Menu ✖

Mode Gelap

BEI Jateng I Genjot Literasi Pasar Modal, 355 Edukasi Digelar dan Lima Galeri Investasi Baru Disiapkan

21 Jul 2026 · 18:59 WIB ·


					Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Wilayah Jawa Tengah I, Fanny Rifqi El Fuad. Perbesar

Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Wilayah Jawa Tengah I, Fanny Rifqi El Fuad.

SEMARANG – Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Jawa Tengah I terus memperluas literasi pasar modal di Jawa Tengah. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, lembaga tersebut telah menyelenggarakan 355 kegiatan edukasi kepada masyarakat melalui kantor perwakilan maupun jaringan Galeri Investasi. Pada tahun ini, BEI Jateng I juga menargetkan pembentukan lima Galeri Investasi baru untuk memperluas akses edukasi dan mendorong pertumbuhan investor.

Kepala Kantor Perwakilan BEI wilayah Jateng I Fanny Rifqi El Fuad mengatakan, penambahan Galeri Investasi akan difokuskan di perguruan tinggi, sekolah, serta pemerintah daerah yang saat ini masih dalam tahap penjajakan.

“Dari Januari sampai Juli ini kami sudah melaksanakan 355 kegiatan edukasi, baik di kantor perwakilan maupun di Galeri Investasi. Tahun ini kami menargetkan lima Galeri Investasi baru di perguruan tinggi, sekolah, dan juga pemerintah daerah. Harapannya, penambahan Galeri Investasi dapat memperluas saluran edukasi sekaligus meningkatkan literasi pasar modal di berbagai kalangan,” ujar Fanny di sela media gathering di kantornya, Semarang, Selasa (21/7/2026).

Upaya memperluas edukasi tersebut sejalan dengan terus bertambahnya jumlah investor di Jawa Tengah. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor di Kota Semarang kini mencapai 198.180 Single Investor Identification (SID). Angka itu menempatkan Kota Semarang sebagai daerah dengan jumlah investor terbanyak di Jawa Tengah, disusul Kabupaten Banyumas, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Tegal, Kabupaten Kudus, dan sejumlah daerah lainnya.

Di tengah pertumbuhan jumlah investor, kondisi pasar saham masih menghadapi tantangan. Fanny menjelaskan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini berada di kisaran 6.231. Meski demikian, dibandingkan pekan sebelumnya indeks mulai menunjukkan penguatan yang didorong sejumlah sentimen positif.

Menurutnya, kenaikan tersebut dipengaruhi oleh penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin, aksi buyback saham oleh sejumlah emiten BUMN, serta meredanya ketegangan geopolitik setelah tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Facebook Bagikan ke Line Salin tautan artikel
Baca Lainnya

Petani Gagal Panen Terbantu Program Petani Gajian, Ini Harapan Mereka

22 Oktober 2026 - 06:39 WIB

Petani Gagal Panen Terbantu Program Petani Gajian, Ini Harapan Mereka

57 Perusahaan Vietnam Bakal Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Bidik Peluang Kerja Baru

22 Oktober 2026 - 06:32 WIB

57 Perusahaan Vietnam Bakal Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Bidik Peluang Kerja Baru

Warga Minta Pasar Murah Digelar Tiap Hari, Begini Respons Ahmad Luthfi

21 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Warga Minta Pasar Murah Digelar Tiap Hari, Begini Respons Ahmad Luthfi

Ahmad Luthfi Minta KDMP Hidupkan Ekonomi Desa, Bukan Sekadar Bangun Gerai

20 Oktober 2026 - 18:46 WIB

Ahmad Luthfi Minta KDMP Hidupkan Ekonomi Desa, Bukan Sekadar Bangun Gerai

OJK Denda 2,1 Triliun Pihak Terkait Saham DSSA, BREN dan CUAN

17 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi administratif berupa denda total Rp 2,1 triliun kepada pihak-pihak yang terlibat pelanggaran di pasar modal terkait saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).

PGN Lihat Peluang Gas Bumi untuk Industri Olahan dan UMKM Trenggalek

16 Oktober 2026 - 14:54 WIB

PGN Lihat Peluang Gas Bumi untuk Industri Olahan dan UMKM Trenggalek
Trending di Ekonomi

Tinggalkan Komentar