BOYOLALI – Jalan Tol Solo-Ngawi membuktikan perannya sebagai penggerak ekonomi dan pariwisata regional. Data resmi menunjukkan, volume lalu lintas di dua gerbang tol utama sepanjang 2025 telah melampaui 7 juta kendaraan, mengindikasikan lonjakan mobilitas yang signifikan.
Direktur Utama PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), Mery Natacha Panjaitan, menyebut tol ini dirancang sebagai infrastruktur strategis yang melampaui fungsi transportasi semata.
“Jalan Tol Solo–Ngawi kami rancang tidak hanya untuk mendukung kelancaran mobilitas, tetapi juga sebagai penggerak pertumbuhan wilayah, termasuk sektor pariwisata,” ujar Mery.
Data Lalu Lintas yang Membuktikan Peningkatan
Kepercayaan pengguna jalan tercermin dari angka yang tinggi. Berikut rincian volume lalu lintas hingga November 2025:
· Gerbang Tol Ngemplak: Dilalui 3.916.713 kendaraan, menjadi gerbang utama menuju kawasan Solo Raya.
· Gerbang Tol Karanganyar: Mencatat 3.335.953 kendaraan, berperan sebagai akses utama ke destinasi alam di Karanganyar dan sekitarnya.
Total kedua gerbang tersebut telah melayani lebih dari 7,25 juta perjalanan kendaraan, sebuah angka yang menunjukkan tingginya aktivitas mobilitas di koridor ini.
Mendorong Ekosistem Wisata dan UMKM
Tol ini menghubungkan gugusan destinasi wisata beragam, mulai dari wisata budaya di Solo, alam di Karanganyar dan Sragen, hingga situs sejarah di Ngawi. Akses yang mudah dan waktu tempuh singkat memungkinkan wisatawan menjangkau lebih banyak lokasi.
Dampaknya tidak hanya dirasakan sektor pariwisata, tetapi juga merambah ke ekonomi kreatif dan UMKM di sepanjang koridor tol, terutama di kawasan wisata.
Wasilah (52), pelaku UMKM penjual keripik belut di kawasan wisata Umbul Cokro, Klaten, merasakan langsung dampak positifnya.
“Sejak tol beroperasi, banyak wisatawan dari luar kota yang lewat. Mereka biasanya beli keripik belut untuk oleh-oleh. Omzet saya bisa naik hampir 40% di akhir pekan dan musim liburan,” cerita Wasilah.
Ia menambahkan, kemudahan akses juga membuka peluang pemasaran yang lebih luas, karena produknya kini lebih mudah dijangkau oleh pembeli dari Solo, Yogyakarta, maupun kota-kota lain yang terhubung oleh tol.
Komitmen Layanan dan Imbauan Keselamatan
PT JSN berkomitmen untuk terus menjaga kualitas layanan guna mendukung pertumbuhan berkelanjutan di sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
Perusahaan juga mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu memastikan kesiapan kendaraan, kecukupan saldo uang elektronik, dan bahan bakar sebelum melakukan perjalanan.
“Kami harap Jalan Tol Solo–Ngawi dapat terus memberikan manfaat nyata, tidak hanya sebagai penghubung wilayah, tetapi juga sebagai tulang punggung penggerak ekonomi masyarakat di sekitarnya,” tutup Mery.
Keberhasilan tol ini dalam mendongkrak angka kunjungan dan perekonomian lokal menjadi contoh nyata bagaimana infrastruktur transportasi yang terkelola dengan baik dapat menjadi katalisator pembangunan wilayah yang inklusif.



