Rabu, 29 April 2026
33.8 C
Semarang

BRI Ungaran Salurkan Bantuan Alsintan ke Petani Sumowono, Dorong Produktivitas Pangan

Berita Terkait

SEMARANG – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menegaskan komitmennya terhadap sektor pertanian lokal melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Melalui kantor cabangnya di Ungaran, BRI menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang sangat dibutuhkan kepada para petani di wilayah Kabupaten Semarang.

Bantuan strategis ini diserahkan langsung kepada Kelompok Tani Mitra Karya yang beraktivitas di Desa Mendongan, Kecamatan Sumowono.

Inisiatif yang diwujudkan lewat payung program BRI Peduli ini merupakan langkah konkret untuk mendukung modernisasi sekaligus meningkatkan produktivitas para petani yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan di daerah.

SPO BRI Cabang Ungaran Feri Udha menyatakan bahwa program ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan BRI untuk hadir dan memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat, khususnya di sektor agraris.

Menurutnya, dukungan terhadap petani tidak hanya berhenti pada akses permodalan, tetapi juga mencakup penyediaan sarana produksi yang lebih modern dan efisien.

“Program BRI Peduli TJSL alat dan mesin pertanian kepada kelompok tani Mitra Karya desa Mendongan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, adalah wujud nyata kepedulian kami. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban kerja petani, menekan biaya operasional, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan mereka secara signifikan,” ujarnya dari keterangan tertulis.

Bantuan yang diserahkan berupa satu unit mesin pengolah lahan, hal ini diharapkan mampu mempercepat waktu pengerjaan tanah garapan secara drastis dibandingkan dengan metode konvensional yang masih mengandalkan tenaga manusia atau hewan.

Dengan efisiensi yang lebih tinggi, para
petani anggota Kelompok Tani Mitra Karya dapat mengoptimalkan jadwal tanam dan
meningkatkan siklus panen.

Bagi para petani di Desa Mendongan, bantuan alsintan ini datang di saat yang tepat. Tantangan di sektor pertanian, seperti regenerasi petani dan tingginya biaya operasional, menuntut adanya adopsi teknologi.

“Penggunaan alsintan tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja hingga 90 persen lebih, tetapi juga berpotensi menurunkan biaya produksi hingga 40 persen. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi para petani untuk bisa bersaing dan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian mereka,” jelasnya.***

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru