Sabtu, 14 Februari 2026
25 C
Semarang

Sinergi BI dan Pemprov Jateng Diperkuat, Targetkan Pertumbuhan 8 Persen

Berita Terkait

Semarang – Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmen mempercepat pertumbuhan ekonomi yang tinggi, berkelanjutan, dan inklusif melalui High Level Meeting (HLM) yang digelar pada 11 Februari 2026.

Forum strategis ini mempertemukan gubernur, kepala daerah kabupaten/kota se-Jawa Tengah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Tim KERIS, serta seluruh Kepala Perwakilan Bank Indonesia se-Jawa Tengah.

Mengusung tema “Sinergi Stabilisasi Harga, Akselerasi Investasi, dan Digitalisasi Ekonomi untuk Mendukung Jawa Tengah sebagai Provinsi Maju yang Berkelanjutan”, pertemuan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi erat antara otoritas moneter dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga, mendorong investasi, serta mempercepat transformasi digital ekonomi daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, menyampaikan bahwa kinerja ekonomi Jawa Tengah yang mampu tumbuh di atas 5 persen harus terus diperkuat agar mampu mencapai target 8 persen pada 2029. Menurutnya, penguatan investasi perlu difokuskan pada sektor prioritas seperti pertanian dan industri pengolahan, sekaligus membuka sumber pertumbuhan baru di sektor pariwisata dan jasa.

“Sinergi dan koordinasi yang kuat di daerah menjadi kunci untuk meningkatkan kinerja ekonomi sekaligus memitigasi dampak risiko global. Jawa Tengah memiliki fondasi yang kuat, namun perlu akselerasi investasi dan penguatan sektor riil agar pertumbuhan lebih berkualitas dan inklusif,” ujar Nugroho.

Ia juga menyoroti sejumlah tantangan struktural, khususnya dalam stabilisasi harga dan ketahanan pangan. Panjangnya rantai distribusi, penurunan luas baku sawah, gangguan produksi akibat cuaca ekstrem, hingga rendahnya adopsi teknologi pertanian menjadi perhatian bersama. Berbagai program end to end telah dijalankan, mulai dari penguatan regulasi perlindungan lahan, pemanfaatan teknologi pertanian seperti biosaline, Bacillus SP., dan biochar, hingga penguatan sistem distribusi, integrasi data, hilirisasi pangan strategis, dan kerja sama antardaerah.

Pada aspek investasi, melalui KERIS Jateng, akselerasi dilakukan dengan optimalisasi promosi, perluasan basis investor domestik dan global, serta peningkatan kualitas proyek melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dan sektor swasta. Kebijakan makroprudensial Bank Indonesia juga diarahkan untuk menjaga likuiditas dan mendorong pembiayaan ke sektor-sektor yang berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sinergi kebijakan pusat dan daerah, khususnya dalam pengendalian inflasi, penguatan ketahanan pangan, serta akselerasi investasi dan digitalisasi ekonomi.

“Kami terus mendorong stabilisasi harga melalui peningkatan produksi pangan, percepatan penetapan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B), pemuliaan lahan kurang produktif, serta penguatan akses pembiayaan dan sarana prasarana bagi petani. Gerakan Pangan Murah juga digelar serentak untuk menjaga daya beli masyarakat,” kata Ahmad Luthfi.

Ia menambahkan bahwa Jawa Tengah memiliki daya tarik kuat bagi investor, baik domestik maupun mancanegara. Oleh karena itu, penciptaan iklim investasi yang kondusif menjadi prioritas, melalui kemudahan berusaha, pemberian insentif, serta peningkatan kepastian regulasi.

“Investasi bukan hanya alat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga instrumen pengentasan kemiskinan dan menjaga stabilitas harga. Kita ingin investasi yang masuk benar-benar inklusif dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Dalam rangka memperkuat ekosistem investasi, HLM ini juga dirangkaikan dengan peluncuran Investment Challenge, kompetisi penyusunan profil dan proyek investasi unggulan kabupaten/kota di Jawa Tengah. Program ini bertujuan memetakan potensi daerah, memberikan pendampingan proyek, serta menyelaraskan proyek unggulan dengan Asta Cita dan minat investor. Proyek terkurasi selanjutnya akan dipromosikan dalam Central Java Investment Business Forum.

Di sisi digitalisasi, TP2DD Jawa Tengah didorong untuk memperluas elektronifikasi transaksi pemerintah daerah melalui pemanfaatan QRIS, e-commerce, internet dan mobile banking, serta optimalisasi Kartu Kredit Indonesia (KKI). Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi, efisiensi belanja daerah, sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

HLM Jawa Tengah menjadi momentum strategis untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun ekosistem ekonomi daerah yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing tinggi, menuju Jawa Tengah yang maju, berkelanjutan, dan semakin sejahtera.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru