Senin, 25 Mei 2026
29.9 C
Semarang

Dua Remaja PODSI Pemalang Ditemukan Meninggal di Sungai Laes, Alif di 400 Meter dari LKP

Alfi Ditemukan 2,5 KM dari Lokasi Kejadian Pukul 11.30 WIB, Kedua Korban Dibawa ke RSUD Ashari

Berita Terkait

PEMALANG, PortalJateng.id – Dua remaja yang hilang di Sungai Laes, Pemalang, akhirnya ditemukan. Keduanya dalam kondisi meninggal dunia.

Korban bernama Alfi (16) dan Alif (16). Mereka warga Desa Saradan, Dusun Kesapen, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang. Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, mengonfirmasi penemuan tersebut dalam rilis resminya pada Senin (25/5/2026).

Budiono menjelaskan rincian penemuan kedua korban. “Benar bahwa kedua remaja yang kemarin tim SAR gabungan cari telah ditemukan hari ini. Untuk atas nama Alif ditemukan di jarak 400 meter dari LKP, pukul 06.30 WIB. Dan Alfi ditemukan tadi pukul 11.30 WIB di jarak 2,5 KM dari LKP, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ungkap Budiono.

Keduanya langsung dievakuasi. Mereka dibawa ke RSUD Dr. Ashari Pemalang untuk dilakukan otopsi oleh pihak rumah sakit.

Latihan Mandiri yang Berakhir Tragedi

Seperti diberitakan sebelumnya, kedua remaja ini adalah anggota Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Pemalang. Mereka diduga tenggelam saat latihan mandiri di Sungai Laes pada Sabtu (23/5/2026) sore, sekitar pukul 16.00 WIB. Diduga, perahu kayak yang mereka gunakan terbalik. Saat itu, arus Sungai Laes sedang cukup deras. Debit air juga meninggi akibat hujan di daerah hulu.

Pencarian dan Imbauan

Atas kejadian itu, pencarian segera dilakukan. Personel Unit Siaga SAR Pemalang Kantor SAR Semarang bersama tim SAR gabungan dikerahkan. Budiono menyampaikan apresiasi dan imbauan. “Terima kasih tim SAR gabungan atas kerjasamanya sehingga kedua korban bisa segera ditemukan. Kami harap masyarakat dapat lebih berhati-hati lagi dalam melakukan aktivitas di perairan, karena hujan masih sering terjadi,” pungkas Budiono.

Sungai Laes mengalir deras membawa air hujan dari hulu. Dua remaja yang sedang asyik berlatih dayung tak menyadari bahaya yang mengintai. Perahu mereka terbalik, dan arus menyeret mereka ke dalam gelapnya air. Alif ditemukan 400 meter dari lokasi kejadian, saat fajar baru saja merekah pukul 06.30. Alfi menyusul lima jam kemudian, 2,5 kilometer jauhnya.

Keluarga yang sempat berharap kini harus menerima kenyataan pahit. Dua pemuda yang seharusnya berlatih untuk berprestasi, kini harus berpulang lebih awal. Tim SAR telah bekerja tanpa lelah. Mereka menyisir sungai, menyelam, dan mencari di setiap tikungan. Akhirnya, kedua korban ditemukan. Terlambat untuk diselamatkan, tetapi setidaknya keluarga mendapatkan kepastian.

Semoga keluarga korban diberi kekuatan dan ketabahan. Semoga kejadian ini menjadi peringatan bagi kita semua: jangan pernah meremehkan alam, terutama saat hujan masih sering turun. Karena di balik keindahan air, ada bahaya yang mengintai.Dan semoga para pemuda ini beristirahat dengan damai, setelah perjuangan mereka berakhir di sungai yang sama tempat mereka berlatih.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru