ada “mata” yang mengawasi dan “tangan” yang siap menolong jika terjadi sesuatu.

Budiono dan tim patut diapresiasi. Mereka bekerja di balik layar, tak terlihat, tapi kehadirannya terasa saat dibutuhkan. Apalagi layanan ini gratis, sebuah bentuk pengabdian yang tak ternilai.

Untuk masyarakat, beberapa hal perlu diperhatikan:

1. Simpan nomor darurat Basarnas di ponsel, (024) 115 atau (024) 7629192. Semoga tidak perlu digunakan, tapi siap sedia tak ada salahnya.

2. Patuhi aturan di objek wisata, terutama di pantai dan waduk. Jangan berenang di area terlarang.

3. Jika melihat kecelakaan, segera hubungi Basarnas atau petugas terdekat. Jangan bertindak sendiri jika tidak punya kemampuan.

4. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum mudik. Rem blong bisa terjadi kapan saja, terutama di turunan panjang seperti di Bawen.

5. Istirahat jika lelah. Kecelakaan paling banyak terjadi karena sopir mengantuk, bukan karena jalan rusak.

Basarnas sudah siap. Tim SAR sudah siaga. Kini tinggal kita, para pemudik, yang harus ikut menjaga keselamatan dengan tertib dan waspada. Karena pada akhirnya, mudik yang nyaman adalah hasil kerja sama semua pihak.

Selamat mudik, selamat berkumpul dengan keluarga. Semoga perjalananmu lancar dan selamat sampai tujuan. Dan ingat, jika terjadi sesuatu, Basarnas hanya satu panggilan telepon jauhnya.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru