SEMARANG, PortalJateng.id – Arus kendaraan yang memasuki Kota Semarang melalui Gerbang Tol Kalikangkung terus menunjukkan lonjakan signifikan seiring mendekati Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Berdasarkan data terbaru PT Jasamarga Semarang Batang periode H-10 hingga H-5 Lebaran (11-16 Maret 2026), tercatat 153.113 kendaraan melintas masuk dari arah barat, atau meningkat 58,34 persen dibanding lalu lintas normal yang mencapai 96.697 kendaraan.
Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang, Nasrullah, mengungkapkan bahwa angka ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang memilih mudik lebih awal menggunakan jalur tol. Sementara itu, kendaraan yang meninggalkan Kota Semarang menuju arah barat pada periode yang sama tercatat sebanyak 93.820 kendaraan, naik tipis 1,87 persen dari kondisi normal sebanyak 92.099 kendaraan.
“Peningkatan volume lalu lintas tersebut menunjukkan tingginya mobilitas kendaraan yang melintas di ruas Jalan Tol Batang Semarang, khususnya melalui Gerbang Tol Kalikangkung yang merupakan salah satu simpul utama jaringan Jalan Tol Trans-Jawa,” ujar Nasrullah dalam keterangan resminya, Selasa (17/3/2026).
Perbandingan dengan Data Sebelumnya
Jika dibandingkan dengan data sebelumnya yang dirilis pada Senin (16/3/2026) untuk periode H-10 hingga H-6 (11-15 Maret), terjadi peningkatan yang konsisten. Pada periode tersebut, kendaraan masuk tercatat 122.196 kendaraan atau naik 45,62 persen dari normal. Artinya, dalam satu hari tambahan (16 Maret), terjadi penambahan lebih dari 30 ribu kendaraan yang masuk ke Semarang, menunjukkan puncak arus mudik mulai mendekat.
Berikut perkembangan data kendaraan di GT Kalikangkung:
| Periode | Kendaraan Masuk | Kenaikan vs Normal |
|---|---|---|
| H-10 s.d H-6 (11-15 Maret) | 122.196 | +45,62% |
| H-10 s.d H-5 (11-16 Maret) | 153.113 | +58,34% |
| Tambahan 1 hari (16 Maret) | 30.917 | – |
Data ini mengkonfirmasi bahwa puncak arus mudik mulai terasa dengan tambahan lebih dari 30 ribu kendaraan hanya dalam sehari.
Kesiapan Jasa Marga Hadapi Lonjakan
PT Jasamarga Semarang Batang terus melakukan pemantauan kondisi lalu lintas secara intensif melalui pusat kendali operasi serta menyiagakan petugas operasional di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan, terutama di gerbang tol dan rest area.
Sebelumnya, perusahaan telah mempersiapkan sejumlah langkah antisipasi, termasuk penambahan personel transaksi dari 90 menjadi 171 orang, penyediaan dua unit kendaraan derek, satu unit mobil crane, serta 100 unit water barrier untuk mendukung pengaturan lalu lintas. Sebanyak 151 unit kamera pengawas (CCTV) dipasang di berbagai titik strategis di sepanjang ruas tol Batang–Semarang yang membentang 74,9 kilometer.
Nasrullah juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol untuk selalu mengutamakan keselamatan. Beberapa poin penting yang perlu diperhatikan pemudik:
- Menjaga jarak aman antar kendaraan
- Mematuhi batas kecepatan yang telah ditentukan
- Memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan
- Manfaatkan rest area untuk beristirahat jika merasa lelah
“Kami juga mengingatkan kepada pengguna jalan untuk tidak berhenti di bahu jalan tol kecuali dalam keadaan darurat. Bahu jalan hanya untuk kendaraan yang mengalami masalah, bukan untuk tempat istirahat,” tegas Nasrullah.
Informasi Lalu Lintas dan Layanan Darurat
Untuk memudahkan pemudik mendapatkan informasi terkini, PT Jasamarga Semarang Batang menyediakan sejumlah kanal informasi:
- One Call Center Jasa Marga 24 jam di nomor 133
- Aplikasi TRAVOY yang tersedia di iOS dan Android
- CCTV real-time di berbagai titik strategis yang dapat diakses melalui aplikasi
- Variable Message Sign (VMS) di sepanjang jalan tol yang memberikan informasi kondisi lalu lintas terkini
Pengguna jalan juga dapat memantau kondisi lalu lintas secara langsung melalui akun media sosial resmi Jasa Marga dan melaporkan jika menemui kendala di perjalanan.
Titik Rawan Kepadatan
Beberapa titik yang menjadi perhatian karena berpotensi mengalami kepadatan selama periode mudik antara lain:
- Gerbang Tol Kalikangkung sendiri sebagai pintu utama masuk Semarang
- Simpang Susun Krapyak yang merupakan pertemuan arus dari berbagai arah
- Kawasan Rest Area KM 379 dan KM 360 yang kerap menjadi tujuan istirahat pemudik
Di Rest Area KM 379 yang berada di jalur Jakarta menuju Semarang, pengelola telah menambah fasilitas seperti taman lalu lintas, penginapan, ruang pelayanan kesehatan, serta dua unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Catatan Redaksi
Lonjakan 58,34 persen kendaraan masuk ke Semarang melalui GT Kalikangkung bukan sekadar angka statistik. Ia berbicara tentang ribuan keluarga yang pulang kampung, tentang rindu yang akhirnya terobati, tentang ekonomi lokal yang kembali bergerak. Setiap kendaraan yang melintas membawa cerita, harapan, dan tentunya dampak ekonomi bagi daerah yang dilalui.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam kesempatan terpisah menyebut momen mudik tidak hanya menjadi tradisi silaturahmi, tetapi juga berpotensi mendorong perputaran ekonomi di daerah. “Di situ ada perputaran orang, barang dan uang di daerah. Itu akan menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Namun di balik euforia mudik, lonjakan signifikan ini juga menuntut kewaspadaan ekstra. Peningkatan volume kendaraan sebesar 58 persen berpotensi menimbulkan kepadatan, terutama jika tidak diimbangi dengan perilaku berkendara yang aman. Imbauan Nasrullah untuk menjaga jarak aman, mematuhi batas kecepatan, dan memastikan kondisi prima bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan mendesak di tengah tingginya mobilitas.
PT Jasamarga Semarang Batang melalui berbagai persiapannya berharap arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat berjalan aman, lancar, serta memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan tol. Pada akhirnya, kolaborasi antara pengelola jalan, aparat keamanan, dan kesadaran pemudik sendiri yang akan menentukan apakah perjalanan mudik tahun ini meninggalkan kesan manis atau sebaliknya.



