Selasa, 26 Mei 2026
26 C
Semarang

3 Hari Pertama Posko Lebaran, Bandara Ahmad Yani Semarang Catat Lonjakan Penumpang 20 Persen

3-hari-pertama-posko-lebaran-bandara-ahmad-yani-semarang-lonjakan-penumpang

Berita Terkait

SEMARANG, PortalJateng.id – Tiga hari pertama pengoperasian Posko Angkutan Udara Lebaran 2026 mencatatkan lonjakan signifikan di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang. Sebanyak 27.474 penumpang tercatat menggunakan transportasi udara pada periode 13 hingga 15 Maret 2026, meningkat 20 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 22.841 penumpang.

Lonjakan juga terjadi pada lalu lintas pesawat. Dalam tiga hari pertama, tercatat 252 pergerakan pesawat atau naik 31 persen dibanding tahun lalu sebanyak 193 pergerakan. General Manager Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, menyebut kebijakan Work From Anywhere (WFA) menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya mobilitas masyarakat melalui jalur udara.

“Kebijakan Work From Anywhere menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kenaikan serta menunjukkan masih tingginya kepercayaan masyarakat dalam menggunakan transportasi udara dari dan ke Semarang,” ujar Sulistyo dalam keterangan resmi, Senin (16/3/2026).

Puncak Mudik dan Arus Balik

Manajemen bandara memproyeksikan puncak arus mudik akan terjadi pada Kamis (19/3/2026) dengan perkiraan 10.445 penumpang. Sementara puncak arus balik diprediksi mencapai 11.480 penumpang pada Sabtu (28/3/2026). Secara total selama 18 hari masa posko (13-30 Maret), pergerakan penumpang diperkirakan mencapai 154.613 orang atau naik 5 persen dibanding Lebaran tahun lalu.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, sejumlah maskapai telah mengajukan penerbangan tambahan. Hingga H-1 pembukaan posko, tercatat 78 extra flight yang diajukan oleh Garuda, Batik Air, Super Airjet, dan Nam Air, terdiri dari 39 penerbangan kedatangan dan 39 keberangkatan.

Antisipasi Banjir Jadi Perhatian Utama

Di tengah lonjakan trafik, manajemen bandara menyiapkan antisipasi serius menghadapi potensi banjir yang kerap melanda kawasan sekitar. Sejumlah infrastruktur pengendali banjir telah disiagakan secara maksimal. Di sisi udara, tersedia tanggul perimeter sepanjang 1.361 meter dengan tinggi 0,9 meter serta water pond berkapasitas 20.790 meter kubik. Di sisi darat, water pond berkapasitas 144.613 meter kubik siap menampung limpasan air.

Selain itu, bandara juga menyiagakan kolam hisap berkapasitas 720 meter kubik dan 60 unit pompa yang tersebar di tiga titik rumah pompa. “Kami memastikan setiap keputusan operasional dilakukan sesuai prosedur keselamatan,” tegas Sulistyo.

Manajemen bandara juga berkoordinasi intensif dengan Perum LPPNPI (AirNav), BMKG, dan seluruh pemangku kepentingan penerbangan untuk memantau perkembangan cuaca secara real time. Sebanyak 288 personel disiagakan selama periode posko, terdiri dari 258 petugas internal dan 30 personel eksternal dari berbagai instansi pendukung.

Refleksi: WFA dan Perubahan Pola Mudik

Fenomena kenaikan trafik udara di Semarang menarik dicermati. Kebijakan Work From Anyware yang memungkinkan karyawan bekerja dari kampung halaman lebih lama tampaknya mulai mengubah pola mudik tradisional. Jika biasanya pemudik terkonsentrasi di H-3 hingga H+3, dengan fleksibilitas WFA, sebaran perjalanan menjadi lebih panjang.

Bandara Ahmad Yani yang pada periode Nataru lalu mencatat rata-rata hampir 8 ribu penumpang per hari, kini dihadapkan pada tantangan melayani lebih dari 10 ribu penumpang di puncak arus mudik. Ini menjadi ujian kesiapan infrastruktur sekaligus koordinasi lintas instansi.

Yang menarik, di tengah hiruk-pikuk melayani lonjakan penumpang, manajemen bandara tetap memberi perhatian serius pada antisipasi banjir. Langkah ini patut diapresiasi mengingat pengalaman tahun-tahun sebelumnya di mana banjir kerap mengganggu akses menuju bandara. Dengan 60 unit pompa dan kolam hisap berkapasitas besar, setidaknya risiko keterlambatan akibat genangan bisa ditekan.

Yang Perlu Diketahui Pengguna Jasa Bandara

Bagi calon penumpang yang akan terbang dari atau menuju Semarang selama periode Lebaran, beberapa hal ini penting dicermati:

  • Puncak arus mudik diprediksi 19 Maret 2026 dengan estimasi 10.445 penumpang
  • Puncak arus balik diprediksi 28 Maret 2026 dengan estimasi 11.480 penumpang
  • Extra flight tersedia dari maskapai Garuda, Batik Air, Super Airjet, dan Nam Air
  • Personel siaga 288 orang siap membantu kelancaran pelayanan
  • Infrastruktur banjir 60 pompa dan tanggul perimeter telah disiagakan
  • Koordinasi cuaca dengan BMKG dilakukan secara real time

Dengan lonjakan trafik ini, Bandara Ahmad Yani diproyeksikan tetap menjadi pintu udara utama mobilitas masyarakat Jawa Tengah selama musim Lebaran 2026. Kolaborasi antara manajemen bandara, maskapai, dan instansi terkait menjadi kunci utama mewujudkan mudik yang aman, nyaman, dan berkesan.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru