Rabu, 22 Juli 2026
27.5 C
Semarang

BEI Jateng I Genjot Literasi Pasar Modal, 355 Edukasi Digelar dan Lima Galeri Investasi Baru Disiapkan

Berita Terkait

SEMARANG – Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Jawa Tengah I terus memperluas literasi pasar modal di Jawa Tengah. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, lembaga tersebut telah menyelenggarakan 355 kegiatan edukasi kepada masyarakat melalui kantor perwakilan maupun jaringan Galeri Investasi. Pada tahun ini, BEI Jateng I juga menargetkan pembentukan lima Galeri Investasi baru untuk memperluas akses edukasi dan mendorong pertumbuhan investor.

Kepala Kantor Perwakilan BEI wilayah Jateng I Fanny Rifqi El Fuad mengatakan, penambahan Galeri Investasi akan difokuskan di perguruan tinggi, sekolah, serta pemerintah daerah yang saat ini masih dalam tahap penjajakan.

“Dari Januari sampai Juli ini kami sudah melaksanakan 355 kegiatan edukasi, baik di kantor perwakilan maupun di Galeri Investasi. Tahun ini kami menargetkan lima Galeri Investasi baru di perguruan tinggi, sekolah, dan juga pemerintah daerah. Harapannya, penambahan Galeri Investasi dapat memperluas saluran edukasi sekaligus meningkatkan literasi pasar modal di berbagai kalangan,” ujar Fanny di sela media gathering di kantornya, Semarang, Selasa (21/7/2026).

Upaya memperluas edukasi tersebut sejalan dengan terus bertambahnya jumlah investor di Jawa Tengah. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor di Kota Semarang kini mencapai 198.180 Single Investor Identification (SID). Angka itu menempatkan Kota Semarang sebagai daerah dengan jumlah investor terbanyak di Jawa Tengah, disusul Kabupaten Banyumas, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Tegal, Kabupaten Kudus, dan sejumlah daerah lainnya.

Di tengah pertumbuhan jumlah investor, kondisi pasar saham masih menghadapi tantangan. Fanny menjelaskan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini berada di kisaran 6.231. Meski demikian, dibandingkan pekan sebelumnya indeks mulai menunjukkan penguatan yang didorong sejumlah sentimen positif.

Menurutnya, kenaikan tersebut dipengaruhi oleh penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin, aksi buyback saham oleh sejumlah emiten BUMN, serta meredanya ketegangan geopolitik setelah tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru